Berita Terbaru :
Pemuda Bondowoso Sosialisasi New Normal Pakai Gerobak Sampah
Saat Air Laut Surut, Warga Berburu Kerang di Karang
Selama 5 Hari Ini 100 Perawat Jatim Terpapar Covid 19
Dibukanya Pondok Persantren Tergantung Orang Tua Santri
35 Peserta UTBK Unair Reaktif Covid 19
94 Dokter Di Jatim Terpapar Covid-19
Di PHK Secara Sepihak, Ratusan Buruh Pabrik Rambut Demo ke Pendopo Kabupaten Sidoarjo
137 Calon Peserta UTBK SBMPTN Jalani Rapid Test di Puskesmas Sidoarjo, 2 Orang Reaktif
Inginkan Sinergi Surabaya-Madura, Bupati Bangkalan Dukung Machfud Arifin Jadi Walikota
Masih Pandemi, HUT RI Dibuat Sederhana Tapi Meriah
Enam Bulan Tidak Bisa Jualan, PKL GOR Datangi Pendopo Kabupaten Sidoarjo
RS Umum Daerah Lamongan Gratiskan Rapid Tes Bagi Calon Mahasiswa Tidak Mampu
Salah Seorang Pasien Covid-19 di Sumenep Kabur Dari Rumah Sakit
Bareng Pilkada, Pelaksanaan Pilkades Serentak di Ngawi Mundur
Tanam Ganja di Atas Plafon, Jarot Dibekuk Satresnarkoba Polres Malang
   

Lagi, Massa Tuntut Panitia Pilkades Taati Tatib Yang Dibuat
Pilkada  Selasa, 19-11-2019 | 16:25 wib
Reporter : Tova Pradana
Madiun pojokpitu.com, Sengketa pilkades di Desa Geger Kecamatan Geger Kabupaten Madiun masih terus memanas. Meski sudah dilakukan mediasi baik di tingkat kecamatan dan pemerintah daerah, namun hal tersebut nyatanya belum membuat reda. Massa menuntut kembali panitia pilkades untuk menaati tata tertib yang dibuatnya.

Dengan membentangkan poster bernada tuntutan tidak puas akan hasil pilkades. Puluhan massa calon 05, Mahmud Rudiyanto kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan balai desa setempat. Massa menilai sampai saat ini, panitia tidak pro aktif dalam hal penyelesaian sengketa pilkades. Meski sudah dilakukan mediasi baik di tingkat kecamatan maupun tingkat Pemkab Madiun.

Selain itu, yang massa marah lantaran tata tertib (tatib) yang dibuat sendiri oleh panitia diabaikan, sehingga pada pilkades di Desa Geger, terdapat surat suara rusak yang jumlahnya fantastis, yakni jumlah suara rusak sebanyak 568 suara. Mayoritas penyebab tidak disahkanya suara rakyat tersebut, dikarenakan coblos tembus di luar kotak paslon.

"Dalam tatib panitia pilkades Desa Geger pada romawi V , disana jelas disebut surat suara yang tercoblos karena surat suara tidak dibuka seluruhnya (coblos tembus) dinyatakan sah. Namun saat penghitungan suara, panitia tidak menganggap sah," ungkap Mahmud Rudiyanto, Cakades 05, saat berorasi.

Usai puas berorasi, sebanyak 20 perwakilan massa langsung ditemui ketua panitia pilkades di ruang rapat Desa Geger. Dalam dialog tersebut, berkali - kali terjadi adu mulut karena perbedaan pendapat saat mengupas soal tatib dan Perbup no 31 tahun 2019.

Panitia Mujiono bersikukuh, sepakat persoalan sengketa harus segera diselesaikan. Agar masyarakat Desa Geger, kembali damai, seperti sebelum pilkades. Namun selama belum ada perintah dari pimpinan di atas, panitia tetap bersikukuh enggan melakukan penghitungan ulang.(end)

Berita Terkait

Bareng Pilkada, Pelaksanaan Pilkades Serentak di Ngawi Mundur

Sengketa Pilkades Geger, Majelis Hakim Verifikasi Surat Suara

Unik, Pasangan Suami Istri Maju Pilkades Didandani Ala Pengantin

Sehari Jelang Pilkades, Panitia Mulai Sibuk Siapkan TPS
Berita Terpopuler
Seorang PNS Gresik Terjebak di Dalam Lift Hampir Setengah Jam
Metropolis  8 jam

Lagi, Dokter PPDS FK Unair Meninggal Akibat Covid 19
Metropolis  13 jam

Warga Jember Berebut Daging Hiu Tutul Yang Mati Terdampar
Peristiwa  11 jam

Petugas Gabungan Patroli Skala Besar, Segini Hasilnya
Peristiwa  13 jam



Cuplikan Berita
Puluhan Peserta UTBK Rapid Test di Lokasi Ujian
Pojok Pitu

Gempar, Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
Pojok Pitu

Diduga Bawa BBM, Sebuah Mobil Terbakar di Dekat SPBU Keting
Jatim Awan

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber