Berita Terbaru :
Pemerintah Tolak RUU Haluan Ideologi Pancasila
KAI Daop 8 Surabaya Kembali Operasikan KA Rute Surabaya-Jakarta
Jawa Timur Kembali Dapatkan Bantuan Obat Avigan
Nekat Curi Hape Dagangan, Karyawan Konter Plasa Marina Ditangkap
Cendikiawan NU Dukung Kementan Kembangkan Antivirus Eucalyptus
Puluhan Peserta UTBK Rapid Test di Lokasi Ujian
Mo Salah Memang Berhati Mulia, Ini Sedekah Terbarunya setelah Liverpool Juara
Gempar, Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
46.334 Ribu Peserta UTBK Mulai Ujian Masuk PTN, Sempat Molor 15 Menit
Mendikbud Nadiem Ingin Kepsek dari Guru Penggerak, Indra Merasa Heran
Blitar Diguncang Gempa 5.3 Skala Richter
Konvesi PSI: Bacalon Wali Kota Surabaya Berdebat Seru soal Pasar Turi hingga PHK Massal
BPCB Jatim Mulai Uji Coba Eskavasi Situs Kumitir Jatirejo
Polisi Tangkap Pencuri Motor Lengkap Dengan 7 Hasil Curian
Inspektorat Terjunkan 4 Tim Kejar Kutu Dalam Program BPNT
   

Puslatda PON XX-2020 Papua
Olah Raga  Selasa, 19-11-2019 | 20:48 wib
Reporter : Ambari Taufiq
ketua umum koni jatim airlangga satriagung bersama reporter jtv tika s_mba
Surabaya pojokpitu.com, Komite Olahraga Nasional Indonesia atau KONI Jawa Timur secara resmi menghentikan Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) kesepuluh cabang yang urung ditandingkan di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 di Papua.

Kesepuluh cabor yang dihapus dari PON 2020 yakni, tenis meja, balap sepeda, petanque, dansa, woodball, gateball, golf, bridge, soft tenis, dan ski air. Dari sepuluh cabor ini, beberapa di antaranya merupakan cabang olympic.

"Per 31 Oktober kemarin Puslatda untuk sepuluh cabor ini resmi kami hentikan. Karena ketika tidak ada tujuan prestasi, maka tidak bisa dianggarkan secara rutin seperti halnya Puslatda," bilang Ketua Umum KONI Jatim, Erlangga Satriagung, Selasa (18/11) siang.

Meski tak lagi menggelar Puslatda, Erlangga memastikan bahwa pembinaan di kesepuluh cabor itu tetap berjalan. Hanya saja dana yang diberikan oleh KONI Jatim sifatnya berupa bantuan, "Misalnya kepuluh cabor ini mau mengikuti event tertentu, kami siap membantu. Misal mereka butuh alat, kami siap bantu. Tetapi tidak ada uang saku untuk atlet yang dulu didapatkan per bulan," jelas Erlangga.
Erlangga mengatakan, KONI Jatim tengah menunggu kejelasan kabar dari KONI Pusat dan Kemenpora. "Sampai menunggu ada kejelasan dari KONI Pusat dan Menpora tentang jadi tidaknya dialihkan ke daerah lain," ucapnya.

Sebelumnya, Sekjen KONI Pusat, TB Ade Lukman mengatakan bahwa pihaknya berusaha agar sepuluh cabang tersebut tetap dipertandingkan di PON. Caranya adalah menggelar kesepuluh cabor ini di tempat lain.

"Dengan demikian, apabila kapasitas di Papua hanya bisa 37 cabor, ada provinsi lain yang bisa menyelenggarakan sepuluh cabor yang lain. Itu yang kami harapkan bisa menjadi salah satu solusi untuk menghadapi PON 2020," harapnya.

Tapi, mereka terbentur dengan PP No. 17 2007 di mana PON hanya boleh digelar di satu daerah. "Kami mencari solusi terbaik. Sedang proses. Kami berharap bisa ada kepastian tahun ini," jelasnya.(ambari)

Berita Terkait

Tiga Kabupaten Tidak Siap, Koni Jatim Ajukan Penundaan Porprov 2021

Koni Jatim Beri Tali Asih Atlet Berprestasi

Rapat Virtual Koordinasi KONI Jatim Dengan Tuan Rumah Porprov

COVID-19 Merebak, KONI Jatim Ubah Pola Puslatda
Berita Terpopuler
Gempar, Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
Peristiwa  4 jam

Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covi...selanjutnya
Life Style  18 jam

BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Peristiwa  17 jam

Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
Kesehatan  16 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber