Berita Terbaru :
Patroli Skala Besar, Petugas Gabungan Sisir Warga Tak Pakai Masker
Menganggur, Seorang Pria Nekat Curi Sepeda
DPRD Surabaya Sayangkan Kebijakan Wajib Rapid Tes Terlalu Mendadak
Berkunjung ke Rumah Ibadat Wajib Patuhi Protokol Kesehatan
Percepatan Penyidikan Pembakaran Mobil Via Vallen, Pelaku Pije Masih Ditahan
Sempat Diburu, 3 Pelaku Tik-Tok di Jembatan Suramadu Akhirnya Diamankan Polisi
Sehari 100 Perawat Terpapar Covid, Surabaya dan Sidoarjo Paling Banyak
Begini Kata Gubernur tentang Wacana Pasien Covid-19 Dipindah ke Pulau Galang
Pusat UTBK di Surabaya Sediakan Rapid Test Gratis Sebelum Ujian
Guru dan Siswa SMK Buat Mobil Listrik Untuk Pelaku UMKM
Golkar Akan Definitifkan Calon di 9 Kabupaten Kota
Rumah Sakit Surabaya Mulai Adakan Rapid Test Untuk Peserta UTBK SBMPTN
Adik Via Vallen Lapor Pencemaran Nama Baik di Medsos
Antisipasi Konflik, Bupati Lumajang Cek Jalan Tambang
Empat Rumah Ludes Terbakar Akibat Arus Pendek Listrik
   

500 Janda Baru Setiap Bulan Bermunculan
Metropolis  Selasa, 19-11-2019 | 17:18 wib
Reporter : Mujianto Primadi
Sidoarjo pojokpitu.com, Ratusan warga Sidoarjo, siang tadi membludak di ruang tunggu untuk mengantri sidang cerai dan mengambil berbagai berkas perceraian di Pengadilan Agama setempat. Dari data yang ada, sebanyak 500 janda baru menggugat cerai suaminya di Sidoarjo pada setiap bulannya.

Ruang tunggu di Kantor Pengadilan Agama, Jalan Hasanudin, Desa Sekardangan, Kecamatan Kota Sidoarjo ini, nampak ratusan warga berjubel untuk mengantri mengikuti sidang perceraian.
 
Mereka yang tidak kebagian tempat duduk, terpaksa berdiri di lorong ruang tunggu Pengadilan Agama Sidoarjo.
 
Sebagian besar dari mereka adalah menggugat cerai suaminya lantaran sudah tidak ada kecocokan antara kedua belah pihak, sehingga memutuskan untuk mengajukan siding cerai di Pengadilan Agama.
 
Membludaknya warga ini, akibat terus bertambahnya jumlah permohonan perceraian di kantor agama, yang dalam dua tahun terakhir terus meningkat.
 
Pada tahun 2018 lalu, jumlah warga yang bercerai melalui Pengadilan Agama Sidoarjo mencapai lima ribu perkara, kini menjelang akhir tahun, jumlah kasus perceraian yang sudah masuk di Pengadilan Agama Sidoarjo sudah mencapai 5962 kasus.
 
"Dari jumlah tersebut, 70 persen merupakan pekara gugat cerai yang dilakukan pihak perempuan yang usianya sebagian besar masih di bawah 30 tahun. Pada umumnya motif perceraian yang terjadi disebabkan karena faktor ekonomi," kata Akramudin, Humas Pengadilan Agama Sidoarjo.
 
Dalam satu hari, pihak Pengadilan Agama menggelar sidang hingga puluhan perkara. Guna memastikan perkara yang masuk di Pengadilan Agama tertangani, mereka melakukan sidang keliling.(end)

Berita Terkait

Petugas Evakuasi Orang Tanpa Identitas Pingsan di Pinggir Jalan

Tergeletak di Tepi Jalan, Pemudik Dievakuasi Dengan Protokol Covid-19

Layani Ijab Qobul Hanya di Kantor Urusan Agama

Pandemi Covid-19, Kualitas Udara di Surabaya Ternyata Membaik
Berita Terpopuler
Curi Bawang Merah, Pelaku Dimassa dan Motor Dibakar
Peristiwa  7 jam

Kembali Dibuka, Tempat Wisata di Blitar Terapkan Protokol Kesehatan
Mlaku - Mlaku  21 jam

Tugu Polisi Monumen Perjuangan Polri Karesidenan Besuki Akan Direnovasi
Tempo Doeloe  20 jam

Hama Ulat Mulai Serang Tanaman Jagung
Ekonomi Dan Bisnis  18 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber