Berita Terbaru :
Waspada Bencana, BPBD Gandeng Badan Geologi Teliti Potensi Likuefaksi di Jatim
Warga Panen Ikan Saat Debit Air Waduk Dawuhan Mengering
Seorang Pemuda Ngaku Dapat Bisikan Gaib Untuk Begal Payudara Wanita
Polrestabes Surabaya Terima 100 Ribu Masker Kesehatan Untuk Masyarakat Miskin
Pemkot Tutup Karanggayam, 20 Club Persebaya Mengadu dan Dukung MA-Mujiaman
Pemkab Gresik Sangat Serius Untuk Meningkatkan Pelayanan Kesehatan
Euphoria Sepak Bola Usia Dini
Dewan Adat Majapahit Protes Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Sejumlah Karyawati Pabrik
Dua Pasang Calon Walikota Blitar Deklarasikan Kampanye Damai dan Sehat
Deklarasi Damai, Kampanye Pilkada Kota Surabaya Harus Sesuai Protokol Kesehatan
Bawaslu Ajak Kedua Paslon Disiplin Menerapkan Protokol Kesehatan Saat Kampanye
Forkopimda Gelar FGD dan Deklarasi Pilkada Damai Serta Sehat
Satreskrim Polresta Banyuwangi Bekuk Dua Pelaku dan Empat Penadah Motor
Dispendukcapil Tolak Permintaan RSUD Soal Perubahan Akta Bayi
Seluruh Paslon Deklarasi Pemilu Damai
   

Kemarau Berkelanjutan, Sumber PDAM di Pacitan Mengering
Mataraman  Selasa, 26-11-2019 | 06:12 wib
Reporter : Edwin Adji
Pacitan pojokpitu.com, Dampak kemarau panjang membuat sumber air baku Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Pacitan, berkurang hingga 60 persen. Bahkan beberapa diantaranya telah mengering, akibatnya pasokan air bersih ke ratusan pelanggan pun di berhentikan sementara.

Tak kunjung turun hujan membuat sejumlah wilayah terdampak kekeringan kini kondisinya semakin parah. Bahkan sumber baku PDAM pun tak luput di landa kekeringan.

Salah satu sumber air baku milik pdam yang mengering adalah embung kowang, di Desa Penggung, Kecamatan Nawangan, Pacitan.  Embung seluas kurang lebih 1 hektar tersebut mengering, akibat  dampak dari kemarau panjang .

Terlihat air yang tersisa kini kondisinya keruh dan tidak bisa lagi ambil, retakan tanah juga terlihat hampir  diseluruh dasar embung.
Sebelumnya, air dari embung kowang ini,dialirkan ke 293 pelanggan pdam di tiga desa, yakni  Desa Penggung,Desa Pakis Baru dan Desa Ngromo, Kecamatan Nawangan. Namun sejak seminggu terakhir, aliran air putus total.

Parto, warga setempat mengatakan, embung kowang ini sebelumnya belum pernah kering, pada musim kemarau sebelumnya. Air baku PDAM itu masih bisa dialirkan keseluruh pelanggan.

Namun kemarau pada tahun 2019 kali ini yang terjadi selama 8 bulan lamanya, mengakibatkan sumber pdam tersebut nyaris kering kerontang.  "Selain dampak musim kemarau, dangkalnya embung juga menjadi salah satu penyebabnya. Embung yang awalnya sedalam 8 meter itu kini tinggal separuhnya saja karena tertimbun lumpur," kata Parto.

Agus Suseno, Direktur PDAM Pacitan, menjelaskan, Akibat mengeringnya air baku pdam itu, pelayanan di  pdam upt penggung  berhenti total, kantor PDAM nampak sepi tanpa ada aktifitas pekerja. "Untuk sementara waktu  seluruh pelanggan PDAM pun dibebaskan dari operasional biaya bulanan," kata Agus Suseno.

Selain sumber PDAM UPT Penggung di Kecamatan Nawangan yang sudah tidak bisa mengairi ratusan rumah warga, beberpa titik sumber baku lainnya juga terancam dengan kondisi serupa, apabila tak segera turun hujan. (yos)

Berita Terkait

Terdampak Kekeringan, Warga Harus Ambil Air di Tengah Hutan

Bencana Kekeringan Belum Bisa Diatasi, Terutama Daerah Kering Kritis

Penyalahgunaan Lahan Sebabkan Kekeringan Berulang di Jatim

Kemarau Panjang 4 Waduk Kering, Tanaman Jagung Mati
Berita Terpopuler
Puluhan Santri Pesantren Terpapar Covid 19
Covid-19  7 jam

Dispendukcapil Tolak Permintaan RSUD Soal Perubahan Akta Bayi
Peristiwa  5 jam

Padat Karya Mangrove bagi Pemulihan Ekonomi Nasional
Peristiwa  13 jam

LSM Yakini RSUD Tak Melakukan Mal Administrasi
Peristiwa  19 jam



Cuplikan Berita
Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber