Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Hukum 

Kok Pimpinan KPK Sibuk Masalah Ustaz Abdul Somad?
Senin, 25-11-2019 | 04:20 wib
Oleh :
Jakarta pojokpitu.com, Anggota Komisi III DPR Asrul Sani mengkritik langkah pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi yang berupaya mencegah pegawai KPK mengundang Ustaz Abdul Somad (UAS) ceramah di gedung lembaga Antirasuah, Selasa (19/11).

Menurut dia, pimpinan KPK tidak memiliki tugas, pokok, dan fungsi untuk melarang UAS berceramah.

"Kalau dikaitkan dengan tupoksi KPK, pimpinan KPK ini, kan, harusnya tidak jadi persoalan besar terkait UAS ceramah," kata Arsul saat ditemui awak media di Jakarta, Minggu (24/11).

Arsul menuturkan, seharusnya pimpinan KPK saat ini lebih sibuk menyiapkan laporan akuntabilitas ketimbang mempersoalkan tausiah UAS.

Terlebih, masa jabatan pimpinan KPK saat ini akan berakhir pada Desember 2019.

"Kami ingin pimpinan KPK menyiapkan laporan akuntabilitas selama empat tahun kemarin. Apa, sih, yang sudah dikerjakan dan belum dikerjakan," ujar dia.

Menurut Arsul, laporan akuntabilitas penting untuk disusun. Sebab, laporan itu bisa menjadi bahan evaluasi bagi kepemimpinan KPK selanjutnya.

"Kalau belum dikerjakan, ini jadi fokus utama yang akan dikerjakan KPK periode selanjutnya. Kami harapkan ada memori yang komprehensif sekarang kepada pimpinan KPK yang mulai memimpin pada sejak 21 Desember," ucap Arsul Sani. (mg10/jpnn/end)

Berita Terkait


Rumah Tangga UAS Ternyata Sudah Bermasalah Sejak 4 Tahun Lalu

Kok Pimpinan KPK Sibuk Masalah Ustaz Abdul Somad?

Mengenang Ibunda Rohana, Begini Kata Ustaz Abdul Somad

Inilah Jadwal Ust Abdul Somad di Surabaya dan Sidoarjo


Tak Masuk Daftar 200 Mubalig, Nih Respons Ustaz Abdul Somad

Ustaz Abdul Somad: Bela Islam Bukan dengan Bom Bunuh Diri

Inilah Jadwal Ust Abdul Somad di Surabaya dan Sidoarjo
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber