Berita Terbaru :
Tekan Penyebaran Covid-19, Pemkot Malang Kembali Tutup Jalan Ijen dan Veteran
Imam Masjid Girilaya : Machfud Arifin Pemimpin Yang Terbukti Peduli, Bukan Pemimpin Obral Janji
Waspada Bencana, BPBD Gandeng Badan Geologi Teliti Potensi Likuefaksi di Jatim
Warga Panen Ikan Saat Debit Air Waduk Dawuhan Mengering
Seorang Pemuda Ngaku Dapat Bisikan Gaib Untuk Begal Payudara Wanita
Polrestabes Surabaya Terima 100 Ribu Masker Kesehatan Untuk Masyarakat Miskin
Pemkot Tutup Karanggayam, 20 Club Persebaya Mengadu dan Dukung MA-Mujiaman
Pemkab Gresik Sangat Serius Untuk Meningkatkan Pelayanan Kesehatan
Euphoria Sepak Bola Usia Dini
Dewan Adat Majapahit Protes Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Sejumlah Karyawati Pabrik
Dua Pasang Calon Walikota Blitar Deklarasikan Kampanye Damai dan Sehat
Deklarasi Damai, Kampanye Pilkada Kota Surabaya Harus Sesuai Protokol Kesehatan
Bawaslu Ajak Kedua Paslon Disiplin Menerapkan Protokol Kesehatan Saat Kampanye
Forkopimda Gelar FGD dan Deklarasi Pilkada Damai Serta Sehat
Satreskrim Polresta Banyuwangi Bekuk Dua Pelaku dan Empat Penadah Motor
   

Tradisi Pariopo Hodo Dipercaya Dapat Menurunkan Hujan
Tapal Kuda Dan Madura  Minggu, 24-11-2019 | 03:03 wib
Reporter : Andi Nurcholis
Bertempat di Dusun Pariopo, Desa Bantal, Kecamatan Asembagus, Situbondo, masyarakat setempat menggelar festival pariopo hodo. Foto: Andi Nurcholis
Situbondo pojokpitu.com, Masyarakat Dusun Pariopo Desa Bantal Kecamatan Asembagus Situbondo, memiliki ritual unik di saat musim kemarau panjang. Adalah ritual hodo , dimana tradisi ritual ini di percaya bisa menurunkan hujan. Dalam festival ritual hodo, merupakan perpaduan antara nilai agama islam serta kebudayaan masyarakat Madura dan Jawa. Persembahan sesaji disertai pembacaan doa dipimpin tokoh adat setempat untuk meminta hujan.

Budaya hodo sendiri sudah ada dua abad lebih ini, bagi masyarakat pariopo ritual hodo digelar setiap musim kemarau dan meminta hujan segera turun. Konon, budaya hodo merupakan perpaduan antara nilai agama Islam, serta kebudayaan masyarakat Madura dan Jawa.

Bagi masyarakat setempat, upacara pariopo hodo merupakan kegiatan sakral yang diyakini dapat memanggil hujan. Istilah kata hodo berasal dari bahasa Madura, Do Hodo yang artinya di atas langit masih ada langit.

Sekretaris Daerah Kabupaten Situbondo, Syaifullah, mengatakan, Pemkab melalui Dinas Priwisata, menfasilitasi kegiatan festival pariopo hodo ini karena masyarakat Dusun Pariopo di Desa Bantal masih terus melestarikan kebudayaan leluhur. "Kebudayaan hodo sudah ada sejak tahun 1800 dan hingga kini masih dilestarikan," kata Syaifullah.

Hadi Priyatno, anggota DPRD Situbondo, menjelaskan, tradisi yang bisa dipertahankan ini, pihaknya akan terus mendukung pemerintah daerah untk bisa melestarikan seluruh budaya Kabupaten Situbondo.

Ritual hodo biasanya dilakukan antara bulan November  dan Oktober. Ritual hodo hanya dilaksanakan disejumlah tempat yang dikeramatkan, seperti di gunung atau di sumber mata air. (yos)

 






Berita Terkait

Tradisi Pariopo Hodo Dipercaya Dapat Menurunkan Hujan

Berharap Segera Turun Hujan, Warga Ritual Dengan Cara Menggelar Tari Tarian

Tradisi Mandi Kucing, Ritual Petani di Jombang Meminta Hujan
Berita Terpopuler
Puluhan Santri Pesantren Terpapar Covid 19
Covid-19  8 jam

Dispendukcapil Tolak Permintaan RSUD Soal Perubahan Akta Bayi
Peristiwa  5 jam

Padat Karya Mangrove bagi Pemulihan Ekonomi Nasional
Peristiwa  13 jam

LSM Yakini RSUD Tak Melakukan Mal Administrasi
Peristiwa  19 jam



Cuplikan Berita
Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber