Berita Terbaru :
Bos Facebook Pilih Smartphone Ini Ketimbang Iphone
Mobil Wuling Ludes Terbakar di Tol Gempol-Pandaan
Kecanduan Pil Koplo, Seorang Anak Nekat Aniaya Kedua Orang Tuanya
Masih Banyak Warga Terjaring Razia Yustisi
Bupati Madiun Beranikan Diri Senam Bareng Pasien Positif Covid
Petugas Tertibkan Ribuan Alat Peraga Kampanye Liar
Razia Protokol Kesehatan,Tak Pakai Masker 120 Warga Dibawa ke Pengadilan Negeri
Marak Sumur Pompa Untuk Pertanian, Krisis Air Bersih di Ngawi Meluas
Menteri Desa PDTT Lounching Wisata Desa Dalam Upaya Membangkitkan Perekonomian Warga
Polije Bantu Peternak Alat Tetas Telur Otomatis
Pantai Tlangoh, Curi Perhatian Wisatawan
Dua Dara Berhijab Sulap Telenan Kayu Menjadi Sovenir Telenan Lukis Nan Cantik
Warga Kediri Memilih Berkebun Dengan Menanam Bunga Saat Pandemi Covid 19
Sulap Limbah Popok Bayi Jadi Pot Bunga yang Indah
   

Mengenal Kreasi Cantik Kain Ecoprint Dengan Pewarna Alami
Rehat  Selasa, 19-11-2019 | 21:16 wib
Reporter : Moh. Hasan
Pamekasan pojokpitu.com, Warga Pamekasan punya berbagai cara untuk mengolah kain menjadi barang yang bernilai tinggi. Selain batik yang terkenal, di Pamekasan juga dikenalkan ecoprint. Yaitu tekhnik mencetak motif menggunakan bahan alami, seperti dedaunan ini bisa menghasilkan produk kain cantik.

Kain ecoprint dihasilkan menggunakan teknik pewarna alam  seperti dedaunan dan bunga. Seperti yang dibuat Dian Hendriana warga Lawangan Daya Kecamatan Kota Kabupaten Pamekasan.

Proses pembuatan cukup sederhana. Dimulai dengan peredaman kain, lalu kain dijadikan nahan dasar dan satu kain lainya sebagai penutup. Setelah itu diletakkan daun dari beberapa jenis. Seperti daun jati, daun afrika, dan daun kersen.

Kemudian ditutup dengan kain lainnya yang sudah direndam dengan tunjung. Lalu kemudian diratakan sehingga tidak ada gelembung udara di dalam kain tersebut.

Kemudian kain tersebut digulung dan diikat dengan kencang. Lalu dikukus sekitar satu setengah jam dengan api sedang. Baru kemudian bisa diangkat dan dilihat hasilnya.

Harga produk unggulan ini cukup bervariasi mulai Rp. 120 ribu hingga Rp. 600 ribu tergantung ukuran dan jenis kain yang digunakan."Saya memilih ecoprint karena ramah lingkungan dan lebih mudah dalam membuatnya," kata Dian Hendriana.

Untuk hasil produk berupa krudung dan lainnya sudah mulai dipesan dari kota-kota lain di Indonesia, seperti Jakarta, Bali, dan Sumatera. (pul)

Berita Terkait

Titin Sudarsa Angkat Tenun Lamongan

Mengenal Kreasi Cantik Kain Ecoprint Dengan Pewarna Alami

Pasar Kain Tenun Ikat Lamongan Sampai ke Timur Tengah

Lebaran Tinggal Menghitung Hari, Pedagang Kain Gigit Jari
Berita Terpopuler
Sulap Limbah Popok Bayi Jadi Pot Bunga yang Indah
Life Style  13 jam

Dua Dara Berhijab Sulap Telenan Kayu Menjadi Sovenir Telenan Lukis Nan Cantik
Life Style  11 jam

Marak Sumur Pompa Untuk Pertanian, Krisis Air Bersih di Ngawi Meluas
Peristiwa  7 jam

Warga Kediri Memilih Berkebun Dengan Menanam Bunga Saat Pandemi Covid 19
Life Style  12 jam



Cuplikan Berita
Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber