Berita Terbaru :
Kasus DBD Bojonegoro Capai 67 Orang, 1 Orang Meninggal Dunia.
Batuan Masker Terus Mengalir Untuk Mensukseskan Jatim Bermasker
Nilai Bantuan Sembako Covid-19 Dituding Tidak Sesuai Dengan Jumlah Nominal Rupiah
Calon Penumpang Pewasawat Keluhkan Tingginya Biaya Rapid Test di Bandara Juanda Surabaya
Pendistribusian Bansos Pangan BPNT Diperketat
Temuan Beras Apek dan Berkutu Semakin Meluas
Terlalu Mendadak, Siswa Bingung Tes Rapid
Peserta SBMPTN Mengaku Kecewa Mendapat Informasi Wajib Tes Covid-19 Mendadak
Bagi Masker Kampanyekan Jatim Bermasker
Gugus Tugas Covid Jatim Dapat Support Obat Avigan Dari IHC
Pemkot Akan Gratiskan Tes Covid-19 Bagi Peserta UTBK yang Tidak Mampu
Pencoblosan Dimodifikasi Menyesuaikan Protokol Kesehatan
Peserta KIP dan KTP Surabaya Bisa Tes Rapid Gratis
Ratusan Demo Driver Tuntut Rapid Tes Gratis
Kampus Siapkan Ruang UTBK Dengan Protokol Kesehatan
   

Kakatua Jambul Kuning Abbotti Satu Satunya di Dunia Terancam Punah
Rehat  Kamis, 21-11-2019 | 21:10 wib
Reporter : Wildan Lipu Prasasti
Burung cantik kakatua jambul kuning abbottimerupakan satu-satunya di dunia, yang terancam punah.Jumlahnya hanya puluhan ekor, dan keberadaannya terdapat di salah satu pulau di Sumenep.
Sumenep pojokpitu.com, Kabupaten Sumenep memiliki banyak keindahan yang tersimpan.Selain museum keraton, masjid jamik dan pantai dengan pasir putih nan indah, kabupaten itu juga memiliki spesies burung langkah.Yaitu burung kakatua jambul kuning abbotti.

Burung langka hanya dapat ditemukan di Pulau Masakambing, Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep. Pulau yang memiliki 400 kepala keluarga, berjarak tempuh hingga 18 jam perjalanan dari daratan Kabupaten Sumenep,

Daeng usman petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam, Bksda Kabupaten Sumenep menyebutkan, saat ini jumlah burung kakatua hanya 25 ekor saja. Burung itu diberikan sub spesies tersendiri, karena memiliki ciri khas yang berbeda dibandingkan dengan kakatua jambul kuning lainnya. Yaitu ukurang burung lebih kecil.

Sementara itu, A. Busyro Karim, Bupati Sumenepmenyatakan, pelestarian burung kakatua jambul kuning abotti telah menjadi program pemerintah pusat.

Sekitar tahun 1907 lalu, burung kakatua itu sempat dianggap sebagai hama oleh warga di Pulau Masakambing.Jumlah burung itu hampir mencapai ribuan ekor, dan sering merusak tanaman milik warga.Dulu burung menjadi objek perburuan.

Namun saat ini burung tersebut telah dilindungi. Serta masyarakat memahami keadaan tersebut, serta menjadikan identitas khas Pulau Masakambing. (pul)

Berita Terkait

Kakatua Jambul Kuning Abbotti Satu Satunya di Dunia Terancam Punah
Berita Terpopuler
Masuk Bui, Mantan Kades Sumber Salak Tersangka Korupsi Dana Desa
Hukum  11 jam

Batasi Aktifitas, Tiga Ruas Jalan Nanti Malam Kembali Ditutup
Metropolis  7 jam

Diduga Depresi, Suharti Ditemukan Meninggal di Dalam Sumur
Malang Raya  12 jam

Ratusan Demo Driver Tuntut Rapid Tes Gratis
Metropolis  5 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber