Berita Terbaru :
KPU Mulai Distribusikan Logistik ke Kecamatan
Sebanyak 22.126 Petugas Penyelenggara Pilkada Tuban Jalani Rapit Test
Ibu Setengah Baya Tertangkap Basah Curi Ikan
Sopir Bus Jalani Tes Kesehatan Dengan Prokes Ketat
Polres Malang Koordinasi Masa Tenang Rawan Money Politic
Covid 19 Melonjak Kapolda Akan Intensifkan Operasi Yustisi
Ekskavasi Situs Sumberbeji Tahap Tiga Berakhir
   

Hampir Dua Pekan, Nelayan Sedati Merugi Akibat Perubahan Cuaca Ekstrim di Tengah Laut
Peristiwa  Senin, 25-11-2019 | 20:15 wib
Reporter : Usrox Indra
Sidoarjo pojokpitu.com, Akibat cuaca ekstrim di Selat Madura, dua pekan terakhir ini, ratusan nelayan tradional di Kecamatan Sedati memilih tidak melaut. Selain karena sering ada badai kecepatan angin membuat hasil tangkapan ikan tidak seperti biasanya.

Ratusan perahu nelayan di Desa Gisik Cemandi ini  sudah hampir  dua pekan terakhir bersandar dan tidak dioperasikan untuk mencari ikan. Para nelayan enggan melaut, karena terhalang  cuaca buruk.

Tinggi gelombang di perairan Sedati, terutama di Selat Madura . Perahu-perahu yang berukuran kecil ini, tidak mampu menghadapi hantaman gelombang yang tinggi, dan membahayakan nelayan.

Menurut nelayan Sutrisno, kalau pun ada nelayan nekad melaut, mereka tidak berani terlalu ke tengah laut, sehingga hanya mendapatkan ikan kecil dan sedikit. Kondisi dinginnya permukaan laut juga mempengaruhi tangkapan ikan para nelayan.

Sementara itu, menurut Kepala Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandara Juanda di Sidoarjo Jawa Timur saat dihubungi melalui telepon,  tinggi gelombang dan kecepatan angin  05 - 30 km/jam diperkirakan masih akan terjadi hingga beberapa hari ke depan.(end)


Berita Terkait

Hampir Dua Pekan, Nelayan Sedati Merugi Akibat Perubahan Cuaca Ekstrim di Tengah Laut

Hampir Dua Pekan, Nelayan Sedati Merugi Akibat Perubahan Cuaca Ekstrim di Tengah Laut
Berita Terpopuler
Covid 19 Melonjak Kapolda Akan Intensifkan Operasi Yustisi
Covid-19  6 jam

Polres Malang Koordinasi Masa Tenang Rawan Money Politic
Malang Raya  5 jam

Sopir Bus Jalani Tes Kesehatan Dengan Prokes Ketat
Malang Raya  4 jam

Ekskavasi Situs Sumberbeji Tahap Tiga Berakhir
Peristiwa  7 jam



Cuplikan Berita
Banjir Kiriman Rendam 54 Rumah Warga di Kawasan Kota
Pojok Pitu

Kejam, Sesosok Bayi Mungil Ditelantarkan di Pos Ronda
Pojok Pitu

Semeru Erupsi, Ratusan Warga di Kecamatan Pronojiwo Semeru Mengungsi
Jatim Awan

Covid Meningkat, Tatap Muka SMA/SMK Dihentikan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber