Berita Terbaru :
Konvesi PSI: Bacalon Wali Kota Surabaya Berdebat Seru soal Pasar Turi hingga PHK Massal
BPCB Jatim Mulai Uji Coba Eskavasi Situs Kumitir Jatirejo
Polisi Tangkap Pencuri Motor Lengkap Dengan 7 Hasil Curian
Inspektorat Terjunkan 4 Tim Kejar Kutu Dalam Program BPNT
Pasukan Garuda Indonesia Mampu Akhiri Peperangan Antar Suku di Kongo
Lima Bulan Terakhir Jumlah Penderita HIV/Aids Bojonegoro Mencapai 39 Orang
TMMD Tulungagung Terapkan Protokol Kesehatan Selama Masa Pandemi Covid-19
Inovasi Batako Berbahan Dasar Abu Sisa Pembakaran Sampah
Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covid-19
   

Ratusan Mahasiswa Tolak Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan
Tapal Kuda Dan Madura  Senin, 25-11-2019 | 16:25 wib
Reporter : Moh. Hasan
Pamekasan pojokpitu.com, Ratusan mahasiswa di Kabupaten Pamekasanmenolak pemerintah yang akan menaikkan iuran BPJS kesehatan pada 2020 mendatang. Kebijakan itu dinilai semakin menyengsarakan rakyat.

Massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) mendatangi DPRD Pamekasan. Mereka berjalan kaki sejauh sekitar 1 kilo meter dari Arek Lancor. Guna menolak rencana kenaikan iuran BPJS kesehatan pada tahun depan.

Menurut Akhmad Hokim, Ketua HMI Cabang Pamekasan, kenaikan iuran BPJS kesehatan hingga 100 persen akan menambah kesengsaraan bagi masyarakat.Apalagi bagi masyarakat menengah ke bawah.

Karena itu, meminta sistem BPJS dievaluasi, dan pemerintah seharusnya hadir untuk memberikan pertolongan dan pengayoman kepada masyarakat.

"Kami menolak peraturan presiden (perpres) nomor 75 tahun 2019 tentang perubahan atas perpres nomor 82 tahun 2018 tentang jaminan kesehatan. Yang mana kenaikan iuran terjadi diseluruh peserta mandiri kategori Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI). Karena kenaikan hingga 100 persen sangat mencekik masyarakat," kata Akhmad Hokim.

Aksi ini disambut pihak DPRD Pamekasan yang juga sepakat menolak iuran BPJS kesehatan. Namun mahasiswa akan terus mengawal tuntutannya agar disampaikan ke pemerintah pusat. (pul)




Berita Terkait

Polda Jatim Terjunkan Propam, Periksa 28 Orang yang Terlibat Demo di Pamekasan

Demo Mahasiswa Tolak Tambang Ilegal Berujung Ricuh, Satu Orang Terluka

Demo Mahasisiwa Tuntut Penurunan UKT Berlangsung Saling Dorong

Demo Mahasiswa Ponorogo Ricuh
Berita Terpopuler
Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covi...selanjutnya
Life Style  11 jam

BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Peristiwa  10 jam

Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
Kesehatan  9 jam

Inovasi Batako Berbahan Dasar Abu Sisa Pembakaran Sampah
Teknologi  8 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber