Berita Terbaru :
Operasi Zebra Digelar Serentak Dengan Pembagian Bunga dan Coklat
78 Kg Sabu-Sabu dan Puluhan Ribu Pil Ekstasi, Koplo dan Happy Five Dimusnahkan
Usai Apel Pagi PNS Dilingkungan Pemkab Gresik Rebutan Buah-Buahan
64.849 Peserta BPJS Kesehatan Akan Dinonaktifkan
Pemilik Tambang Tewas Tertimbun Longsoran
69 Kelurahan Di Surabaya Nol Kasus Covid 19
Perempuan MKGR Target 10 Ribu Untuk Kemenangan Mahfud Arifin
Belajar 12 Tahun Menjadi Prioritas Utama Paslon Er-Ji
Haul KH Abdul Hamid, Dilakukan Virtual dan Membatasi Jamaah Hadir
FK3 Resmi Cabut Dukung Kelana Beralih Dukung Paslon Nomor Urut 1
Diduga Peninggalan Kerajaan Majapahit, Digali Secara Liar Oleh Oknum dan Kini Dikubur Kembali
Dampak Positif Covid, Merebaknya UMKM
Waspada Banjir, Kerja Bhakti Bersihkan Sungai Dari Sampah
Pelanggar yang Terjaring Operasi Zebra Tidak Ditilang Tetapi Dihipnoterapi
Kantor PLN Ponorogo Tutup Akibat Covid 19
   

Komplotan Penipu Emas 7 Ton Dituntut 3,5 Tahun
Hukum  Selasa, 26-11-2019 | 17:56 wib
Reporter : Fakhrurrozi
Surabaya pojokpitu.com, Perkara sidang penipuan jual beli emas seberat 7 ton atau senilai Rp 3,5 triliun memasuki babak tuntutan. Jaksa Kejati Jatim akhirnya menuntut keempat terdakwa bersalah dalam kasus penipuan jual beli emas.

Dalam tuntutannya, Jaksa Winarko dari Kejati Jatim menyatakan keempat terdakwa, yakni Endang Kumoro, mantan head office Butik Emas Logam Mulia dan tiga marketing, Eksi Anggraini, Misdianto dan Ahmad Purwanto, terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah.

Keempat terdakwa terbukti melakukan penipuan jual beli 7 ton emas PT Aneka Tambang, (PT. Antam) senilai Rp 3,5. Perbuatan keempat terdakwa melanggar pasal 378 KUHP juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Dari keempat terdakwa, terdakwa Eksi Anggraeni dituntut paling tinggi dengan hukuman 3 tahun 10 bulan penjara. Sedangkan terdakwa Endang Kumoro dan Misdianto sama-sama dituntut 3 tahun 6 bulan penjara. Sementara terdakwa Ahmad Purwanto hanya dituntut 2 tahun 6 bulan penjara.

Atas tuntutan ini, keempat terdakwa menilai tuntutan Jaksa terlalu berat. Keempat terdakwa menilai tidak ada kerugian lantaran sudah mengembalikan uang kepada korban, Budi Said. Usai pembacaan tuntutan ini, majelis hakim yang diketuai Maxi Sigarlaki ini memberi kesempatan kepada keempat terdakwa untuk menyampaikan pembelaannya pada tanggal 3 Desember mendatang.

Sekedar diketahui, kasus penipuan jual beli emas ini berawal saat Budi Said, pengusaha emas membeli emas seberat 7 ton atau 7.071 kilogram emas senilai Rp 3,5 triliun. Korban  tergiur iming-iming diskon pembelian emas di PT Antam yang ditawarkan terdakwa eksi anggraini.

Saat itu, para terdakwa menjelaskan bila harga emas setelah diskon yakni 530 juta rupiah. Tergiur diskon tersebut, bjdi said lalu membeli 20 kilogram emas senilai 10,6 miliar rupiah. Namun Budi Said hanya mendapatkan 17,6 kilogram emas.

Belum sempat menerima kekurangan emas, Budi Said kembali mendapat tawaran emas dengan harga diskon. Budi Said membeli 7 ton atau 7.071 kilogram emas senilai Rp 3,5 triliun rupiah, namun hanya menerima 5,9 ton emas. Sementara kekurangan 1,1 ton emas tidak jelas lantaran tidak mendapat jawaban pasti dari keempat terdakwa. Akibat peristiwa ini, Budi said mengaku mengalami kerugian Rp 573 miliar. (end)

Berita Terkait

Komplotan Penipu Emas 7 Ton Dituntut 3,5 Tahun

Komplotan Penipu Emas Palsu Diringkus Polisi
Berita Terpopuler
Obyek Wisata Budug Asu Bisa Lewati 2 Jalur Berbeda
Malang Raya  13 jam

Tanaman Padi Rusak Diterjang Angin Kencang
Peristiwa  9 jam

Hasil Otopsi Korban Pembunuhan Ada Tindak Kekerasan
Peristiwa  7 jam

Tingkatkan Efektif Sekolah Daring di Sekolah Luar Biasa
Malang Raya  11 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan

Polisi Amankan 169 Orang Dalam Aksi Demo Lanjutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber