Berita Terbaru :
Jawa Timur Kembali Dapatkan Bantuan Obat Avigan
Nekat Curi Hape Dagangan, Karyawan Konter Plasa Marina Ditangkap
Cendikiawan NU Dukung Kementan Kembangkan Antivirus Eucalyptus
Puluhan Peserta UTBK Rapid Test di Lokasi Ujian
Mo Salah Memang Berhati Mulia, Ini Sedekah Terbarunya setelah Liverpool Juara
Gempar,Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
46.334 Ribu Peserta UTBK Mulai Ujian Masuk PTN, Sempat Molor 15 Menit
Mendikbud Nadiem Ingin Kepsek dari Guru Penggerak, Indra Merasa Heran
Blitar Diguncang Gempa 5.3 Skala Richter
Konvesi PSI: Bacalon Wali Kota Surabaya Berdebat Seru soal Pasar Turi hingga PHK Massal
BPCB Jatim Mulai Uji Coba Eskavasi Situs Kumitir Jatirejo
Polisi Tangkap Pencuri Motor Lengkap Dengan 7 Hasil Curian
Inspektorat Terjunkan 4 Tim Kejar Kutu Dalam Program BPNT
Pasukan Garuda Indonesia Mampu Akhiri Peperangan Antar Suku di Kongo
Lima Bulan Terakhir Jumlah Penderita HIV/Aids Bojonegoro Mencapai 39 Orang
   

Komunitas Vape dan Rokok Elektrik Ingin BPOM Mengkaji Ulang
Kesehatan  Jum'at, 15-11-2019 | 11:10 wib
Reporter : Aminuddin Ilham
Sejumlah pengguna vape dan rokok elektrik meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan, BPOM mengkaji kembali usulan dan kandungan bahan kimia berbahaya yang ada di likuit vape dan rokok elektrik. Foto Aminuddin Ilham
Berita Video : Komunitas Vape dan Rokok Elektrik Ingin BPOM Mengkaji Ulang
Mojokerto pojokpitu.com, Komunitas vape dan rokok elektrik di Mojokerto, tidak menghiraukan rencana pelarangan penggunaan vape dan rokok elektrik yang mengandung bahan kimia berbahaya bagi kesehatan manusia.

Rencana pelarangan penggunaan vape dan rokok elektrik bakal menuai protes dan penolakan dari sejumlah komunitas pemakai. Sejumlah komunitas vape dan rokok elektrik yang sudah cukup lama menggunakan di Kabupaten Mojokerto, sangat menyayangkan rencana pelarangan penggunaan vape dan rokok elektrik. Meskipun alasannya ada kandungan bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan manusia.

Akbar Kadafi, salah satu kumunitas vape di Mojokerto mengaku, banyak para perokok tembakau yang mulai berpindah sebagai pengguna vape dan rokok elektrik. Rata rata mereka mengaku yang sudah lima tahun menikmati vape dan rokok elektrik merasa lebih nyaman dan bisa mengirit pengeluaran uang.

"Sangat keberatan dengan rencananya pelarangan penggunaan vape dan rokok elektrik, seharusnya pemerintah lebih bijaksaan dalam membuat kebijakan terkait penggunaan vape dan mengkaji ulang usulan tersebut," kata Akbar Kadafi.
 
Komunitas pengguna vape berharap pemerintah membatalkan peraturan tentang pelarangan menggunaan vape dan rokok elektrik. Karena dianggap merugikan bagi seluruh pengguna vape yang ada di Indonesia. (pul/vd:yan)

Berita Terkait

PW Muhammadiyah Jatim Dukung Fatwa Haram Vape

Kenaikan Cukai Rokok Akan Berdampak Pada Produsen Liquit Vape

Seharusnya Pelarangan Peredaran Vape Juga Diikuti Pelarangan Peredaran Rokok

Komunitas Vape dan Rokok Elektrik Ingin BPOM Mengkaji Ulang
Berita Terpopuler
Gempar,Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
Peristiwa  3 jam

Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covi...selanjutnya
Life Style  17 jam

BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Peristiwa  16 jam

Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
Kesehatan  15 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber