Berita Terbaru :
Disporapar Gelar Lomba Cipta Masker
Tes Swab Guru SMP Hampir Selesai
Libur Panjang Jasa Penitipan Kucing Laris Manis
Wisata Edukasi Kayu Putih Manyung
Libur Panjang, Kampung Cokelat Terapkan Protokol Kesehatan yang Ketat
Polisi Ciptakan Laporan Kehilangan Via Aplikasi, Cegah Penyebaran Covid19
   

Komplotan Penipu Emas 7 Ton Dituntut 3,5 Tahun
Hukum  Selasa, 26-11-2019 | 17:56 wib
Reporter : Fakhrurrozi
Surabaya pojokpitu.com, Perkara sidang penipuan jual beli emas seberat 7 ton atau senilai Rp 3,5 triliun memasuki babak tuntutan. Jaksa Kejati Jatim akhirnya menuntut keempat terdakwa bersalah dalam kasus penipuan jual beli emas.

Dalam tuntutannya, Jaksa Winarko dari Kejati Jatim menyatakan keempat terdakwa, yakni Endang Kumoro, mantan head office Butik Emas Logam Mulia dan tiga marketing, Eksi Anggraini, Misdianto dan Ahmad Purwanto, terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah.

Keempat terdakwa terbukti melakukan penipuan jual beli 7 ton emas PT Aneka Tambang, (PT. Antam) senilai Rp 3,5. Perbuatan keempat terdakwa melanggar pasal 378 KUHP juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Dari keempat terdakwa, terdakwa Eksi Anggraeni dituntut paling tinggi dengan hukuman 3 tahun 10 bulan penjara. Sedangkan terdakwa Endang Kumoro dan Misdianto sama-sama dituntut 3 tahun 6 bulan penjara. Sementara terdakwa Ahmad Purwanto hanya dituntut 2 tahun 6 bulan penjara.

Atas tuntutan ini, keempat terdakwa menilai tuntutan Jaksa terlalu berat. Keempat terdakwa menilai tidak ada kerugian lantaran sudah mengembalikan uang kepada korban, Budi Said. Usai pembacaan tuntutan ini, majelis hakim yang diketuai Maxi Sigarlaki ini memberi kesempatan kepada keempat terdakwa untuk menyampaikan pembelaannya pada tanggal 3 Desember mendatang.

Sekedar diketahui, kasus penipuan jual beli emas ini berawal saat Budi Said, pengusaha emas membeli emas seberat 7 ton atau 7.071 kilogram emas senilai Rp 3,5 triliun. Korban  tergiur iming-iming diskon pembelian emas di PT Antam yang ditawarkan terdakwa eksi anggraini.

Saat itu, para terdakwa menjelaskan bila harga emas setelah diskon yakni 530 juta rupiah. Tergiur diskon tersebut, bjdi said lalu membeli 20 kilogram emas senilai 10,6 miliar rupiah. Namun Budi Said hanya mendapatkan 17,6 kilogram emas.

Belum sempat menerima kekurangan emas, Budi Said kembali mendapat tawaran emas dengan harga diskon. Budi Said membeli 7 ton atau 7.071 kilogram emas senilai Rp 3,5 triliun rupiah, namun hanya menerima 5,9 ton emas. Sementara kekurangan 1,1 ton emas tidak jelas lantaran tidak mendapat jawaban pasti dari keempat terdakwa. Akibat peristiwa ini, Budi said mengaku mengalami kerugian Rp 573 miliar. (end)

Berita Terkait

Komplotan Penipu Emas 7 Ton Dituntut 3,5 Tahun

Komplotan Penipu Emas Palsu Diringkus Polisi
Berita Terpopuler
Polisi Ciptakan Laporan Kehilangan Via Aplikasi, Cegah Penyebaran Covid19
Teknologi  5 jam

Libur Panjang, Kampung Cokelat Terapkan Protokol Kesehatan yang Ketat
Mlaku - Mlaku  4 jam

Wisata Edukasi Kayu Putih Manyung
Mlaku - Mlaku  3 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber