Berita Terbaru :
Ini Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja
Kondisi Bayi Makin Membaik, Banyak Warga Ingin Mengadopsi
Sebanyak 397 Warga Binaan Lapas Wanita Mendapat Remisi Idul Fitri
Pasokan Sepi, Harga Janur Kuning Kian Meroket di Lumajang
Per 1 Juni, Pendatang ke Malaysia Wajib Bayar Biaya Karantina Rp 7 Juta
Manfaatkan Sibuknya Pasar Lawang, Bapak Ini Gondol Motor Pembeli
Ribuan Petasan Daya Ledak Tinggi Diamankan Satreskrim Polres Blitar Kota
   

Dari Sekedar Membuat Boneka, Risnsari Rosman Menemukan Hikmah
Peristiwa  Selasa, 19-11-2019 | 13:00 wib
Reporter : Nova Sari
Risna berharap boneka tangan bisa menjadi sahabat anak dalam bermain dan mengembangkan imajinasi.
Surabaya pojokpitu.com, Dibalik kesulitan ternyata mengandung hikmah. Hal itulah yang dialami Risnsari Rosman, perajin boneka tangan.

Ibu beranak satu sebelum menekuni usaha kerajinan boneka tangan sempat menjadi relawan mengajar anak-anak jalanan di kota Bandung. Risna bercerita, awal mengenal boneka tangan, saat dirinya bertemu dengan komunitas anak jalanan di Bandung. Prihatin dengan pendidikan anak jalanan,yang di usia dini sudah bekerja. Dia mengajak mereka untuk belajar. Namun anak-anak jalanan lebih suka untuk mencari uang.

Kemudian Risna berpikir untuk mencari metode pembelajaran yang efektif dan menyenangkan, hingga menemukan media boneka. "Dengan media boneka tangan, lebih mudah mengajar anak-anak jalanan," kata Risna.

Saat itu, Risna kesulitan untuk menemukan varian boneka tangan. Akhirnya dia memutuska untuk mencoba membuat sendiri boneka tangan.

Bersama Nawawi Badarudin, suaminya sejak tahun 2016, menggeluti kerajinan boneka tangan dengan HPSPuppet. Boneka dengan aneka ukuran dirancang agar mudah digunakan untuk mendongeng. Konsumennya sebagian besar adalah bunda Paud dan taman kanak-kanak.

Ciri khas bonekanya yaitu pada matanya yang didesain dengan teknik bordir. Selain itu pada bagian belakang,tempat untuk memasukkan tangan pengguna. Variasi boneka yang dibuat dari model boneka keluarga, bonek profesi, boneka jari tangan dan boneka bentuk hewan. Harganya bervariasi dari Rp 50 ribu hingga Rp 300 ribu. "Maskot dari produk saya yaitu Ceria dan Lodi, sepasang boneka anak laki- laki dan perempuan, tingginya kurang lebih 1 meter. Serta selama ini pemasarannya dilakukan melalui media sosial," kata Risna.

Menurut Risna, media belajar dengan boneka membuat anak menjadi lebih rileks. Selain itu, bisa mengajarkan nilai- nilai moral dari mendongeng dengan boneka tangan.

"Saya mengenalkan boneka tangan kepada Alisya,anak saya.   Dengan bermain boneka, menghindarkan anak usia dini dalam penggunaan gawai," ujar Risna. (pul)

Berita Terkait

Hasil Karya Boneka Muslimah dari Napi Diamalkan Untuk Warga

Dari Sekedar Membuat Boneka, Risnsari Rosman Menemukan Hikmah

Kaos Kaki Disulap Menjadi Boneka Aneka Karakter

Kreasi Boneka Nusantara Melanglang Hingga ke Mancanegara
Berita Terpopuler
Ribuan Petasan Daya Ledak Tinggi Diamankan Satreskrim Polres Blitar Kota
Peristiwa  6 jam

Kondisi Bayi Makin Membaik, Banyak Warga Ingin Mengadopsi
Peristiwa  1 jam

Per 1 Juni, Pendatang ke Malaysia Wajib Bayar Biaya Karantina Rp 7 Juta
Politik  4 jam

Manfaatkan Sibuknya Pasar Lawang, Bapak Ini Gondol Motor Pembeli
Malang Raya  5 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber