Berita Terbaru :
Golkar Ingatkan Walikota Surabaya Jangan Cari Sensasi di Tengah Pandemi Covid-19
Kapolres Cek Gudang Beras Bulog Madusari
Pandemi Covid 19, Polisi Binmas Bagi Buku Gratis Ke Siswa Pedesaan
Suket Tak Lengkap, Pengguna Jasa Penyebrangan Balik Kanan
Arema Usulkan Liga 1 Berlanjut di Era New Normal
Keberadaan Kandang Dinilai Ganggu Wisata Monumen Kresek
LPT Unair Tutup, RS Rujukan Bingung Periksa Sampel Swab Pasien
19 Kampung Tangguh Covid-19 Diresmikan Bertahap di Tulungagung
   

Lakukan Pemerasan Untuk Selesaikan Sengketa Tanah, Kades Ditangkap Polres Malang
Malang Raya  Kamis, 14-11-2019 | 17:23 wib
Reporter : Khaerul Anwar
Malang pojokpitu.com, Seorang Kepala Desa Ngadireso, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang harus berurusan dengan hukum, setelah melakukan aksi pemerasan kepada warga yang memiliki kasus sengketa tanah. Warga tersebut dimintai uang sebesar Rp 60 juta untuk bisa menyelesaikan kasus tanahnya. Namun ia hanya bersedia memberikan Rp 20 juta, dan ia juga melaporkan kepada Unit Tipidkor Satreskrim Polres Malang, hingga terduga Kades Ngadireso tertangkap tangan membawa uang hasil pemerasan di dalam jok motornya.

Mugiono (50) warga Ngadireso, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, yang berprofesi sebagai kepala desa dan harus diamankan Unit Tipidkor Satreskrim Polres Malang.

"Kades Mugiono diamankan lantaran melakukan tindak pemerasan untuk menyelesaikan kasus sengketa, dengan melibatkan dua orang sebagai mediator dan kades mematok harga Rp 60 juta untuk bisa menyelesaikan kasus tersebut," kata AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo, Kasat Reskrim Polres Malang.

Mediator yang menyampaikan kepada korbannya, keberatan dengan permintaan uang sebesar Rp 60 juta. Melalui tawar menawar dengan oknum Kades Ngadireso, kemudian disepakati uang sebesar Rp 20 juta.

Saat itu, korban sudah berkoordinasi terlebih dahulu dengan kepolisian, hingga petugas menunggu dan mendapati kades tengah menerima uang tersebut, dan dimasukkan kedalam jok motornya.

Kades Mugiono yang membawa uang sebesar Rp 20 juta lantas ditangkap petugas Unit Tipidkor Satreskrim Polres Malang, dengan barang bukti uang, motor dan ponsel.

Kini, kades yang sudah menjabat selama 3 periode sejak 2007 ini harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di hadapan penyidik Unit Tipidkor Satreskrim Polres Malang, dengan perbuatannya yang dilarang oleh negara tersebut.

Atas perbuatannya, terduga Kades Ngadireso dijerat dengan pasal 12 huruf e dan atau pasal 11 Undang-Undang RI nomor 31 tahun 1999, tentang tindak pidana pemberantasan korupsi, dengan ancaman 15 tahun kurungan penjara.(end)

Berita Terkait

Ahli Waris Pasang Papan Nama di Lahan Yang Dikuasai Salah Satu BUMN

Seorang Janda Menangis Mendatangi Pengadilan dan Bupati Mohon Keadilan

Hakim Sidang di Lokasi Sengketa Pembebasan Tanah Jalan Raya Wiyung

Hakim Gelar Sidang di Lokasi Perkara Nenek Gugat Keponakan
Berita Terpopuler
19 Kampung Tangguh Covid-19 Diresmikan Bertahap di Tulungagung
Peristiwa  9 jam

Keberadaan Kandang Dinilai Ganggu Wisata Monumen Kresek
Peristiwa  7 jam

LPT Unair Tutup, RS Rujukan Bingung Periksa Sampel Swab Pasien
Kesehatan  8 jam

Arema Usulkan Liga 1 Berlanjut di Era New Normal
Olah Raga  6 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber