Berita Terbaru :
Sungai Gemblo Yang Penuh Sampah Disulap Menjadi Destinasi Wisata Air
Rakercabsus, Bahas Program Unggulan Hingga Reformasi Birokrasi
Puluhan Calon Pasien di Rumah Sakit Pasang Batu dan Botol Air Mineral
Razia Masker, Polisi Justru Temukan Warga Sedang Bermain Judi
Tiga Pria Pengangguran Tipu Pemuda Berkebutuhan Khusus
Ratusan Warga di Nganjuk Antri Bensin Premium
Dua Pelaku Tawuran Ternyata Masih Remaja
Pemkot Surabaya Gelar Rakor Terkait Rencana Sekolah Dibuka
Bersiap Sekolah Tatap Muka, 21 SMP Jalani Simulasi
Demo Pekerja Hiburan Malam Tuntut Walikota Cabut Perwali 33 Tahun 2020
Di Kampus Unair, Gilang Dikenal Baik dan Pandai
Adu Jangkrik Mobil VS Motor, Satu Tewas
Dirut PDAM Surabaya Bantah Siap Dampingi Machfud Arifin Sebagai Bakal Calon Wawali
Gelar Demo, Mahasiswa Segel Gedung Dewan
Dukun Cabul Asal Bondoeo Ditetapkan Tersangka
   

Mengenal Kreasi Cantik Kain Ecoprint Dengan Pewarna Alami
Rehat  Selasa, 19-11-2019 | 21:16 wib
Reporter : Moh. Hasan
Pamekasan pojokpitu.com, Warga Pamekasan punya berbagai cara untuk mengolah kain menjadi barang yang bernilai tinggi. Selain batik yang terkenal, di Pamekasan juga dikenalkan ecoprint. Yaitu tekhnik mencetak motif menggunakan bahan alami, seperti dedaunan ini bisa menghasilkan produk kain cantik.

Kain ecoprint dihasilkan menggunakan teknik pewarna alam  seperti dedaunan dan bunga. Seperti yang dibuat Dian Hendriana warga Lawangan Daya Kecamatan Kota Kabupaten Pamekasan.

Proses pembuatan cukup sederhana. Dimulai dengan peredaman kain, lalu kain dijadikan nahan dasar dan satu kain lainya sebagai penutup. Setelah itu diletakkan daun dari beberapa jenis. Seperti daun jati, daun afrika, dan daun kersen.

Kemudian ditutup dengan kain lainnya yang sudah direndam dengan tunjung. Lalu kemudian diratakan sehingga tidak ada gelembung udara di dalam kain tersebut.

Kemudian kain tersebut digulung dan diikat dengan kencang. Lalu dikukus sekitar satu setengah jam dengan api sedang. Baru kemudian bisa diangkat dan dilihat hasilnya.

Harga produk unggulan ini cukup bervariasi mulai Rp. 120 ribu hingga Rp. 600 ribu tergantung ukuran dan jenis kain yang digunakan."Saya memilih ecoprint karena ramah lingkungan dan lebih mudah dalam membuatnya," kata Dian Hendriana.

Untuk hasil produk berupa krudung dan lainnya sudah mulai dipesan dari kota-kota lain di Indonesia, seperti Jakarta, Bali, dan Sumatera. (pul)

Berita Terkait

Titin Sudarsa Angkat Tenun Lamongan

Mengenal Kreasi Cantik Kain Ecoprint Dengan Pewarna Alami

Pasar Kain Tenun Ikat Lamongan Sampai ke Timur Tengah

Lebaran Tinggal Menghitung Hari, Pedagang Kain Gigit Jari
Berita Terpopuler
Kasus Pembunuhan Istri Ternyata Bermotif Ekonomi dan Asmara
Peristiwa  8 jam

Anak Sangat Usil, Perlukah Ada Reward dan Punishment ?
Konsultasi Psikologi  8 jam

Nadim Perbolehkan Dana BOS Untuk Beli Kuota Internet
Pendidikan  10 jam

Ribuan Santri Dan Buruh Demo Tolak RUU HIP
Peristiwa  7 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Jual Beli Tebu Diluar Pabrik Meresahkan PG Lestari
Jatim Awan

Dampak Pandemi, 68 Ribu Warga Bojonegoro dan Tuban Menunggak Iuran BPJS
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber