Berita Terbaru :
Mendikbud Nadiem Ingin Kepsek dari Guru Penggerak, Indra Merasa Heran
Blitar Diguncang Gempa 5.3 Skala Richter
Konvesi PSI: Bacalon Wali Kota Surabaya Berdebat Seru soal Pasar Turi hingga PHK Massal
BPCB Jatim Mulai Uji Coba Eskavasi Situs Kumitir Jatirejo
Polisi Tangkap Pencuri Motor Lengkap Dengan 7 Hasil Curian
Inspektorat Terjunkan 4 Tim Kejar Kutu Dalam Program BPNT
Pasukan Garuda Indonesia Mampu Akhiri Peperangan Antar Suku di Kongo
Lima Bulan Terakhir Jumlah Penderita HIV/Aids Bojonegoro Mencapai 39 Orang
TMMD Tulungagung Terapkan Protokol Kesehatan Selama Masa Pandemi Covid-19
Inovasi Batako Berbahan Dasar Abu Sisa Pembakaran Sampah
Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covid-19
   

Dikpora Catat Ada Dua Siswa yang Kecanduan Game Online
Pendidikan  Jum'at, 22-11-2019 | 22:14 wib
Reporter : M. Ramzi
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Magetan, Suwoto
Magetan pojokpitu.com, Laporan adanya siswa yang tidak masuk sekolah karena diduga kecanduan game online bukan baru kali ini saja. Sebelumnya Dinas Pendidikan Kabupaten Magetan, juga mendapat aduan yang sama. Salah satu siswa SMP juga kecanduan game online, yang akhirnya tidak masuk sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Magetan, Suwoto, menjelaskan, pihaknya mencatat sedikitnya ada dua laporan, adanya siswa yang diduga kecanduan game online dan tidak masuk sekolah.

Selain di SDN Banjarpanjang, sebelumnya juga terjadi hal yang sama yang menimpa pelajar smp di kecamatan plaosan magetan. "Kita sudah menerjunkan psikiater, kerjasama dengan salah satu perguruan tinggi di Madiun," kata Suwoto.

Suwoto menilai, kasus tersebut tidak melulu tanggung jawab sekolah, karena yang lebih penting adalah peran orang tua, untuk mengawasi anaknya.
"Karena dari waktu 24 jam, lebih banyak dihabiskan di rumah bersama keluarga," kata Suwoto.

Menurut Suwoto, untuk kasus siswa SD, AR saat ini sudah selesai karena yang bersangkutan sudah masuk sekolah. Begitu juga siswa SMP yang sudah mulai masuk sekolah.

"Kami berharap orang tua benar-benar mengawasi anaknya, sehingga tidak terjadi lagi kasus kecanduan game online, yang bisa mengganggu anak dalam menuntut ilmu di sekolah," imbuhnya. (yos)




Berita Terkait

Dikpora Catat Ada Dua Siswa yang Kecanduan Game Online

Sempat Kecanduan Game, AR Akhirnya Masuk Sekolah

Bolos Sekolah Diciduk Satpol PP, Petugas Menemukan Video Porno

Diduga Kecanduan Game Online, Siswa SD Enggan Masuk Sekolah
Berita Terpopuler
Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covi...selanjutnya
Life Style  13 jam

BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Peristiwa  12 jam

Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
Kesehatan  11 jam

Inovasi Batako Berbahan Dasar Abu Sisa Pembakaran Sampah
Teknologi  10 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber