Berita Terbaru :
Patroli Skala Besar, Petugas Gabungan Sisir Warga Tak Pakai Masker
Menganggur, Seorang Pria Nekat Curi Sepeda
DPRD Surabaya Sayangkan Kebijakan Wajib Rapid Tes Terlalu Mendadak
Berkunjung ke Rumah Ibadat Wajib Patuhi Protokol Kesehatan
Percepatan Penyidikan Pembakaran Mobil Via Vallen, Pelaku Pije Masih Ditahan
Sempat Diburu, 3 Pelaku Tik-Tok di Jembatan Suramadu Akhirnya Diamankan Polisi
Sehari 100 Perawat Terpapar Covid, Surabaya dan Sidoarjo Paling Banyak
Begini Kata Gubernur tentang Wacana Pasien Covid-19 Dipindah ke Pulau Galang
Pusat UTBK di Surabaya Sediakan Rapid Test Gratis Sebelum Ujian
Guru dan Siswa SMK Buat Mobil Listrik Untuk Pelaku UMKM
Golkar Akan Definitifkan Calon di 9 Kabupaten Kota
Rumah Sakit Surabaya Mulai Adakan Rapid Test Untuk Peserta UTBK SBMPTN
Adik Via Vallen Lapor Pencemaran Nama Baik di Medsos
Antisipasi Konflik, Bupati Lumajang Cek Jalan Tambang
Empat Rumah Ludes Terbakar Akibat Arus Pendek Listrik
   

Safari Keagamaan Tumbuhkan, Pluralisme Sejak Dini
Rehat  Minggu, 17-11-2019 | 05:14 wib
Reporter : Syadid Fahmi
Dalam kegiatan itu, seluruh peserta diajak mengenal keberagaman dengan mengunjungi tempat peribadatan. Foto Syadid Fahmi
Jember pojokpitu.com, Sebagai upaya menumbuhkan rasa persaudaraan antar umat beragama sejak dini, SMAK Santo Paulus Jember menggelar temu persaudaraan antara siswa umat bergama.

Pesertanya 150 mengikuti safari keagamaan dalam bingkai merajut kebhinekaan, dengan cara saling mengunjungi tempat peribadatan agama di Kabupaten Jember, Sabtu (16/11) siang. Pertama, seluruh peserta terdiri dari siswa siswi SMAK Santo Paulus, santri dan santriwati pondok pesantren dari 3 pondok pesantren di Jember, mengunjungi rumah ibadah umat Buddha, yakni Vihara Dhamma Metta.

Tidak ada rasa canggung dan kaku terlihat dari wajah siswa siswi itu. Mereka antusias mengikuti dan mendengarkan sambutan dari rohaniwan Agama Buddha.

Menurut Sarafim Dinakalfari salah satu peserta, kegiatan memberikan pengalaman baru. Dengan kegiatan tersebut, Sarafim dapat  mengenal saudara lintas agama dan mengenal agama lain. Mulai dari tempat peribadatan dan bagaimana beribadahnya. "Tak kalah penting, peserta lebih memahami toleransi antar umat beragama secara langsung," kata Sarafim Dinakalfari.

Sementara itu menurut Bhante Teja Punno rohaniwan Agama Buddha, kegiatan sangat memberikan dampak positif bagi generasi muda untuk lebih memahami perbedaan dan tidak perlu membeda -bedakan. Dengan harapan kegiatan dapat membangun Indonesia melalui Bhineka Tunggal Ika. (pul)

Berita Terkait

Jelang Pilkades Serentak, Polresta Sidoarjo Gelar Safari ke Media

Safari Keagamaan Tumbuhkan, Pluralisme Sejak Dini

Safari Idul Fitri, Kapolres Sidoarjo Sambang Kyai dan Tokoh Agama

Sandiaga Uno Ziarah Makam Sunan Bonang Tuban
Berita Terpopuler
Kembali Dibuka, Tempat Wisata di Blitar Terapkan Protokol Kesehatan
Mlaku - Mlaku  21 jam

Tugu Polisi Monumen Perjuangan Polri Karesidenan Besuki Akan Direnovasi
Tempo Doeloe  20 jam

Curi Bawang Merah, Pelaku Dimassa dan Motor Dibakar
Peristiwa  7 jam

Hama Ulat Mulai Serang Tanaman Jagung
Ekonomi Dan Bisnis  18 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber