Berita Terbaru :
Waspada Banjir, Kerja Bhakti Bersihkan Sungai Dari Sampah
Pelanggar yang Terjaring Operasi Zebra Tidak Ditilang Tetapi Dihipnoterapi
Kantor PLN Ponorogo Tutup Akibat Covid 19
Jaksa Agung Muda Pengawas Sidak Barang Bukti di Kejaksaan Negeri Sidoarjo
Sempat Ditahan di Malaysia, 154 Orang Pekerja Imigran Indonesia Asal Madura Dideportasi
Tiga Bos Nasional Turun Tangan Selesaikan Konflik Klenteng Tuban
Warga Datangi Balai Desa Tuntut Penutupan Kandang Ayam
Tolak UU Omnibus Law, BEM Malang Raya Gelar Aksi Demo
Bencana Angin Kencang, Sejumlah Pohon Tumbang Timpa Rumah
Hasil Otopsi Korban Pembunuhan Ada Tindak Kekerasan
Dinas Pendidikan Berlakukan Belajar Tatap Muka Tingkat SD-SMP Masuk Zona Hijau dan Kuning
Seorang Laki-Laki Tanpa Identitas Tenggelam di Sungai Bengawan Solo
Persebaya Tagih Hak Komersial Rp 800 Juta Per Bulan ke PSSI
Tanaman Padi Rusak Diterjang Angin Kencang
Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
   

Tiga Terdakwa Kasus Ujaran Kebencian dan Hoax Tentang Papua, di Asrama Papua, Jalani Sidang Dakwaan
Metropolis  Rabu, 27-11-2019 | 19:39 wib
Reporter : Yusmana Windarto
Surabaya pojokpitu.com, Tiga terdakwa kasus dugaan rasis dan penyebaran berita hoax di depan Asrama Mahasiswa Papua, Jalan Kalasan Surabaya, Rabu sore menjalani sidang perdana pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri Surabaya. Ketiga terdakwa yaitu Tri Susanti, anggota ormas, Syamsul Arifin petugas ketertiban Kecamatan Tambaksari, dan seorang youtuber berinisial AD yang menyebarkan konten hoax kerusuhan Asrama Mahasiswa Papua.

Ketiga terdakwa aksi massa di depan Asrama Mahasiswa Papua bulan Agustus lalu, Rabu sore menjalani sidang perdana pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri Surabaya. Ketiga terdakwa yaitu Tri Susanti, anggota ormas, Samsul Arifin, petugas ketertiban Kecamatan Tambaksari dan AD, seorang youtuber asal Jawa Tengah.
 
Ketiganya disidang secara bergantian, di ruangan yang sama. Jaksa ketiga penuntut umum yang membacakan dakwaan, menyatakan bahwa Tri Susanti telah menyebarkan informasi rasis yang bisa menimbulkan kebencian dan kerusuhan antar individu serta kelompok masyarakat.
 
Tri Susanti dijerat dengan pasal 45 ayat dua juncto pasal 28 ayat 2 Undang Undang ITE. Terkait dakwaan itu, kuasa hukum Tri Susanti mengajukan eksepsi untuk membuktikan, apakah pasal yang dikenakan tersebut memenuhi unsur atau tidak.
 
Sedangkan, Syamsul Arifin yang merupakan petugas Kecamatan Tambaksari didakwa mengucapkan kalimat rasis saat berada di depan Asrama Mahasiswa Papua, dalam kejadian pengibaran bendera merah putih. Sementara AD, youtuber asal Jawa Tengah ini didakwa menyebarkan informasi hoax kerusuhan di Asrama Mahasiswa Papua di akun youtube. Rencananya, sidang akan kembali digelar Senin pekan depan, dengan agenda pemanggilan sejumlah saksi.(end)




Berita Terkait

Warga NU Ngeluruk Polres Pamekasan, Tagih Janji Pengungkapan Kasus Ujaran Kebencian

Jelang Pilkada Nyinyir di Medsos Berujung Berurusan Dengan Polisi

Nyinyirin Polisi di Sosmed, Pedagang Sayur Diperiksa

Risma Cabut Laporan, Polisi Bakal Gelar Perkara Dulu di Polda Jatim
Berita Terpopuler
Obyek Wisata Budug Asu Bisa Lewati 2 Jalur Berbeda
Malang Raya  9 jam

Tingkatkan Efektif Sekolah Daring di Sekolah Luar Biasa
Malang Raya  7 jam

Tanaman Padi Rusak Diterjang Angin Kencang
Peristiwa  4 jam

Seorang Laki-Laki Tanpa Identitas Tenggelam di Sungai Bengawan Solo
Peristiwa  3 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan

Polisi Amankan 169 Orang Dalam Aksi Demo Lanjutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber