Berita Terbaru :
Nokia C1, Hp Di Bawah 1 Juta Yang Oke
Bos Facebook Pilih Smartphone Ini Ketimbang Iphone
Mobil Wuling Ludes Terbakar di Tol Gempol-Pandaan
Kecanduan Pil Koplo, Seorang Anak Nekat Aniaya Kedua Orang Tuanya
Masih Banyak Warga Terjaring Razia Yustisi
Bupati Madiun Beranikan Diri Senam Bareng Pasien Positif Covid
Petugas Tertibkan Ribuan Alat Peraga Kampanye Liar
Razia Protokol Kesehatan,Tak Pakai Masker 120 Warga Dibawa ke Pengadilan Negeri
Marak Sumur Pompa Untuk Pertanian, Krisis Air Bersih di Ngawi Meluas
Menteri Desa PDTT Lounching Wisata Desa Dalam Upaya Membangkitkan Perekonomian Warga
Polije Bantu Peternak Alat Tetas Telur Otomatis
Pantai Tlangoh, Curi Perhatian Wisatawan
Dua Dara Berhijab Sulap Telenan Kayu Menjadi Sovenir Telenan Lukis Nan Cantik
Warga Kediri Memilih Berkebun Dengan Menanam Bunga Saat Pandemi Covid 19
Sulap Limbah Popok Bayi Jadi Pot Bunga yang Indah
   

Serunya Tradisi Unik Kampung Kerbau di Ngawi
Rehat  Jum'at, 15-11-2019 | 04:14 wib
Reporter : Herpin Pranoto
Ngawi pojokpitu.com, Masyarakat kampung kerbau di Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi, masih melestarikan tradisi gumbregan maheso. Dalam tradisi unik ini, ratusan kerbau milik warga setempat, diarak keliling desa dan dimandikan. Selain itu, juga ada pertunjukan kesenian khas warga pedesaan.

Tradisi gumbregan maheso digelar di Desa Banyubiru, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi. Banyak pengunjung datang untuk  melihat ratusan kerbau yang diarak oleh warga keliling kampung. 

Sekitar  700 ekor kerbau milik warga setempat,  dikumpulkan di pinggiran hutan jati milik perhutani, sebagai salah satu lokasi penggembalaan.  

Dalam tradisi ini juga menampilkan berbagai kesenian khas warga pedesaan , mulai dari tari kontemporer hingga musik lesung. Sebelum dimandikan, dilakukan ritual unik untuk meminta kepada tuhan yang maha esa selalu memberikan kesehatan terhadap kerbau milik warga. 

Tradisi gumbregan maheso yang di gelar oleh warga Desa Bayubiru, menyita perhatian banyak pengunjung, baik dari Ngawi hingga luar daerah.

Oni Anwar, Wakil Bupati Ngawi, menjelaskan, tradisi selamatan kerbau ini awalnya digelar warga setempat, khususnya para peternak, secara terpisah.  "Melihat keunikan kampung kerbau, pemkab ngawi mendukung warga setempat, menggelar tradisi untuk pelestarian budaya," kata Oni Anwar. 

Setelah dimandikan di sungai setempat, ratusan kerbau dikandangkan, oleh para gembala. 

Bagi warga setempat, kerbau merupakan simbol kesejahteraan,  sebagai rojo koyo atau harta dalam wujud ternak. Kerbau warga Desa Banyu Biru, tak hanya dijual untuk kebutuhan warga Jawa Timur tetapi juga dijual hingga Jawa Tengah. (yos)

Berita Terkait

Serunya Tradisi Unik Kampung Kerbau di Ngawi
Berita Terpopuler
Sulap Limbah Popok Bayi Jadi Pot Bunga yang Indah
Life Style  13 jam

Dua Dara Berhijab Sulap Telenan Kayu Menjadi Sovenir Telenan Lukis Nan Cantik
Life Style  11 jam

Marak Sumur Pompa Untuk Pertanian, Krisis Air Bersih di Ngawi Meluas
Peristiwa  7 jam

Warga Kediri Memilih Berkebun Dengan Menanam Bunga Saat Pandemi Covid 19
Life Style  12 jam



Cuplikan Berita
Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber