Berita Terbaru :
Petugas Check Point Jaring Travel Gelap dan Ratusan Pelanggar PSBB
Fenomena Gelombang Tinggi Terjang Perairan Pacitan
Pria Kurus Masuk Kantor Dinas Perpustakaan dan Acak Acak Ruang Kerja, Terekam CCTV
Cegah Covid-19, Polisi Dirikan 10 Kampung Tangguh
Di Kabupaten Probolinggo, Positif Covid Bertambah 6 Orang, Total Menjadi 83 Orang
Polisi Olah TKP Kejadian Kebakaran Mobil Menewaskan Dua Anak
Kyai Tokoh Masjid Ampel Tutup Usia Saat Sholat
Risma : Belum Saatnya Bahas New Normal untuk Kota Surabaya
Pesta Narkoba di Villa Pacet, Dua Sopir Travel Digerebek Petugas BNN Kota Mojokerto
New Normal, Jokowi Kerahkan Aparat Disiplinkan Warga di Keramaian
Warga Giripurno Kembali Jalani Rapid Test, Pasien Reaktif Langsung di-Swab Massal
Tabrak Pejalan Kaki Hingga Tewas, Sepeda Motor Ini Terbakar
Tiga Karyawan Reaktif, Layanan Dispendukcapil Tulungagung Ditutup Sementara
Tak Terima Tanaman Pete Ditimbuni Sampah, Kakak Ipar Bantai Adik Ipar
Polisi Periksa 3 TKW Yang Mudik Dari Taiwan
   

Facebook Hapus 3,2 Miliar Akun Palsu
Teknologi  Senin, 25-11-2019 | 02:26 wib
Reporter :
pojokpitu.com, Facebook sudah menghapus sedianya 3,2 miliar akun palsu dari April hingga September ini. Termasuk jutaan unggahan mengenai pelecehan anak dan bunuh diri.

Langkah strategis itu diakui Facebook merupakan pertama kali dilakukan, khususnya dengan jumlah sebanyak itu.

Dikutip dari Reuters, Rabu (20/11), deteksi terhadap konten yang melanggar, memang masih lebih rendah di Instagram daripada di Facebook.

Selain itu, Facebook juga telah menghapus lebih dari 11,6 juta konten yang menggambarkan ponografi anak dan eksploitasi seksual anak-anak, dan 754.000 konten di Instagram selama kuartal ketiga.

Facebook mengatakan telah menghapus 2,5 jutaan yang mendekati upaya melukai diri sendiri dan bunuh diri. Perusahaan juga menghapus 4,4 juta konten terkait transaksi narkotika.

Penegakan hukum khawatir bahwa rencana Facebook untuk memberikan privasi yang lebih besar kepada pengguna, dengan mengenkripsi layanan pesan akan menghambat upaya untuk memerangi kekerasan terhadap anak.

Hal itu seiring dengan temuan para peneliti yang menyebut, Instagram turut menjadi penyebar informasi yang tidak benar dan hoaks.

Direktur FBI, Christopher Wray mengatakan, perubahan itu bakal membuat platform menjadi surga bagi predator dan pelaku pornografi anak.

Tak hanya itu, untuk pertama kalinya laporan moderasi konten juga menampilkan data terkait langkah yang dilakukan Facebook terhadap konten mengarah ke bunuh diri. (mg9/jpnn/end)

Berita Terkait

Facebook Hapus 3,2 Miliar Akun Palsu

Facebook Tegaskan Mencuri Data Bukan Dasar Bisnisnya

Facebook Kembangkan Aplikasi Perpesanan Baru Bernama Threads

Facebook Akan Hadirkan Gim Populer ke dalam Oculus VR
Berita Terpopuler
Banjir Bandang Terjang Pantura
Peristiwa  9 jam

Cegah Pemudik, Warga Pasang Portal Pocong dan Keranda Mayat di Pintu Masuk Kampu...selanjutnya
Covid-19  11 jam

Polisi Amankan Balon Udara Yang Nyaris Bakar Rumah Warga
Peristiwa  10 jam

Tak Terima Tanaman Pete Ditimbuni Sampah, Kakak Ipar Bantai Adik Ipar
Peristiwa  8 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber