Berita Terbaru :
Pemerintah Tolak RUU Haluan Ideologi Pancasila
KAI Daop 8 Surabaya Kembali Operasikan KA Rute Surabaya-Jakarta
Jawa Timur Kembali Dapatkan Bantuan Obat Avigan
Nekat Curi Hape Dagangan, Karyawan Konter Plasa Marina Ditangkap
Cendikiawan NU Dukung Kementan Kembangkan Antivirus Eucalyptus
Puluhan Peserta UTBK Rapid Test di Lokasi Ujian
Mo Salah Memang Berhati Mulia, Ini Sedekah Terbarunya setelah Liverpool Juara
Gempar, Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
46.334 Ribu Peserta UTBK Mulai Ujian Masuk PTN, Sempat Molor 15 Menit
Mendikbud Nadiem Ingin Kepsek dari Guru Penggerak, Indra Merasa Heran
Blitar Diguncang Gempa 5.3 Skala Richter
Konvesi PSI: Bacalon Wali Kota Surabaya Berdebat Seru soal Pasar Turi hingga PHK Massal
BPCB Jatim Mulai Uji Coba Eskavasi Situs Kumitir Jatirejo
Polisi Tangkap Pencuri Motor Lengkap Dengan 7 Hasil Curian
Inspektorat Terjunkan 4 Tim Kejar Kutu Dalam Program BPNT
   

TK Dharma Rini Terimbas SDN Gentong Ambruk, Siswa Gunakan Rumah Wali Murid
Tapal Kuda Dan Madura  Kamis, 14-11-2019 | 15:03 wib
Reporter : Abdul Majid
Pasuruan pojokpitu.com, Pasca ambruknya ruangan SDN Gentong Kota Pasuruan, tidak hanya mengganggu proses belajar mengajar sekolah dasar saja, namun juga murid taman kanak- kanak harus mengungsi ke rumah warga. Pasalnya ruangan yang sebelumnya berada di ujung sebelah timur dengan lokasi kejadian, tidak bisa ditempati lagi.

Puluhan murid Taman Kanak-Kanak atau TK Dharma Rini VIII terpaksa belajar di rumah wali murid di Kelurahan Sebani Kecamatan Gadingrejo Kota Pasuruan.

Mereka terpaksa mengungsi ke tempat lain, karena imbas dari ambruknya SDN Gentong beberapa waktu lalu yang menewaskan seorang guru dan satu siswa serta 11 lainnya alami luka- luka. Sebelumnya, mereka berada di ruangan ujung timur dari lokasi kejadian yang hanya berjara 25 meter.

Kepala TK Dharma Rini, Nur Hidayati, menjelaskan, meski berjara sekitar 300 meter dari lokasi gedung lama, pihak wali murid tidak keberatan dengan tempat belajar murid-murid hingga 2 pekan. Selain itu, ditempat ini mereka juga akan mengikuti pembelajaran trauma healing dan dibantu oleh pihak psikolog.

Dari 92 murid ada dua kelas A dan B, namun semntara ini mereka terpaksa digabung untuk menyesuaikan dengan tempat.

Sementara itu pemilik rumah tak membebani biaya sewa, dan diharapkan nantinya mereka nantinya bisa mendapatkan ruangan yang nyaman. (yos)

Berita Terkait

Lapuk Dan Tahah Gerak, Bangunan SDN Ambruk

Sekolah Ambruk, Siswa Belajar di Musholla

Dua Bulan Siswa Belajar di Mushalla, Berharap Ruang Kelas Ambruk Segera Dibangun

Dua Tersangka Penyebab SDN Samaran Ambruk Ditangkap Polisi
Berita Terpopuler
Gempar, Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
Peristiwa  4 jam

Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covi...selanjutnya
Life Style  18 jam

BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Peristiwa  17 jam

Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
Kesehatan  16 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber