Berita Terbaru :
Empat Pemain Persebaya Positif Covid 19
Laka Lantas Truk Lpg, Honda Jazz dan 2 Sepeda Motor, 1 Meninggal
Langgar Protokol Kesehatan Pertunjukan Seni Musik Tradisional Dibubarkan Satgas Covid 19
Angka Gugat Cerai di Sidoarjo Didominasi oleh Pihak Istri
Bupati Tuban Bersama Forkopimda Gowes Bareng dan Bagikan Masker
Pemerintah Lumajang Cek Gudang Tembakau
Kuota Internet Dari Kemendikbud Belum Cair
Selama Pandemi Covid-19, Pusvetma Gelar Vaksinasi Rabies Secara Drive Thru Pertama Kali
Kreasi di Tengah Pandemi, Mahasiswa Tulungagung Buat Kerajinan Shadow Box Light
Sekda Ponorogo : Rp 200 M Murni Demi Masyarakat, Tidak Ada Kepentingan Politik
Hilangkan Kejenuhan, Siswa Belajar Di Alam Bebas
Tim Gabungan Gelar Operasi Yustisi di Jalur Poros Pantura
Warga Pesisir Jember Tak Terpengaruh Isu Tsunami
   

Lakukan Pemerasan Untuk Selesaikan Sengketa Tanah, Kades Ditangkap Polres Malang
Malang Raya  Kamis, 14-11-2019 | 17:23 wib
Reporter : Khaerul Anwar
Malang pojokpitu.com, Seorang Kepala Desa Ngadireso, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang harus berurusan dengan hukum, setelah melakukan aksi pemerasan kepada warga yang memiliki kasus sengketa tanah. Warga tersebut dimintai uang sebesar Rp 60 juta untuk bisa menyelesaikan kasus tanahnya. Namun ia hanya bersedia memberikan Rp 20 juta, dan ia juga melaporkan kepada Unit Tipidkor Satreskrim Polres Malang, hingga terduga Kades Ngadireso tertangkap tangan membawa uang hasil pemerasan di dalam jok motornya.

Mugiono (50) warga Ngadireso, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, yang berprofesi sebagai kepala desa dan harus diamankan Unit Tipidkor Satreskrim Polres Malang.

"Kades Mugiono diamankan lantaran melakukan tindak pemerasan untuk menyelesaikan kasus sengketa, dengan melibatkan dua orang sebagai mediator dan kades mematok harga Rp 60 juta untuk bisa menyelesaikan kasus tersebut," kata AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo, Kasat Reskrim Polres Malang.

Mediator yang menyampaikan kepada korbannya, keberatan dengan permintaan uang sebesar Rp 60 juta. Melalui tawar menawar dengan oknum Kades Ngadireso, kemudian disepakati uang sebesar Rp 20 juta.

Saat itu, korban sudah berkoordinasi terlebih dahulu dengan kepolisian, hingga petugas menunggu dan mendapati kades tengah menerima uang tersebut, dan dimasukkan kedalam jok motornya.

Kades Mugiono yang membawa uang sebesar Rp 20 juta lantas ditangkap petugas Unit Tipidkor Satreskrim Polres Malang, dengan barang bukti uang, motor dan ponsel.

Kini, kades yang sudah menjabat selama 3 periode sejak 2007 ini harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di hadapan penyidik Unit Tipidkor Satreskrim Polres Malang, dengan perbuatannya yang dilarang oleh negara tersebut.

Atas perbuatannya, terduga Kades Ngadireso dijerat dengan pasal 12 huruf e dan atau pasal 11 Undang-Undang RI nomor 31 tahun 1999, tentang tindak pidana pemberantasan korupsi, dengan ancaman 15 tahun kurungan penjara.(end)

Berita Terkait

Sempat Bersitegang, Bangunan dan Tanaman Tanah Sengketa Dibongkar Paksa

Hakim Pengadilan Tinggi Menangkan Nenek 75 Tahun Atas Gugatan Tanah

Tergugat BPN dan Pemkab Sampang Tak Hadiri Sidang Sengketa Tanah Di PTUN

Bupati Datangi Lokasi Pembongkaran Pagar Yang Halangi Rumah Warga
Berita Terpopuler
Kuota Internet Dari Kemendikbud Belum Cair
Teknologi  5 jam

Warga Pesisir Jember Tak Terpengaruh Isu Tsunami
Peristiwa  11 jam

Hilangkan Kejenuhan, Siswa Belajar Di Alam Bebas
Pendidikan  9 jam

Tim Gabungan Gelar Operasi Yustisi di Jalur Poros Pantura
Peristiwa  10 jam



Cuplikan Berita
Viral Danramil dan Anggota Bubarkan Orkes Hajatan
Pojok Pitu

Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber