Berita Terbaru :
Laka Lantas Operasi Patuh Semeru Meningkat
Jatim Belum Layak Lakukan Sekolah Tatap Muka
Pertumbuhan Ekonomi Minus, Kemenhub Beri Konsesi Terminal Logistik
Akademisi Arsitektur : Warna Biru Alun-Alun Magetan Bagian Dari Simbol Kekuasaan
Pasangan OK Segera Deklarasi Parpol Pengusung
Unik, UWK Malang Gelar Wisuda Secara Drive Thrue
Meski Harga Gabah Naik, Petani Tak Jual Semua Hasil Panennya
Mendagri Bilang Ada Kepala Daerah Yang Tidak Serius Tangani Covid-19
   

Jadi DPO 2 Tahun, Lamidi Pelaku Perampokan Sumawe Dihadiahi Timah Panas
Malang Raya  Sabtu, 16-11-2019 | 04:10 wib
Reporter : Khaerul Anwar
Karena melawan dan berusaha kabur, pelaku Lamidi dihadiahi timah panas oleh petugas di kedua kaki. Foto: Khaerul Anwar
Malang pojokpitu.com, Menjadi buronan polisi selama 2 tahun atas kasus perampokan yang dilakukan bersama tiga temannya di Wilayah Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang pada Maret 2017 silam, Lamidi, harus akhirnya dibekuk Tim Buser Satreskrim Polres Malang di wilayah Ponorogo.

Lamidi (41) warga Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang harus didorong menggunakan kursi roda. Lamidi sudah 2 tahun menjadi DPO kasus perampokan. Sempat kabur ke wilayah Kalimantan guna menghindari pencarian petugas kepolisian, setelah ditetapkan menjadi DPO.

Kejadian perampokan di wilayah Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan pada maret 2017 silam. Pelaku beraksi bersama 3 temannya mencongkel pintu belakang rumah korban pada dini hari. Korban yang tengah tidur kemudian terbangun dengan suara mencurigakan. Saat membuka pintu kamar, ternyata sudah ada 4 orang yang membawa sajam jenis celurit.

Pelaku mengancam korbannya untuk diam dan menyerahkan harta benda. Seperti uang sebesar Rp 30 juta, perhiasan emas seberat 50 gram dan ponsel 2 buah serta motor matic korban.

Usai aksi perampokan, Tim Buser Satreskrim Polres Malang langsung melakukan pengejaran dan berhasil meringkus 2 pelaku lain berinisial AS dan JN yang saat ini sudah divonis penjara.

Mengetahui keberadaan DPO Lamidi berada di Ponorogo untuk membesuk adiknya yang tengah melahirkan, petugas segera melakukan penyelidikan dan penangkapan. Namun Lamidi melawan dan berusaha kabur, hingga diberikan tindakan tegas menembak kedua kakinya.

Menurut AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo, Kasat Reskrim Polres Malang, atas perbuatannya, Lamidi diganjar dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, ancamannya hingga 9 tahun kurungan penjara. (pul)

Berita Terkait

Sekap Penghuni Rumah , Komplotan Perampok Bercadar Kuras Harta Karyawan Pabrik

Satreskrim Periksa Lima Saksi Perampokan Toko Emas

Polda Jatim Beri Atensi Kasus Dugaan Pembunuhan Lamongan

Rampok Siang Bolong, Residivis Nyaris Dimasa Warga
Berita Terpopuler
Pasangan OK Segera Deklarasi Parpol Pengusung
Pilkada  10 jam

Pertumbuhan Ekonomi Minus, Kemenhub Beri Konsesi Terminal Logistik
Ekonomi Dan Bisnis  6 jam

Meski Harga Gabah Naik, Petani Tak Jual Semua Hasil Panennya
Ekonomi Dan Bisnis  12 jam

Akademisi Arsitektur : Warna Biru Alun-Alun Magetan Bagian Dari Simbol Kekuasaan...selanjutnya
Life Style  8 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Karyawan Toko Tipu Korban dan Gelapkan Ribuan Lpg
Jatim Awan

Sebanyak 65 Guru SMP di Surabaya Reaktif
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber