Berita Terbaru :
40 Ribu Peserta UTBK Mulai Ujian Masuk PTN, Sempat Molor 15 Menit
Mendikbud Nadiem Ingin Kepsek dari Guru Penggerak, Indra Merasa Heran
Blitar Diguncang Gempa 5.3 Skala Richter
Konvesi PSI: Bacalon Wali Kota Surabaya Berdebat Seru soal Pasar Turi hingga PHK Massal
BPCB Jatim Mulai Uji Coba Eskavasi Situs Kumitir Jatirejo
Polisi Tangkap Pencuri Motor Lengkap Dengan 7 Hasil Curian
Inspektorat Terjunkan 4 Tim Kejar Kutu Dalam Program BPNT
Pasukan Garuda Indonesia Mampu Akhiri Peperangan Antar Suku di Kongo
Lima Bulan Terakhir Jumlah Penderita HIV/Aids Bojonegoro Mencapai 39 Orang
TMMD Tulungagung Terapkan Protokol Kesehatan Selama Masa Pandemi Covid-19
Inovasi Batako Berbahan Dasar Abu Sisa Pembakaran Sampah
Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covid-19
   

Viral Sungai Terdampak Limbah Parbik, Seperti Salju Turun Dari Langit
Tapal Kuda Dan Madura  Kamis, 21-11-2019 | 16:11 wib
Reporter : Syadid Fahmi
Ditengarai fenomena terjadi setelah hujan turun, diduga akibat pengaruh limbah pabrik. Foto Syadid
Jember pojokpitu.com, Salah satu aliran sungai di Jember viral. Lantaran airnya tiba-tiba dipenuhi busa. Ketebalan busa yang mencapai 20 sentimeter membuat aliran sungai layaknya dilapisi salju berwarna putih.

Kondisi aliran Sungai Bedadung di Kecamatan Arjasa, Jember. Sungai mendadak jadi viral lantaran airnya dipenuhi busa tebal berwarna putih dan mirip terlapisi salju. Ketebalan busa bahkan mencapai 20 sentimeter dan mengalir memenuhi sepanjang aliran sungai.

Karena penasaran, warga mencoba menceburkan diri ke sungai. Namun yang dirasakan kemudian adalah gatal-gatal.  Warga menduga busa tebal merupakan dampak limbah dari salah satu pabrik yang ada di lokasi sungai.

Menurut Ali Yitno Ketua RW setempat, keberadaan sungai untuk kebutuhan sehari-hari bagi warga sekitarnya. Setidaknya ratusan kepala keluarga dari dua dusun di Kecamatan Arjasa dan Pakusari, sehari-hari menggangtungkan kebutuhan cuci dan mandi di sungai tersebut.

Sementara itu menurut Novi warga lainnya, fenomena sungai berlapis salju biasanya terjadi setelah hujan deras datang. Fenomena tersebut semakin sering terjadi seiring dengan mulai tibanya musim penghujan.

Saat coba dikonfirmasi sejumlah wartawan, pabrik pengolahan kayu yang ditengarai warga sebagai penyebab tercemarnya sungai, menolak memberikan keterangan. Namun pihak pabrik mengaku telah memanggil sejumlah warga terdampak limbah untuk melakukan mediasi. (pul/VD:YAN)

Berita Terkait

Viral Sungai Terdampak Limbah Parbik, Seperti Salju Turun Dari Langit

Air Sungai Bungkuk Tercemar Pencucian Pasir

Air Sungai Gandong Tercemar Limbah Kulit
Berita Terpopuler
Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covi...selanjutnya
Life Style  14 jam

BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Peristiwa  13 jam

Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
Kesehatan  12 jam

Inovasi Batako Berbahan Dasar Abu Sisa Pembakaran Sampah
Teknologi  11 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber