Berita Terbaru :
Cendikiawan NU Dukung Kementan Kembangkan Antivirus Eucalyptus
Puluhan Peserta UTBK Rapid Test di Lokasi Ujian
Mo Salah Memang Berhati Mulia, Ini Sedekah Terbarunya setelah Liverpool Juara
Gempar,Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
46.334 Ribu Peserta UTBK Mulai Ujian Masuk PTN, Sempat Molor 15 Menit
Mendikbud Nadiem Ingin Kepsek dari Guru Penggerak, Indra Merasa Heran
Blitar Diguncang Gempa 5.3 Skala Richter
Konvesi PSI: Bacalon Wali Kota Surabaya Berdebat Seru soal Pasar Turi hingga PHK Massal
BPCB Jatim Mulai Uji Coba Eskavasi Situs Kumitir Jatirejo
Polisi Tangkap Pencuri Motor Lengkap Dengan 7 Hasil Curian
Inspektorat Terjunkan 4 Tim Kejar Kutu Dalam Program BPNT
Pasukan Garuda Indonesia Mampu Akhiri Peperangan Antar Suku di Kongo
Lima Bulan Terakhir Jumlah Penderita HIV/Aids Bojonegoro Mencapai 39 Orang
TMMD Tulungagung Terapkan Protokol Kesehatan Selama Masa Pandemi Covid-19
Inovasi Batako Berbahan Dasar Abu Sisa Pembakaran Sampah
   

Mahsiswa PMII Bojonegoro Demo di Depan Kantor Pemkab, Tuntut Uang yang Didepositkan
Pantura  Kamis, 14-11-2019 | 14:46 wib
Reporter : Samsul Alim
Bojonegoro pojokpitu.com, Sejumlah aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau biasa disebut PMII, melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Unjuk rasa tersebut merupakan aksi usut tuntas dugaan kasus penyelewengan uang rakyat yang dilakukan oleh bupati. Massa yang terdiri dari kader PMII tersebut mengawali aksinya di Bundaran Tugu Adipura Kabupaten Bojonegoro.

Setelah melakukan aksi di Bundaran Tugu Adipura, massa kemudian melanjutkan aksinya di depan Kantor Pemkab Bojonegoro. Suasana aksi semakin memanas, saat massa aksi ingin masuk kedalam kantor Pemkab Bojonegoro dan ingin menemui bupati atau wakil bupati.

Menurut Ketua PMII Cabang Bojonegoro, M. Nurkayan, ada dua tuntutan dalam aksi massa tersebut. Tuntutan pertama adalah mendesak bupati untuk menjelaskan kepada asyarakat berkaitan dengan uang rakyat yang didepositokan. "Kedua yakni mendorong penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan penyelewengan uang rakyat yang didepositokan," kata M. Nur Kayan.

Karena merasa kecewa tidak ditemui bupati atau wakil bupati, massa akhirnya membubarkan diri dan akan melakukan aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih banyak. (yos)

Berita Terkait

Polda Jatim Terjunkan Propam, Periksa 28 Orang yang Terlibat Demo di Pamekasan

Demo Mahasiswa Tolak Tambang Ilegal Berujung Ricuh, Satu Orang Terluka

Demo Mahasisiwa Tuntut Penurunan UKT Berlangsung Saling Dorong

Demo Mahasiswa Ponorogo Ricuh
Berita Terpopuler
Gempar,Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
Peristiwa  2 jam

Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covi...selanjutnya
Life Style  16 jam

BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Peristiwa  15 jam

Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
Kesehatan  14 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber