Berita Terbaru :
GPD Minta YKP Surabaya Dibubarkan
Ketua DPRD Sayangkan MPLS Tatap Muka SMPN 4
Kurang Hati-Hati Saat Bermain, Bocah 13 Tahun Jatuh ke Sumur
Cegah Peyebaran Virus Corona, Pengadilan Agama Akan Ditutup Seminggu
Penumpang Tewas di Dalam Bus, Evakuasi Dengan Protokol Covid-19
Petugas BPCB Eskavasi Struktur Bangunan Kaki Candi Kerajaan Kuno
Xenia Tabrak Warung Karena Sopir Berhalusinasi
Mobil Minibus Berisi Puluhan Jerigen BBM Terbakar di SPBU Pamekasan
Tak Tahan Dirawat, Pasien Covid-19 Pilih Kabur
Liga 1 Restart, Madura United Pastikan Tetap Berkandang di Pulau Garam
Ingin Ketahui Fakta Penanganan Covid 19, Kapolda Jatim Akan Berkantor di Polsek
Meminimalisir Tatap Muka, MPLS Dengan Sistem Drive Thru
Kalau Zona Merah, Sebaiknya Salat Idul Adha Ditiadakan
Menkes Akan Berkantor di Jatim Setiap Akhir Pekan, Ini Penyebabnya
Begini Gejala Awal Hingga Rudy Ermawan Yulianto Meninggal Dunia
   

Tari Anak Kolosal Bajul Ijo Pecahkan Rekor Muri
Tapal Kuda Dan Madura  Rabu, 20-11-2019 | 07:23 wib
Reporter : Syadid Fahmi
Pemecahan rekor Muri sebagai pembukaan dalam acara festival hak asasi manusia yang bertempat di Kabupaten Jember.
Jember pojokpitu.com, Tari anak kolosan bajul ijo oleh lebih dari 5.000 siswa siswi taman kanak - kanak se Kabupaten Jember mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia.

Tarian bajul ijo yang dalam Bahasa Indonesia berarti buaya hijau menceritakan tentang keceriaan dan kegembiraan anak-anak. Tarian berpesan, agar anak-anak tidak boleh nakal dan harus selalu rajin belajar. tidak seperti bajul, yang selalu bermalas-malasan setelah selesai makan. 

Tarian kolosal bajul ijo merupakan pembuka dalam acara festival HAM ke 6 tahun 2019 yang bertempat di Kabupaten Jember. Sebanyak 5.273 anak dari taman kanak-kanak se-Kabupaten Jember berhasil memecahkan MURI, dengan tari anak kolosal terbanyak. Bahkan tari kolosal anak bajul ijo ini juga tercatat sebagai rekor dunia.

Bupati Jember dr.Faida menyampaikan, pemcahan rekor MURI dalam pembukaan festival hak asasi manusia tahun 2019 bertujuan, bahwa festival HAM bukan hanya kebutuhan orang dewasa. Namun menyangkut hak anak- anak.

"Dalam festival HAM tahun ini, Pemerintah Kabupaten Jember bersama tokoh dunia serta penggiat  HAM berkomitment untuk menyetop kekerasan terhadap anak, salah satunya dengan membuat resolusi langkah - langkah untuk menghentikan kekerasan terhadap anak," kata dr.Faida,

Festival HAM ke 6 berlangsung dari tanggal 19 sampai 21 November 2019. (PUL)

Berita Terkait

Sekolah Bakal Fasilitasi Wali Murid Yang Kesulitan Ambil Pin

Nuzulul Quran dan Khotmil Quran Kubro Online Dapat Hadiah Muri

Tari Anak Kolosal Bajul Ijo Pecahkan Rekor Muri

Polisi Periksa Teman dan Guru Korban Bully
Berita Terpopuler
Pemkab Ancam Tutup Lagi Lokasi Wisata Yang Tidak Paruh Protokol Kesehatan
Mlaku - Mlaku  15 jam

Periksa Hewan Qurban, Petugas Temukan Hewan Terjangkit Penyakit Hipersalivasi
Peristiwa  14 jam

Cegah Peyebaran Virus Corona, Pengadilan Agama Akan Ditutup Seminggu
Politik  48 menit

Teka Teki Partai PPP di Pilkada Sumenep Belum Jelas
Pilkada  13 jam



Cuplikan Berita
Mobil Rombongan Gubernur Jawa Timur Kecelakaan di Tol Mojokerto-Kertososno
Pojok Pitu

Dendam Lama, Karyawan Pabrik Kayu Bacok Teman Kerja Pakai Samurai
Pojok Pitu

Dari 51 Peserta UTBK Reaktif, 38 Orang Ternyata Negatif Covid 19
Jatim Awan

Orkemiban, Minuman Tinggi Anti Oksidan Berbahan Daun Kelor
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber