Berita Terbaru :
Kembangkan Bakat, 5 ABK Membuat Grup Band
Pelaku Diduga Copet Diamankan Polisi Usai Gasak HP Milik Demonstran
Demo Tolak RUU Omnibus Law di Tengah Pandemi Covid-19
Dokter dan Perawat RSUD Caruban Terpapar Virus Corona
Warga Dibuat Bingung Atas Pelayanan PDAM
Sebanyak 30 Persen PPDP Surabaya Enggan Melakukan Rapid Tes
Polresta Banyuwangi Ungkap Kasus Narkoba Dalam Bungkusan Rengginang
Empat Tahun Buron, Perampok Sadis Dibekuk Jatanras
Robot Arta Mulai Layani Rapid Tes UTBK di Unair
Menko PMK Kecewa Jatim Tak Bisa Penuhi Target Dua Minggu Dari Jokowi
Perwali No 33, Masuk Surabaya Wajib Rapid Tes Bagi Warga Luar Kota
Sidak Takaran Minyak, Petugas Temukan Produsen Nakal
Program Diskon Pajak Selama Corona Berhasil Meningkatkan PAD Rp 562 Milyar
Kemenko PMK Tinjau Ruang PUPR Untuk Pasien Suspect Covid 19
3 Terdakwa TPA Winongo Divonis 5 Tahun Penjara
   

Tunggakan Klaim BPJS Kesehatan Tulungagung Capai Rp 119,7 Miliar
Kesehatan  Selasa, 19-11-2019 | 17:00 wib
Reporter : Agus Bondan
Tulungagung pojokpitu.com, Tunggakan klaim pembayaran BPJS Kesehatan Cabang Tulungagung, di belasan rumah sakit dan puluhan faskes tingkat pertama, saat ini mencapai Rp 119 miliar lebih.

Untuk mengantisipasi terganggunya operasional rumah sakit akibat keterlambatan bayar tersebut, BPJS telah bekerjasama dengan sejumlah bank, yang bisa diakses rumah sakit mitra untuk mendapatkan pendanaan.

Sampai dengan akhir Oktober 2019, tunggakan klaim pembayaran bpjs kesehatan cabang tulungagung, mencapai Rp 119, 7 miliar. Jumlah tersebut merupakan klaim dari 15 rumah sakit mitra dan puluhan faskes tingkat pertama, yang tersebar di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Tulungagung, yakni Kabupaten Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tulungagung, Idar Aries Munandar mengatakan, untuk pembayaran ke 15 rumah sakit sebesar 119 miliar koma 228 juta rupiah lebih, mengalami keterlambatan bayar sejak juli lalu. 

"Sedangkan hutang klaim ke faskes tingkat pertama, puskesmas, klinik, dan dokter yang masuk FKTP tingkat 1, mulai Agustus hingga Oktober 2019,  tercatat sebesar 490 juta rupiah yang belum terbayar," kata Idrar Aries Munandar.

Pihak BPJS Kesehatan Cabang Tulungagung, belum dapat memastikan kapan tunggakan klaim tersebut akan dibayarkan. Untuk mengantisipasi terjadinya gangguan operasional rumah sakit mitra akibat hal tersebut, pihak BPJS mendorong rumah sakit untuk mengakses perbankan yang telah menjalin kerjasama dengan BPJS, melalui mekanisme SCF atau Suply Chain Finance. 

"Dengan SCF ini, pihak rumah sakit bisa menggaransikan klaim tagihan bpjs ke bank, dan pihak bank akan mengucurkan dana sejumlah klaim BPJS yang tertunggak," imbuhnya.

Menurut Idar Aries, terjadinya tunggakan klaim pembayaran ini, akibat besaran klaim pembayaran secara keseluruhan tingkat nasional, tidak sebanding dengan pendapatan dari pembayaran premi peserta. 

Aries mencotohkan, di BPJS Kesehatan Tulungagung rata-rata pemasukan dari peserta sebesar Rp 44 miliar, sedangkan klaim mencapai Rp 66 miliar perbulan. (yos)

Berita Terkait

Ini Alasan Presiden Joko Widodo Ngotot Naikan Iuran BPJS

BPJS Kesehatan Akan Kembalikan Selisih Kelebihan Iuran Bulanan

Pembiayaan Pasien Covid-19 Dibebankan ke BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan Harus Patuhi Keputusan MA
Berita Terpopuler
FKPPI Demo Tuntut DPR RI Membatalkan RUU HIP
Peristiwa  5 jam

Tuntut Kejelasan Kasus Korupsi Warga Demo Kejaksaan
Peristiwa  8 jam

Inkrah Sejak Januari Hingga Juni, Kejari Kabupaten Malang Musnahkan Barang Bukti...selanjutnya
Malang Raya  6 jam

Grebeg Mobil Bergoyang di Dekat Masjid Agung Tuban
Peristiwa  5 jam



Cuplikan Berita
Anak Jerapah Lahir di Tengah Pandemi
Pojok Pitu

Anak SD Dinikahkan Siri Dengan Pria Beristri Tiga
Pojok Pitu

Ingin Ketahui Fakta Penanganan Covid 19, Kapolda Jatim Akan Berkantor di Polsek
Jatim Awan

Begini Gejala Awal Hingga Rudy Ermawan Yulianto Meninggal Dunia
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber