Berita Terbaru :
Diresmikan Menteri Desa, Digitalisasi Desa di Tulungagung Mudahkan Urusan Warga
Budaya Perayaan Maulid Nabi di Pulau Bawean Berlangsung Meriah
Kapal Motor Muatan Solar Terbakar di Dermaga Pulau Gili Ketapang
Kemenhub Bersama Pemkab Sediakan Angkutan Gratis Menuju Ijen
Jalan Penghubung Antar Kecamatan Longsor, Kendaraan Roda 4 Tidak Bisa Melintas
Sinergi Dunia Usaha dan Dunia Industri Cetak Wirausaha Bidang Teknologi
Momen Sumpah Pemuda, Mahcfud Napak Tilas Kediaman WR Soepratman
Kakorlantas Cek Pos Pengamanan Libur Panjang
Diduga Bunuh Diri, Pengamen Ditemukan Tewas Leher Tergorok di Kamarnya
Truk Penambang Pasir Terseret Banjir Lahar Semeru
Relawan KIP Progo 5 Hadirkan Saksi Risma Belum Kantongi Izin Kampanye
Jawa Timur Dengan Persentase Kasus Aktif Terendah Kedua se Indonesia
Pabrik Pemotongan Ayam Terbakar
Diduga Dipicu Salah Paham, Dua Pemuda Terlibat Duel Carok
Ratusan Petani Basmi Hama Tikus di Sekitar Area Tol Madiun
   

Mengenal Kreasi Cantik Kain Ecoprint Dengan Pewarna Alami
Rehat  Selasa, 19-11-2019 | 21:16 wib
Reporter : Moh. Hasan
Pamekasan pojokpitu.com, Warga Pamekasan punya berbagai cara untuk mengolah kain menjadi barang yang bernilai tinggi. Selain batik yang terkenal, di Pamekasan juga dikenalkan ecoprint. Yaitu tekhnik mencetak motif menggunakan bahan alami, seperti dedaunan ini bisa menghasilkan produk kain cantik.

Kain ecoprint dihasilkan menggunakan teknik pewarna alam  seperti dedaunan dan bunga. Seperti yang dibuat Dian Hendriana warga Lawangan Daya Kecamatan Kota Kabupaten Pamekasan.

Proses pembuatan cukup sederhana. Dimulai dengan peredaman kain, lalu kain dijadikan nahan dasar dan satu kain lainya sebagai penutup. Setelah itu diletakkan daun dari beberapa jenis. Seperti daun jati, daun afrika, dan daun kersen.

Kemudian ditutup dengan kain lainnya yang sudah direndam dengan tunjung. Lalu kemudian diratakan sehingga tidak ada gelembung udara di dalam kain tersebut.

Kemudian kain tersebut digulung dan diikat dengan kencang. Lalu dikukus sekitar satu setengah jam dengan api sedang. Baru kemudian bisa diangkat dan dilihat hasilnya.

Harga produk unggulan ini cukup bervariasi mulai Rp. 120 ribu hingga Rp. 600 ribu tergantung ukuran dan jenis kain yang digunakan."Saya memilih ecoprint karena ramah lingkungan dan lebih mudah dalam membuatnya," kata Dian Hendriana.

Untuk hasil produk berupa krudung dan lainnya sudah mulai dipesan dari kota-kota lain di Indonesia, seperti Jakarta, Bali, dan Sumatera. (pul)

Berita Terkait

Titin Sudarsa Angkat Tenun Lamongan

Mengenal Kreasi Cantik Kain Ecoprint Dengan Pewarna Alami

Pasar Kain Tenun Ikat Lamongan Sampai ke Timur Tengah

Lebaran Tinggal Menghitung Hari, Pedagang Kain Gigit Jari
Berita Terpopuler
Libur Panjang, Ratusan Personil Gabungan Disiagakan
Peristiwa  17 jam

Relawan KIP Progo 5 Hadirkan Saksi Risma Belum Kantongi Izin Kampanye
Pilkada  4 jam

Momen Sumpah Pemuda, Mahcfud Napak Tilas Kediaman WR Soepratman
Metropolis  3 jam

Hendak Mencuri Motor Residivis Keok Ditangan Polisi
Peristiwa  16 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber