Berita Terbaru :
Minim Sirkulasi Udara, Peluang THM Tutup Bakal Lebih Lama
Selama 6 Bulan Terkahir, 11 Kasus Kebakaran Terjadi di Bojonegoro
Overload Pasien Covid, RS Rujukan Tambahan Segera Dioptimalkan
Grand Livina Tabrak Truk Trailer Rusak Rumah Warga
Walikota Risma Beri Perhatian Untuk Empat Anak Korban Tukang Sapu Makam Cabul
Nenek Renta Tinggal Di Gubug Reot Tak Layak Huni
14 Hari Pasca Ultimatum Presiden, Tingkat Kesembuhan Pasien Positif Covid di Jatim Tertinggi di Indonesia
Dinkes Lakukan Tracing dan Swab Di Sarangan
Meninggal Di RS Covid , Keluarga Tolak Dimandikan
Terjatuh Hindari Jalan Berkubang, Pegoes Asal Surabaya Tewas Terlindas Truk Tronton
Habaib-Ulama dan Tokoh Madura Tolak RUU HIP
Persentase Pasien Covid-19 Meninggal di Jatim Melebihi Luar Negeri
Taman Wisata Ngawi Mulai Ramai Pengunjung
Begini Tantangan Peternak Sapi di Tengah Pandemi Covid-19
Pemkab Magetan Gratiskan Rapid Test Bagi Pelajar, Mahasiswa, ASN dan Ibu Hamil
   

Komunitas Pemuda Galang Dana Untuk Perbaikan Sekolah Rusak
Mataraman  Jum'at, 15-11-2019 | 20:04 wib
Reporter : Heru Kuswanto
Ponorogo pojokpitu.com, Prihatin karena banyaknya bangunan sekolah dasar yang rusak dan belum tersentuh perbaikan, komunitas pemuda yang tergabung dalam Banteng Muda Indonesia (BMI), Kamis siang, melakukan galang dana untuk sekolah rusak. Selain melakukan penggalangan dana, mereka juga akan melakukan renovasi sekolah yang rusak dan terancam roboh.

Belasan komunitas pemuda yang tergabung dalam Banteng Muda Indonesia (BMI), Ponorogo, Kamis siang turun ke jalan melakukan penggalangan dana di kawasan traffic light Madusari, Kecamatan Siman, Ponorogo.
 
Aksi penggalangan dana di jalan raya ini merupakan buntut kekecewaan sejumlah warga Ponorogo terhadap pemerintah yang seakan - akan kurang peduli dengan pendidikan. Sebab dari data di Dinas Pendidikan Ponorogo, saat ini terdapat 60 bangunan sekolah dasar di Ponorogo yang rusak. 26 diantaranya rusak berat.
 
Sementara proses perbaikan sekolah rusak pun masih menunggu waktu lama. Yakni hingga bulan Maret tahun 2020 mendatang. Atau menunggu dana dari APBN, APBD, BOS, DAK maupun dari sumber lain.
 
"Kami khawatir, jika tidak segera diperbaiki, saat musim hujan tiba bangunan roboh hingga mengancam keselamatan siswa yang berada didalam kelas," ujar Edi Sukarno, relawan BMI.

Rencananya, dana yang terkumpul akan langsung dibelanjakan dalam bentuk material. Selain itu, BMI juga akan bekerja bakti melakukan perbaikan sekolah yang rusak.(end)

Berita Terkait

Berawal Dari Sering Ngopi Bareng, Sejumlah Pemuda Jadi Relawan Covid-19

Relawan Serahkan APD di RSUD Kanjuruhan Kepanjen

Relawan MBLC, Bersama-Sama Perangi Corona

Begini Cerita Relawan TRC BPBD di Tengah Perang Melawan Virus Corona
Berita Terpopuler
Pengadilan Agama Gandeng Dispendukcapil Untuk Percepat Keluarkan Status
Teknologi  22 jam

Gabungan Forkopimda Ngawi Bubarkan Kerumunan Warga
Peristiwa  21 jam

Terjatuh Hindari Jalan Berkubang, Pegoes Asal Surabaya Tewas Terlindas Truk Tron...selanjutnya
Peristiwa  8 jam

Dishub Bojonegoro Gelar Operasi Kendaraan Parkir
Peristiwa  20 jam



Cuplikan Berita
Viral Hasil Tes Rapid Peserta UTBK Berubah
Pojok Pitu

Dokter dan Satpam Postif Covid 19, Puskesmas Wates Mojokerto Ditutup Sementara
Pojok Pitu

Delapan Terkena Corona, Membuat Ribuan Karyawan PT KTI Diliburkan
Jatim Awan

Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber