Berita Terbaru :
Kerajinan Kulit Handmade, Apik dan Awet
Patroli Skala Besar, Petugas Gabungan Sisir Warga Tak Pakai Masker
Menganggur, Seorang Pria Nekat Curi Sepeda
DPRD Surabaya Sayangkan Kebijakan Wajib Rapid Tes Terlalu Mendadak
Berkunjung ke Rumah Ibadat Wajib Patuhi Protokol Kesehatan
Percepatan Penyidikan Pembakaran Mobil Via Vallen, Pelaku Pije Masih Ditahan
Sempat Diburu, 3 Pelaku Tik-Tok di Jembatan Suramadu Akhirnya Diamankan Polisi
Sehari 100 Perawat Terpapar Covid, Surabaya dan Sidoarjo Paling Banyak
Begini Kata Gubernur tentang Wacana Pasien Covid-19 Dipindah ke Pulau Galang
Pusat UTBK di Surabaya Sediakan Rapid Test Gratis Sebelum Ujian
Guru dan Siswa SMK Buat Mobil Listrik Untuk Pelaku UMKM
Golkar Akan Definitifkan Calon di 9 Kabupaten Kota
Rumah Sakit Surabaya Mulai Adakan Rapid Test Untuk Peserta UTBK SBMPTN
Adik Via Vallen Lapor Pencemaran Nama Baik di Medsos
Antisipasi Konflik, Bupati Lumajang Cek Jalan Tambang
   

Tipu Masuk ke Kampus Kedokteran, Seorang Perempuan Ditangkap Polisi
Tapal Kuda Dan Madura  Rabu, 20-11-2019 | 03:09 wib
Reporter : Achmad Arif
Lumajang pojokpitu.com, Seorang perempuan asal Desa Wotgalih , Kecamatan Yosowilangun, Lumajang ditangkap poliisi. Gara-garanya, perempuan ini menipu korbannya, bisa memasukkan mahasiswa baru ke Fakultas Kedokteran di Universitas Udayana Bali.

Adalah Umariyah (31), tersangka penipuan masuk Fakultas Kedokteran Udaya Bali, digelandang ke Mapoles Lumajang. Tersangka berhasil diamankan polisi di rumahnya. 

Guna memperjelas sepak terjang pelaku, polisi mempertemukan  tersangka dengan korbannya.

Kepada wartawan, tersangka melakukan aksinya ini dengan menawarkan jasanya bisa memasukkan anak pasangan suami istri Hendrik Istitatoq dan Trihidayati,  warga Yosowilangun.

Pelaku yang telah sempat menikah dengan orang bali ini menyakinakan anak korban, Alvi Syahr Wijayati, masuk kuliah di Fakutas Kedokteran Udayana Bali. 

Guna menyakinkan korbannya, pelaku sempat mengajak korban ikut seminar mahasisiwa baru di Udayana.  Bahkan tersangka memberikan surat dari Fakultas Kedokteran, jika anak korban telah diterima.

Setelah korban percaya pada tersangka,  tersangka mulai meminta uang dengan cara bertahap. Korban pun terus memberikan uang hingga sejumlah Rp 450 juta, untuk keperluan perkulihan anak korban. Meski satu tahun lamanya ditunggu, anak korban belum ada panggilan masuk.

Merasa curiga, korban mencek ke kampus Udayana. Ternyata nama anaknya tak masuk dalam dafatr mahassiswa ke dokteran.

AKBP Muhammad Arsal Sahban, Kapolres Lumajang, mengatakan, tersangka melakukan aksi ini karena ingin memperkaya diri. "Dari hasil penipuan ini,korban  buat membili sepeda motor dan usaha lainnya," kata AKBP Muhammad Arsal Sahban.

Kini tersangka akan dijerat dengan uu kuhp pasal 378 tentang penipuan ancaman hukumannya delapan tahun penjara.

Berita Terkait

Pria Trenggalek Gadaikan 17 Mobil Rentalan Milik Temannya

Rugi Rp 800 Juta, Korban Penipuan Gula Lapor Ke Polisi

Dirut Penipu Perumahan Syariah Multazam Diadili

Empat Anggota DPRD Blitar Dilaporkan Warga Tentang Penipuan
Berita Terpopuler
Curi Bawang Merah, Pelaku Dimassa dan Motor Dibakar
Peristiwa  8 jam

Kembali Dibuka, Tempat Wisata di Blitar Terapkan Protokol Kesehatan
Mlaku - Mlaku  22 jam

Tugu Polisi Monumen Perjuangan Polri Karesidenan Besuki Akan Direnovasi
Tempo Doeloe  21 jam

Hama Ulat Mulai Serang Tanaman Jagung
Ekonomi Dan Bisnis  19 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber