Berita Terbaru :
Dituntut 7 Tahun, Sekda Gresik Divonis Bebas
Dua Penyuap Bupati Sidoarjo Syaiful Ilah Diadili
Penyemprotan Massal Terus Digalakkan Cegah Covid-19
Cairan Desinfektan Untuk Penyemprotan Dan Bilik Sterilisasi Dipastikan Aman
Dewan Kota Surabaya Soroti Kandungan Bahan Kimia Bilik Sterilisasi yang Dibuat Pemkot
Pemkot Surabaya Akan Terapkan Karantina Wilayah Cegah Covid 19
Kondisi Terkini Penyebaran Virus Covid 19 di Kabupaten Sidoarjo
Jokowi Larang Warga Mudik ke Kampung Halaman
Bupati Banyuwangi Umumkan 1 PDP Positif Virus Corona
Empat Positif Covid-19, Petugas Gabungan Semprot Disinfektan di Wilayah Kecamatan Terdampak
Pemburu Biawak Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai
Dituntut 7 Tahun, Sekda Gresik Divonis Bebas
Pasien Positif Covid 19, Jalani Isolasi Mandiri di Rumah
Pastikan Tidak Lockdown, Targetkan Zero Covid-19
Anggota DPRD Jatim Diana Amaliyah Nilai APD di Magetan Masih Minim
   

Facebook Hapus 3,2 Miliar Akun Palsu
Teknologi  Senin, 25-11-2019 | 02:26 wib
Reporter :
pojokpitu.com, Facebook sudah menghapus sedianya 3,2 miliar akun palsu dari April hingga September ini. Termasuk jutaan unggahan mengenai pelecehan anak dan bunuh diri.

Langkah strategis itu diakui Facebook merupakan pertama kali dilakukan, khususnya dengan jumlah sebanyak itu.

Dikutip dari Reuters, Rabu (20/11), deteksi terhadap konten yang melanggar, memang masih lebih rendah di Instagram daripada di Facebook.

Selain itu, Facebook juga telah menghapus lebih dari 11,6 juta konten yang menggambarkan ponografi anak dan eksploitasi seksual anak-anak, dan 754.000 konten di Instagram selama kuartal ketiga.

Facebook mengatakan telah menghapus 2,5 jutaan yang mendekati upaya melukai diri sendiri dan bunuh diri. Perusahaan juga menghapus 4,4 juta konten terkait transaksi narkotika.

Penegakan hukum khawatir bahwa rencana Facebook untuk memberikan privasi yang lebih besar kepada pengguna, dengan mengenkripsi layanan pesan akan menghambat upaya untuk memerangi kekerasan terhadap anak.

Hal itu seiring dengan temuan para peneliti yang menyebut, Instagram turut menjadi penyebar informasi yang tidak benar dan hoaks.

Direktur FBI, Christopher Wray mengatakan, perubahan itu bakal membuat platform menjadi surga bagi predator dan pelaku pornografi anak.

Tak hanya itu, untuk pertama kalinya laporan moderasi konten juga menampilkan data terkait langkah yang dilakukan Facebook terhadap konten mengarah ke bunuh diri. (mg9/jpnn/end)

Berita Terkait

Facebook Hapus 3,2 Miliar Akun Palsu

Facebook Tegaskan Mencuri Data Bukan Dasar Bisnisnya

Facebook Kembangkan Aplikasi Perpesanan Baru Bernama Threads

Facebook Akan Hadirkan Gim Populer ke dalam Oculus VR
Berita Terpopuler
Mantan Kadinkes Kabupaten Malang Akhirnya Ditahan Kejari Kabupaten Malang
Hukum  6 jam

Dituntut 7 Tahun, Sekda Gresik Divonis Bebas
Hukum  4 jam

Puluhan Peserta Kongres Demokrat Dites Corona, Begini Hasilnya
Politik  20 jam

Tulungagung Konfirmasi Kasus Positif Covid 19 Pertama
Covid-19  11 jam



Cuplikan Berita
Viral, Wakil Bupati Sidoarjo Ikut Memakamkan Pasien Positif Corona
Pojok Pitu

Seorang Dokter Sidoarjo Tertular Virus Covid 19, Satu Perawat PDP
Pojok Pitu

Gubernur Jatim Takziah ke Kediaman Ibunda Presiden Jokowi
Jatim Awan

Santri di Jombang Gelar Sholat Ghoib Ibunda Presiden
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber