Berita Terbaru :
Patroli Skala Besar, Petugas Gabungan Sisir Warga Tak Pakai Masker
Menganggur, Seorang Pria Nekat Curi Sepeda
DPRD Surabaya Sayangkan Kebijakan Wajib Rapid Tes Terlalu Mendadak
Berkunjung ke Rumah Ibadat Wajib Patuhi Protokol Kesehatan
Percepatan Penyidikan Pembakaran Mobil Via Vallen, Pelaku Pije Masih Ditahan
Sempat Diburu, 3 Pelaku Tik-Tok di Jembatan Suramadu Akhirnya Diamankan Polisi
Sehari 100 Perawat Terpapar Covid, Surabaya dan Sidoarjo Paling Banyak
Begini Kata Gubernur tentang Wacana Pasien Covid-19 Dipindah ke Pulau Galang
Pusat UTBK di Surabaya Sediakan Rapid Test Gratis Sebelum Ujian
Guru dan Siswa SMK Buat Mobil Listrik Untuk Pelaku UMKM
Golkar Akan Definitifkan Calon di 9 Kabupaten Kota
Rumah Sakit Surabaya Mulai Adakan Rapid Test Untuk Peserta UTBK SBMPTN
Adik Via Vallen Lapor Pencemaran Nama Baik di Medsos
Antisipasi Konflik, Bupati Lumajang Cek Jalan Tambang
Empat Rumah Ludes Terbakar Akibat Arus Pendek Listrik
   

Anggaran Belanja Daerah 2020 Naik, RAPBD Jatim Alami Defisit Rp 2 Triliun
Politik  Selasa, 19-11-2019 | 17:44 wib
Reporter : Ayul Anhdim
Surabaya pojokpitu.com, Dalam pembahasan, RAPBD Jatim tahun 2020 mengalami kenaikan signifikan dibandingkan nota keuangan Gubernur Jatim tahun 2019. Dari hasil laporan Badan Anggaran melalui sidang paripurna APBD tahun depan, pendapatan daerah ditetapkan sebesar Rp 33 triliun lebih, sedangkan untuk belanja daerah juga mengalami kenaikan Rp 35 triliun. Sehingga APBD Provinsi Jawa Timur tahun 2020 mengalami defisit anggaran sebesar Rp 2 triliun. Nantinya defisit tersebut, akan ditutup pendapatan netto dan silpa tahun 2019.

Dari hasil laporan badan anggaran DPRD Jatim melalui sidang paripurna, RAPBD tahun 2020 mengalami defisit anggaran sebesar Rp 2 triliun. Dari laporan banggar RAPBD tahun depan, pendapatan daerah ditetapkan sebesar Rp 33 triliun lebih mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp 32 triliun dalam laporan nota keuangan gubernur.

Namun belanja daerah juga mengalami kenaikan menjadi Rp 35 triliun lebih, melihat Pendapatan Daerah dan Belanja Daerah, maka anggaran RAPBD Provinsi Jawa Timur tahun 2020 mengalami defisit Rp 2 triliun lebih.

Menurut Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono, kenaikan belanja daerah karena ada penambahan anggaran untuk perbaikan jalan di Dinas PU Bina Marga, dan dinas yang lain.

Defisit anggaran 2020 sebesar Rp 2 triliun nantinya akan ditutup dengam pembiayaan netto juga dari silpa tahun 2019.

Dalam laporan badan anggaran, ada beberapa catatan untuk Gubernur Jatim, yakin diminta untuk meningkatkan kinerja OPD yang menghasilkan PAD dan membuat terobosan atau inovasi untuk BUMD agar PAD Jatim mengalami peningkatan.(end)

Berita Terkait

Dana Covid 19 Ditambah Rp 26 Miliar Khusus Nganjuk

Anggaran Belanja Daerah 2020 Naik, RAPBD Jatim Alami Defisit Rp 2 Triliun

Tuntut Tranparansi APBDes, Ratusan Warga Geruduk Kantor Balai Desa Cendoro

APBD Surabaya Disahkan, Nilainya Sebesar Rp 10,3 Triliun
Berita Terpopuler
Curi Bawang Merah, Pelaku Dimassa dan Motor Dibakar
Peristiwa  7 jam

Kembali Dibuka, Tempat Wisata di Blitar Terapkan Protokol Kesehatan
Mlaku - Mlaku  21 jam

Tugu Polisi Monumen Perjuangan Polri Karesidenan Besuki Akan Direnovasi
Tempo Doeloe  20 jam

Hama Ulat Mulai Serang Tanaman Jagung
Ekonomi Dan Bisnis  18 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber