Berita Terbaru :
Gudang Kerajinan Batok Kelapa Terbakar di Blitar
Warga Jember Berebut Daging Hiu Tutul Yang Mati Terdampar
Menko PMK Minta Kampus Ikut Membantu Penanganan Covid 19
Ambulance Disco Menjadi Viral, Tujuannya Agar Tak Lagi Menakutkan
Pemkab Mojokerto Gratiskan Rapid Tes Bagi Pelajar Yang Ikut SBMPTN
Pakai Motor Risma Blusukan Tegur Warga Tak Pakai Masker
Wajib, Gugus Tugas Rapid Warga di Tempat Nongkrong
Petugas Gabungan Patroli Skala Besar, Segini Hasilnya
Gugus Tugas Covid 19 Siapkan Tempat Istirahat Tenaga Kesehatan
Lagi, Dokter PPDS FK Unair Meninggal Akibat Covid 19
Bhayangkara United Ingin Melanjutkan Kompetisi Hingga Selesai
Hasil Survei: Tito Karnavian Menteri Paling Responsif di Era Pandemi
Dua Kepala Sekolah Ini Jadi Inspirasi Guru Penggerak
Youtube Blokir Akun yang Kerap Buat Konten Rasis
Koleksi Mobil Klasik David Beckham Dijual, Harganya Wow
   

Produksi Rokok Tanpa Cukai, Pengadilan Negeri Sidoarjo Hanya Putus 1 Tahun Penjara
Hukum  Selasa, 19-11-2019 | 17:07 wib
Reporter : Mujianto Primadi
Sidoarjo pojokpitu.com, Pemerintah dengan gencar mau menaikkan cukai rokok 25 persen. Di Sidoarjo, Jawa Timur, Pengadilan Negeri Sidoarjo telah menjatuhkan hukuman 1 penjara kepada terdakwa produksi rokok tanpa cukai asal Tanggulangin Sidoarjo. Atas putusan itu, jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Sidoarjo akan melakukan upaya banding, karena sebelumnya JPU menuntut kepada terdakwa 3,5 tahun penjara.

Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo, Ahmad Paten Sili, siang tadi menjatuhkan hukuman satu tahun penjara kepada terdakwa, M Taufik Soleh karena melakukan produksi rokok tanpa cukai, asal Tanggulangin Sidoarjo. Nampaknya putusan ketua majelis hakim dianggap meringankan terdakwa, sehingga jaksa penuntut umum Kejari Sidoarjo mengajukan upaya banding.
 
Sebelumnya, atas nama Imron, pekerja serabutan di pabrik rokok, warga Tanggulangin Sidoarjo ditangkap oleh Bea Cukai Juanda, karena telah mengendarai mobil yang di dalamnya terdapat 11 karton rokok yang berisi ribuan batang rokok.
 
Ketua majelis hakim, Ahmad Paten Sili dibuat bingung, karena dalam perkara ini tidak ada terdakwa utama, justru nama Muhamad Taufik Soleh muncul di fakta persidangan atas keterangan Imron, saksi dari empat saksi yang dihadirkan oleh Kejati Jatim.
 
Awalnya, Imron pekerja serabutan di pabrik rokok milik terdakwa itu mengaku diperintah terdakwa untuk mengantar 11 karton berisi ribuan rokok tanpa cukai dari berbagai merek tersebut, untuk dikirim ke tempat Saiful.
 
Di saat di perjalanan, Imron ditangkap oleh Tim Bea Cukai Juanda saat mengendarai mobil yang berisi 11 karton rokok yang berisi ribuan rokok tanpa cukai. Atas penangkapan itu, Imron menyebut bahwa barang tersbebut milik Saiful, kini masih buron.
 
Meski demikian, penyidik Bea Cukai menetapkan tersangka kepada Muhamad Taufik Soleh, karena telah memproduksi rokok tanpa cukai dari berbagai merek. Jaksa penutut umum Kejari Sidoarjo menuntut 3,5 penjara, namun ketua majelis hakim menjatuhkan hukuman 1 tahun penjara.(end)

Berita Terkait

Bea Cukai Sidoarjo Musnahkan 6,9 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp 5,9 Miliar

Dana Cukai Akan Digunakan Bantu Masyarakat Terdampak

Bea Cukai Sita 2,5 Juta Batang Rokok Tanpa Cukai

Kenaikan Harga Rokok Hanya Berlaku Pada Rokok Berpita Cukai 2020
Berita Terpopuler
Lagi, Dokter PPDS FK Unair Meninggal Akibat Covid 19
Metropolis  3 jam

Petugas Gabungan Patroli Skala Besar, Segini Hasilnya
Peristiwa  3 jam

Warga Jember Berebut Daging Hiu Tutul Yang Mati Terdampar
Peristiwa  23 menit

18 Tokoh Dianggap Layak jadi Menteri, Ada Ahok dan Grace Natalie
Politik  13 jam



Cuplikan Berita
Puluhan Peserta UTBK Rapid Test di Lokasi Ujian
Pojok Pitu

Gempar, Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
Pojok Pitu

Diduga Bawa BBM, Sebuah Mobil Terbakar di Dekat SPBU Keting
Jatim Awan

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber