Berita Terbaru :
Tren Naik Perkara Perceraian di Tengah Pandemi
Aliansi Cinta NKRI Dukung Polda Jatim Bubarkan Deklarasi KAMI
Tim Patroli Air Jatim Pantau Pembuangan Limbah Industri
Mayat Seorang Perempuan Ditemukan di Lahan Tebu Gegerkan Warga
Seni Lukis Gentong Bekas Jadi Karya Bernilai Tinggi
Ruko Jual Aneka Kerupuk di Area Pasar Baru Ludes Terbakar, Petugas Butuh 3 Jam Padamkan Api
Bawaslu Temukan Oknum ASN Beri Dukungan, Unggah Gambar Salah Satu Paslon Di Medsos
Tim Cyber Polres Blitar Kota Patroli Dunia Maya Temukan Indikasi Kampanye Hitam
Hipakad Jatim : Jika Aksi KAMI Adalah Makar , Maka Mestinya Diproses Hukum
Sampai Saat Ini Pemprov Jatim Belum Menyerahkan KUA PPAS Kepada DPRD Jatim
Lpg Melon Cepat Habis, Diduga Digunakan Untuk Pertanian
Hutan Pohon Pelangi, Spot Selfie Apik Bagi Pengunjung
Angka Pernikahan Dini di Kabupaten Madiun Meningkat 100 Persen
Sutiaji: Tingkat Kedisiplinan Warga Untuk Pakai Masker Semakin Tinggi
   

Hampir Dua Pekan, Nelayan Sedati Merugi Akibat Perubahan Cuaca Ekstrim di Tengah Laut
Peristiwa  Minggu, 24-11-2019 | 16:58 wib
Reporter : Usrox Indra
Sidoarjo pojokpitu.com, Akibat cuaca ekstrim di Selat Madura, dua pekan terakhir ini, ratusan nelayan tradional di Kecamatan Sedati memilih tidak melaut. Selain karena sering ada badai kecepatan angin membuat hasil tangkapan ikan tidak seperti biasanya.

Ratusan perahu nelayan di Desa Gisik Cemandi ini  sudah hampir  dua pekan terakhir bersandar dan tidak dioperasikan untuk mencari ikan. Para nelayan enggan melaut, karena terhalang  cuaca buruk.

Tinggi gelombang di perairan Sedati, terutama di Selat Madura . Perahu-perahu yang berukuran kecil ini, tidak mampu menghadapi hantaman gelombang yang tinggi, dan membahayakan nelayan.

Menurut nelayan Sutrisno, kalau pun ada nelayan nekad melaut, mereka tidak berani terlalu ke tengah laut, sehingga hanya mendapatkan ikan kecil dan sedikit. Kondisi dinginnya permukaan laut juga mempengaruhi tangkapan ikan para nelayan.

Sementara itu, menurut Kepala Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandara Juanda di Sidoarjo Jawa Timur saat dihubungi melalui telepon,  tinggi gelombang dan kecepatan angin  05 - 30 km/jam diperkirakan masih akan terjadi hingga beberapa hari ke depan.(end)


Berita Terkait

Hampir Dua Pekan, Nelayan Sedati Merugi Akibat Perubahan Cuaca Ekstrim di Tengah Laut

Hampir Dua Pekan, Nelayan Sedati Merugi Akibat Perubahan Cuaca Ekstrim di Tengah Laut
Berita Terpopuler
Hutan Pohon Pelangi, Spot Selfie Apik Bagi Pengunjung
Mlaku - Mlaku  11 jam

Tim Patroli Air Jatim Pantau Pembuangan Limbah Industri
Metropolis  46 menit

Angka Pernikahan Dini di Kabupaten Madiun Meningkat 100 Persen
Peristiwa  11 jam

Sampai Saat Ini Pemprov Jatim Belum Menyerahkan KUA PPAS Kepada DPRD Jatim
Politik  9 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Massa Hadang Penjemputan Pasien Covid 19
Pojok Pitu

Satu Guru Terpapar Covid-19, SMKN 1 Bojonegoro Kembali Belajar Daring
Pojok Pitu

Langgar Protokol Kesehatan Pertunjukan Seni Musik Tradisional Dibubarkan Satgas ...selanjutnya
Jatim Awan

Angka Gugat Cerai di Sidoarjo Didominasi oleh Pihak Istri
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber