Berita Terbaru :
Kerajinan Kulit Handmade, Apik dan Awet
Patroli Skala Besar, Petugas Gabungan Sisir Warga Tak Pakai Masker
Menganggur, Seorang Pria Nekat Curi Sepeda
DPRD Surabaya Sayangkan Kebijakan Wajib Rapid Tes Terlalu Mendadak
Berkunjung ke Rumah Ibadat Wajib Patuhi Protokol Kesehatan
Percepatan Penyidikan Pembakaran Mobil Via Vallen, Pelaku Pije Masih Ditahan
Sempat Diburu, 3 Pelaku Tik-Tok di Jembatan Suramadu Akhirnya Diamankan Polisi
Sehari 100 Perawat Terpapar Covid, Surabaya dan Sidoarjo Paling Banyak
Begini Kata Gubernur tentang Wacana Pasien Covid-19 Dipindah ke Pulau Galang
Pusat UTBK di Surabaya Sediakan Rapid Test Gratis Sebelum Ujian
Guru dan Siswa SMK Buat Mobil Listrik Untuk Pelaku UMKM
Golkar Akan Definitifkan Calon di 9 Kabupaten Kota
Rumah Sakit Surabaya Mulai Adakan Rapid Test Untuk Peserta UTBK SBMPTN
Adik Via Vallen Lapor Pencemaran Nama Baik di Medsos
Antisipasi Konflik, Bupati Lumajang Cek Jalan Tambang
   

Sebanyak 11.141 Keluarga Nunggak Iuran BPJS Kesehatan, Total Mencapai Rp 17,2 Milyar
Pantura  Jum'at, 15-11-2019 | 00:15 wib
Reporter : Avrizal Ilmi
Bojonegoro pojokpitu.com, Lebih dari 11 ribu keluarga di Bojonegoro, nunggak iuran BPJS kesehatan, keluarga yang menungga merata di semua kelas baik kelas satu dua maupun kelas tiga.

Total iuran yang belum dibayar mencapai Rp 17,2 milyar, kenaikan iuran mencapai 100 persen pada tahun 2020, dikhawatirkan semakin menambah banyak warga yang tidak mau membayar iuran. 

Meski kenaikan iuran BPJS Kesehatan masih berlaku pada tahun 2020 mendatang, namun di daerah masih banyak warga yang menunggak atau enggan membayar iuran BPJS Kesehatan, seperti di Kabupaten Bojonegoro.

Janoe Tegoeh Prasetijo, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro, mengatakan, data di kantor BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro, hingga saat ini tercatat ada lebih dari 11 ribu keluarga yang menunggak iuran.

"Keluarga yang menunggak merata di semua kelas,diantaranya kelas 1 ada 2.261 , keluarga , kelas dua ada 2.813 keluarga sedangkan kelas 3 ada 6.067 keluarga," kata Janoe Tegoeh.

Total iuran yang belum terbayar mencapai Rp 17,2 milyar, pihak BPJS mengaku sudah memperingatkan agar para peserta, yang rata-rata menunggak hingga 3 bulan ini untuk melakukan pembayaran melalui sambungan telefon.

Sementara, adanya pengumuman kenaikan iuran pada tahun 2020 direspon oleh para peserta BPJS di Bojonegoro, setiap hari ada puluhan warga yang mendatangi kantor bpjs untuk melakukan turun kelas, rata-rata mereka turun dari kelas satu ke kelas tiga. (yos)

Berita Terkait

Ini Alasan Presiden Joko Widodo Ngotot Naikan Iuran BPJS

BPJS Kesehatan Akan Kembalikan Selisih Kelebihan Iuran Bulanan

Pembiayaan Pasien Covid-19 Dibebankan ke BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan Harus Patuhi Keputusan MA
Berita Terpopuler
Curi Bawang Merah, Pelaku Dimassa dan Motor Dibakar
Peristiwa  8 jam

Kembali Dibuka, Tempat Wisata di Blitar Terapkan Protokol Kesehatan
Mlaku - Mlaku  22 jam

Tugu Polisi Monumen Perjuangan Polri Karesidenan Besuki Akan Direnovasi
Tempo Doeloe  21 jam

Hama Ulat Mulai Serang Tanaman Jagung
Ekonomi Dan Bisnis  19 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber