Berita Terbaru :
LPT Unair Berhenti Layani Pemeriksaan Spesimen 14 Hari Ke Depan
Terseret Banjir Kali Lamong Dua Orang Meningal Dunia
Puluhan Warga Surabaya Serukan Aksi Tolak PSBB Jilid 3
New Normal Tak Pengaruhi Pembelajaran Praktikum Mahasiswa FK
Pemkot Bantah Cuitan Viral Seorang Dokter di Twitter
Tim Labfor Olah TKP Lokasi Kejadian Tewasnya 2 Bocah Dalam Mobil
Peduli Terhadap Warga yang Terdampak Pandemi Dengan Sediakan Lapak Gratis
Perketat Arus Balik Polda Jatim Sekat Perbatasan
Rumah Sakit Darurat Siap Difungsikan
Jalur Poros dan SPBU di Pantura Terpantau Sepi
Cluster Pabrik Rokok, 1 Warga Terkonfirmasi Positif Covid-19
Jokowi Minta Tambahkan Personil TNI Polri Untuk Turunkan Kurva Covid 19 di Jatim
Disinyalir Penyandang Dana Buat Balon, Seorang ASN Diperiksa Polisi
Polsek Sukorejo Amankan Balon Udara Siap Diterbangkan
Petugas Check Point Amankan Pengendara Motor Nekat Masuk Jalan Tol
   

Facebook Hapus 3,2 Miliar Akun Palsu
Teknologi  Senin, 25-11-2019 | 02:26 wib
Reporter :
pojokpitu.com, Facebook sudah menghapus sedianya 3,2 miliar akun palsu dari April hingga September ini. Termasuk jutaan unggahan mengenai pelecehan anak dan bunuh diri.

Langkah strategis itu diakui Facebook merupakan pertama kali dilakukan, khususnya dengan jumlah sebanyak itu.

Dikutip dari Reuters, Rabu (20/11), deteksi terhadap konten yang melanggar, memang masih lebih rendah di Instagram daripada di Facebook.

Selain itu, Facebook juga telah menghapus lebih dari 11,6 juta konten yang menggambarkan ponografi anak dan eksploitasi seksual anak-anak, dan 754.000 konten di Instagram selama kuartal ketiga.

Facebook mengatakan telah menghapus 2,5 jutaan yang mendekati upaya melukai diri sendiri dan bunuh diri. Perusahaan juga menghapus 4,4 juta konten terkait transaksi narkotika.

Penegakan hukum khawatir bahwa rencana Facebook untuk memberikan privasi yang lebih besar kepada pengguna, dengan mengenkripsi layanan pesan akan menghambat upaya untuk memerangi kekerasan terhadap anak.

Hal itu seiring dengan temuan para peneliti yang menyebut, Instagram turut menjadi penyebar informasi yang tidak benar dan hoaks.

Direktur FBI, Christopher Wray mengatakan, perubahan itu bakal membuat platform menjadi surga bagi predator dan pelaku pornografi anak.

Tak hanya itu, untuk pertama kalinya laporan moderasi konten juga menampilkan data terkait langkah yang dilakukan Facebook terhadap konten mengarah ke bunuh diri. (mg9/jpnn/end)

Berita Terkait

Facebook Hapus 3,2 Miliar Akun Palsu

Facebook Tegaskan Mencuri Data Bukan Dasar Bisnisnya

Facebook Kembangkan Aplikasi Perpesanan Baru Bernama Threads

Facebook Akan Hadirkan Gim Populer ke dalam Oculus VR
Berita Terpopuler
Cluster Pabrik Rokok, 1 Warga Terkonfirmasi Positif Covid-19
Covid-19  3 jam

Sekolah Shift Untuk Redakan Kejenuhan Siswa
Pendidikan  15 jam

Kasus Covid-19 Surabaya, Diprediksi Segera Mencapai Puncaknya
Covid-19  16 jam

Akses Eks Lokalisasi Dadapan Sumberejo Ditutup Portal
Peristiwa  14 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber