Berita Terbaru :
Pemerintah Tolak RUU Haluan Ideologi Pancasila
KAI Daop 8 Surabaya Kembali Operasikan KA Rute Surabaya-Jakarta
Jawa Timur Kembali Dapatkan Bantuan Obat Avigan
Nekat Curi Hape Dagangan, Karyawan Konter Plasa Marina Ditangkap
Cendikiawan NU Dukung Kementan Kembangkan Antivirus Eucalyptus
Puluhan Peserta UTBK Rapid Test di Lokasi Ujian
Mo Salah Memang Berhati Mulia, Ini Sedekah Terbarunya setelah Liverpool Juara
Gempar, Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
46.334 Ribu Peserta UTBK Mulai Ujian Masuk PTN, Sempat Molor 15 Menit
Mendikbud Nadiem Ingin Kepsek dari Guru Penggerak, Indra Merasa Heran
Blitar Diguncang Gempa 5.3 Skala Richter
Konvesi PSI: Bacalon Wali Kota Surabaya Berdebat Seru soal Pasar Turi hingga PHK Massal
BPCB Jatim Mulai Uji Coba Eskavasi Situs Kumitir Jatirejo
Polisi Tangkap Pencuri Motor Lengkap Dengan 7 Hasil Curian
Inspektorat Terjunkan 4 Tim Kejar Kutu Dalam Program BPNT
   

Elektabilitas Whisnu Sakti Buana Tertinggi Hasil Survei Ipol
Pilkada  Jum'at, 15-11-2019 | 12:14 wib
Reporter : Ayul Anhdim
Hasil survei Ipol Indonesia untuk Pilwali Surabaya, nama Whisnu Sakti Buana yang menjabat Walikota Surabaya memiliki elektabilitas tertinggi dengan 1.766 ekspos masyarakat. Disusul oleh Eri Cahyadi 877 ekspos. Foto Ayul Anhdim
Surabaya pojokpitu.com, Lembaga Konsultan Politik Ipol Indonesia, Kamis (14/11) sore, merilis hasil penelitiannya jelang Pilkada serentak di 19 Kabupaten di Jatim tahun 2020. Dari hasil penelitian selama kurun waktu 4 bulan. menghasilkan nama Whisnu Sakti Buana paling tinggi dalam hal elektabilitas indikatif. Whisnu Sakti Buana mendapatkan 1.766 ekspos masyarakat paling tinggi.

Di bawah Whisnu ada nama  Eri Cahyadi Kepala Badan Pengembangan dan Perencanaan atau Bappeko Kota Surabaya, dengan jumlah 877 ekspos masyarakat. selanjutnya disusul dengan Armuji dengan 488 ekspos masyarakat, Zahrul Azhar dan Dyah Katarina.

Menurut CEO Lembaga Riset IT Research Politik Consultant Ipol Indonesia Petrus Haryanto, elektabilitas didasarkan oleh beberapa indikator. Di antaranya popularitas di media massa, kemunculan di berbagai platform sosial media, instagram, serta keberadaan tim calon di lapangan random work survei.

"Dari penilaian Ipol, jumlah ekspos tersebut masih jauh dari tingkat keterpilihan, karena idealnya untuk bisa terpilih harus mencapai 50 ribu hingga 100 ribu ekspos," kata Petrus Haryanto.

Saat ini semua peluang masih sangat terbuka. Semakin banyak kegiatan positifnya, bakal calon akan semakin melambung. (pul)

Berita Terkait

Wawali Whisnu Sakti Harus Karantina Mandiri Karena Corona

Wisnu Sakti Buana : Masyarakat Surabaya Itu Bloko Suto Alias Apa Adanya

Whisnu Libatkan Karang Taruna Untuk Dongkrak Produktifitas

Elektabilitas Whisnu Sakti Buana Tertinggi Hasil Survei Ipol
Berita Terpopuler
Gempar, Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
Peristiwa  4 jam

Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covi...selanjutnya
Life Style  18 jam

BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Peristiwa  17 jam

Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
Kesehatan  16 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber