Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Metropolis 

Gigik Andrianusa produsen liquid vapor, rokok lebih berbahaya bagi kesehatan dibanding dengan rokok elektrik, karena prosesnya melalui pembakaran.
Kenaikan Cukai Rokok Akan Berdampak Pada Produsen Liquit Vape
Sabtu, 16-11-2019 | 01:06 wib
Oleh : Mujianto Primadi
Sidoarjo pojokpitu.com, Pemerintah sudah ancang-ancang menaikan cukai rokok 30 persen bulan Januari 2020. Hal itu akan berdampak positif kepada produsen liquid vape, karena harga rokok akan naik menjadi Rp 40 ribu perbungkus. Sehingga ada kemungkinan pencandu rokok akan beralih ke rokok elektrik.

Gigik Andrianusa produsen liquid vapor mengatakan, dengan rencana pemerintah menaikan cukai rokok 30 persen, tentunya pecandu rokok bakal pindah ke rokok elektrik. Karena liquitnya lebih panjang dibanding satu bungkus rokok yang harganya cukup mahal.

"Menurut study, rokok lebih berbahaya dibandingkan dengan rokok eleltrik asalkan tidak menggunakan cairan lainnya yang membahayakan kesehatan," kata Gigik.

Cairan liquid yang digunakan tidak berbahaya bagi kesehatan, karena yang digunakan hanya aroma makanan. Selain itu, liquit vapor 95 persen lebih aman dibanding rokok, asalkan cara penggunaan dan pemasangan liquid dilakukan dengan benar. Rokok dianggap sangat berbahaya, karena prosesnya melalui pembakar.

Sebenarnya, cukai liquid vapor sudah naik 57 persen sejak tahun 2018 lalu, berdasarkan perhitunganya satu botol liquid. Sedangkan untuk rokok kenaikannya sekitar 30 persen, tetapi perhitunganya perbatang. (pul)

Berita Terkait


Kenaikan Cukai Rokok Akan Berdampak Pada Produsen Liquit Vape


Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber