Berita Terbaru :
Kembali Terpilih Jadi Ketua Golkar Tuban, Lindra Akan Kembalikan Kejayaan Golkar
Ada Yang Positif Covid-19, Telaga Sarangan Ditutup Lagi
Jelang Idul Adha, Harga Sapi di Tuban Justru Turun
Amitabh Bachchan Positif Covid-19
Tak Pakai Masker, Dihukum Push Up dan Membersihkan Jalan
Jadi Saksi Kasus Dugaan Klinik Ilegal, Ivan Gunawan: Ini Pengalaman Berharga
Musim Panen, Petani Merugi Harga Cengkeh Anjlok
Cantiknya Lampu Hias Dari Pipa Paralon Bekas
Duh, Honor Panitia Asian Games 2018 Ternyata Belum Dibayar Semua
Pemuda Asal Krian Ini Ngamen Untuk Nyabu
Mayat Pria Ditemukan di Sungai Beserta Motornya
Lima Ahli Waris dari Tenaga Kesehatan yang Meninggal Terima Penghargaan
IAKMI: PSBB Transisi dan Proporsional Hanya Menyesatkan Saja
   

Pengadilan Agama Bagikan Warisan Kepada yang Berhak
Malang Raya  Kamis, 21-11-2019 | 00:13 wib
Reporter : Khaerul Anwar
Pengadilan Agama Kabupaten Malang memenangkan gugatan atas nama Watilah, anak dari Rubai yang sudah meninggal. Foto Khaerul Anwar
Malang pojokpitu.com, Eksekusi lahan seluas 2 ribu meter persegi yang dihuni keluarga Djumari di Desa Tanggung, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang berlangsung tegang. Djumari bapak dari 7 anak berusaha mempertahankan tanah yang dianggap warisannya.

Sebelumnya selama tahun 2012 silam, tanah tersebut telah dikuasai Suratman anak mantu dari Rubai. Dalam silsilahnya, Rubai memiliki anak 3. Yaitu Ngatiah, Budianto dan Watilah. Sudah sejak dahulu ketiga anak ini meminta hak warisannya namun selalu gagal. Sebab Suratman merupakan anak mantu yang mengusahi lahan.

Watilah salah satu pemohon memenangkan gugatan, sehingga Suratman harus angkat kaki dari lahan yang dikuasasinya.  Suratman  harus membongkar seluruh usaha yang berdiri diatas lahan tersebut.

Pihak eksekutor yang dipimpin panitera muda PA Kabupaten Malang, Margono menyampaikan, perkara sejak Oktober 2016 telah diputus dan dimenangkan pemohon keluarga Watilah. Keputusan itu setelah melalui 6 kali sidang dan para termohon tidak pernah hadir.

"Eksekusi bangunan yang berdiri di atas lahan yang bersengketa harus segera dilakukan, serta memberikan waktu satu minggu untuk membongkar seluruh bangunan di atasnya," kata Margono.

Pihak eksekutor langsung memberikan patok bagian dari 3 anak Rubai sesuai haknya.

Sementara itu Watilah pemohon mengatakan, dahulu pernah dipasang patok oleh pihak desa. Namun dicopoti oleh Suratman selaku mantu.

Saat patok-patok terpasang, salah satu pihak anak sempat protes atas tidak adilnya pembagian. Namun pihak eksekutor tetap kekeh untuk melakukan pematokan sebab sesuai keputusan pengadilan.

"Selama proses persidangan dan pemanggilan untuk menyelesaikan kasus waris secara kekeluargaan tidak pernah hadir, namun giliran dieksekusi mereka protes," kata Watilah. (pul)

Berita Terkait

Pengadilan Agama Bagikan Warisan Kepada yang Berhak

Preservasi Naskah Kuno, Menjaga Warisan Budaya Nenek Moyang
Berita Terpopuler
IAKMI: PSBB Transisi dan Proporsional Hanya Menyesatkan Saja
Metropolis  15 jam

Mayat Pria Ditemukan di Sungai Beserta Motornya
Peristiwa  14 jam

Lima Ahli Waris dari Tenaga Kesehatan yang Meninggal Terima Penghargaan
Covid-19  14 jam

Pemuda Asal Krian Ini Ngamen Untuk Nyabu
Metropolis  13 jam



Cuplikan Berita
Viral Hasil Tes Rapid Peserta UTBK Berubah
Pojok Pitu

Dokter dan Satpam Postif Covid 19, Puskesmas Wates Mojokerto Ditutup Sementara
Pojok Pitu

Delapan Terkena Corona, Membuat Ribuan Karyawan PT KTI Diliburkan
Jatim Awan

Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber