Berita Terbaru :
Sembuh dari Covid-19, Cristiano Ronaldo Langsung Berani Menggoda Maradona
Ratusan Wisatawan Telaga Sarangan Langgar Protokol Kesehatan
Sherina Munaf Bakal Kembali Bintangi Petualangan Sherina 2
Menjawab Ejekan, Microsoft Bagi-Bagi Kulkas Berbentuk Xbox
Pernyataan Mahfud MD soal Omongan Presiden Prancis Emmanuel Macron
Volkswagen Dapat Untung dari Pembeli Mobil Mewah
Jokowi Kecam Keras Presiden Prancis Emmanuel Macron
   

Dorong Inovasi Para OPD, Trenggalek Innovation Festival Digelar
Rehat  Kamis, 21-11-2019 | 18:35 wib
Reporter : Simon Bagus, Mochammad Herlambang
Trenggalek pojokpitu.com, Kabupaten Trenggalek menyelenggarakan Trenggalek Innovation Festival (TIF) yang digelar selama 2 hari mulai dari tanggal 21 November 2019 sampai 22 November 2019.

Festival tersebut berisi berbagai macam kegiatan, acara tersebut merupakan pameran terkait inovasi-inovasi para Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Program-program terbaru Pemkab Trenggalek, diresmikan di acara ini.Mulai dari sepeda keren (Sekolah Perempuan, Anak, Disabilitas dan Kelompok Rentan), Rumah Perempuan, Smart Center dan PKSAI (Program Kesejahteraan Sosial Anak Interaktif)

Bupati Trenggalek, Mocahamad Nur Arifin, mengatakan, dari kegiatan Tif ini ia ingin menjadi kepala daerah yang sevisi dengan presiden. Presiden pernah mengatakan bahwa jadikanlah inovasi menjadi budaya. "Maka harus dimulai dari daerah yang menggagas berbagai inovasi seperti diadakannya kegiatan seperti TIF ini," kata Mocahamad Nur Arifin.

Tujuan dari kegiatan TIF ini untuk memberi tahu ke masyarakat bahwa trenggalek punya berbagai inovasi pelayanan yang bisa diandalkan.

Masyarakat sendiri bisa memberi masukan terhadap inovasi yang dipamerkan tiap-tiap OPD, dengan disediakannya dinding harapan. Jadi setelah melihat inovasi bisa langsung menulis apa kurangnya inovasi tersebut. "Selain itu,inovasi dari para opd juga akan dilombakan di tingkat kabupaten bahkan nasional," imbuhnya.

Dijelaskan inisiator sepeda keren, Novita Hardini, sepeda keren sendiri akan berfokus pada kegiatan yang didalamnya tentang edukasi, bagaimana perempuan, anak dan kelompok rentan diberikan pemahaman dalam pengambilan keputusan yang tepat. "Juga agar perempuan bisa mandiri dalam menyelesaikan segala rantai permasalahan sosial yang ada," kata Novita Hardini.

Lalu perempuan juga harus terlibat dan berpartisipasi dalam merencanakan pembangunan dimulai dari tingkat desa."Jangan sampai ada ketimpangan antara perempuan dan laki-laki, yang membuat pembangunan menjadi sulit dikarenakan banyaknya kepahaman yang tidak samam," ujar Novita Hardini. (yos)

Berita Terkait

Polisi Dalami Pelanggaran Kegiatan Festival Layangan

Malam Penganugerahan Festival Film Dokumenter New Normal?

Ribuan Warga Berebut 2020 Durian Dalam Kenduri Durian

Kampung Desa Sukowono Surga Durian Lokal Berbagai Jenis
Berita Terpopuler
Volkswagen Dapat Untung dari Pembeli Mobil Mewah
Otomotif  7 jam

Pernyataan Mahfud MD soal Omongan Presiden Prancis Emmanuel Macron
Peristiwa  4 jam

Menjawab Ejekan, Microsoft Bagi-Bagi Kulkas Berbentuk Xbox
Teknologi  4 jam

Jokowi Kecam Keras Presiden Prancis Emmanuel Macron
Peristiwa  8 jam



Cuplikan Berita
Kapal Motor Muatan Solar Terbakar di Dermaga Pulau Gili Ketapang
Pojok Pitu

Jalan Penghubung Antar Kecamatan Longsor, Kendaraan Roda 4 Tidak Bisa Melintas
Pojok Pitu

Truk Penambang Pasir Terseret Banjir Lahar Semeru
Jatim Awan

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber