Berita Terbaru :
Ketua DPRD Bojonegoro Tanggapi Polemik Kenaikan Tunjangan
Masih Ada 74 Perawat di Jatim Terpapar Covid 19
Hadapi New Normal, Begini Langkah PT KAI Daop 7
Begini Tanggapan Bupati Terkait Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19
Polisi Tetapkan Ibu Bayi Sebagai Tersangka Penelantaran
Hendak Menginap di Rumah Janda, TNI Gadungan Diamankan
Ajak Akhiri Polemik, Demokrat Sebut Jatim Butuh 10 Unit Mobil PCR
Politisi PDIP : Bu Risma Milik Warga Surabaya, Bukan Partai
Dianggap Pekerja Beresiko, Belasan Jurnalis Ikuti Rapid Test
   

Ketum PBNW Ajak Warga NTB Tidak Berlebihan Tanggapi Perubahan Nama Bandara
Citizen Journalism  Selasa, 19-11-2019 | 14:07 wib
Reporter : Hassanah Efendi
Mataram pojokpitu.com, Terjadinya pro kontra perubahan nama Bandara Internasional Lombok (BIL) menjadi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, ( BIZAM) membuat tensi di tengah masyarakat sedikit naik. Hal ini terlihat adanya aksi sebagian warga Lombok Tengah dan dugaan keterlibatan pimpinan daerah memerintahkan perangkat desa dan ASN menggelar aksi demo menolak pergantian nama bandara di kantor DPRD NTB, Mataram Senin(18/11) lalu.

Menyikapi situasi ini, Ketua Umum PBNW Syaikhuna Tuan Guru Bajang KH Muhammad Zainuddin Atsani mengungkapkan bahwa soal pergantian nama bandara itu adalah domainnya pemerintah pusat karena  mereka yang keluarkan SK. Tentunya sebagai warga NTB sangat bangga ada tokoh NTB yang diangkat menjadi pahlawan dan namanya diabadikan menjadi nama bandara.

"Mari kita bersikap bijak dalam melihat keinginan pemerintah menghargai jasa pahlawan, tidak perlu berlebihan menyikapi hal ini karena itu biasa terjadi di daerah lain di mana nama pahlawan nasionalnya dijadikan nama bandara," katanya, di Mataram, Selasa (19/11).

Ia juga meminta kepada masyarakat NTB supaya menghargai ulama, apalagi ulama itu juga sebagai pahlawan yang telah berjuangan memerdekakan bangsa ini dan memberikan kontribusi besar bagi kemajuan bangsa.

"Jangan tunjukan ego sektoral, tapi lihatlah maulanasyaikh itu sebagai pahlawan yang diakui negara. Jadi beliau bukan lagi milik masyarakat NTB, tapi milik bangsa dan seluruh rakyat Indonesia," tandasnya.

Lanjut Rektor IAIH NW Lotim ini, janganlah dengan hal ini memecahkan persatuan kita sebagai anak bangsa, tapi jadikanlah momentum ini sebagai upaya meneguhkan sikap keutuhan berbangsa.

"Jangan mudah terprovokasi, mari kita perkuat ikatan persaudaraan wathoniyah sebagai bangsa yang mencintai nilai-nilai budaya lokal kita," imbuhnya.

Katanya, semua aksi harusnya berangkat dari rasa nasionalisme dan kecintaan terhadap para pahlawan bangsa sebagai wujud rasa syukur dan terima kasih sebagai warga negara yang menjunjung tinggi nasionalisme.

"Maulanasyaikh itu bukan milik NW saja tapi milik bangsa Indonesia. Dan kami siap mendukung dan mengawal pemerintah dalam pergantian nama bandara Lombok menjadi Bandar Internasional Zainuddin Abdul Madjid. Secepatnya Presiden Jokowi meresmikan nama bandara di Lombok dengan nama Pahlawan Nasional asal NTB," pungkasnya.(end)

Berita Terkait

Ketum PBNW Ajak Warga NTB Tidak Berlebihan Tanggapi Perubahan Nama Bandara
Berita Terpopuler
Dianggap Pekerja Beresiko, Belasan Jurnalis Ikuti Rapid Test
Peristiwa  7 jam

Politisi PDIP : Bu Risma Milik Warga Surabaya, Bukan Partai
Metropolis  7 jam

Ajak Akhiri Polemik, Demokrat Sebut Jatim Butuh 10 Unit Mobil PCR
Metropolis  6 jam

Hendak Menginap di Rumah Janda, TNI Gadungan Diamankan
Hukum  6 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber