Berita Terbaru :
Pelaku Diduga Copet Diamankan Polisi Usai Gasak HP Milik Demonstran
Demo Tolak RUU Omnibus Law di Tengah Pandemi Covid-19
Dokter dan Perawat RSUD Caruban Terpapar Virus Corona
Warga Dibuat Bingung Atas Pelayanan PDAM
Sebanyak 30 Persen PPDP Surabaya Enggan Melakukan Rapid Tes
Polresta Banyuwangi Ungkap Kasus Narkoba Dalam Bungkusan Rengginang
Empat Tahun Buron, Perampok Sadis Dibekuk Jatanras
Robot Arta Mulai Layani Rapid Tes UTBK di Unair
Menko PMK Kecewa Jatim Tak Bisa Penuhi Target Dua Minggu Dari Jokowi
Perwali No 33, Masuk Surabaya Wajib Rapid Tes Bagi Warga Luar Kota
Sidak Takaran Minyak, Petugas Temukan Produsen Nakal
Program Diskon Pajak Selama Corona Berhasil Meningkatkan PAD Rp 562 Milyar
Kemenko PMK Tinjau Ruang PUPR Untuk Pasien Suspect Covid 19
3 Terdakwa TPA Winongo Divonis 5 Tahun Penjara
Demo Mahasiswa Didepan Kantor Bupati Berujung Ricuh
   

Warga Somasi Pengadilan Terkait Salah Keputusan
Hukum  Kamis, 14-11-2019 | 04:14 wib
Reporter : Achmad Syarwani
Nganjuk pojokpitu.com, Seorang warga Nganjuk, mendatangi pengadilan Negeri guna mensomasi dan mengklarifikasi atas dikeluarkannya surat keputusan. Imam mughni warga Pace Wetan Kecamatan Pace Nganjuk, melalui kusa hukumnya Gundi Sintara, mendatangi kantor Pengadilan Negeri Nganjuk.

Gundi meminta klarifikasi atas surat Keputusan Pengadilan Negeri Nganjuk nomor W14/1780 tahun 2019 tanggal 7 Nopember 2019, bahwa Imam Mughni tidak menuhi syarat untuk ikut sebagai calon kades.

Gundi kuasa hukum Imam Mughni membenarkan bahwa kliennya pernah dipidana dengan ancaman diatas 5 tahun. Namun kasus itu terjadi sejak tahun 2012, dan sudah menjalani pidana sejak tahun 2014. "Sehingga sudah 5 tahun berlalu, maka seharusnya klien saya bisa mencalonkan diri sebagai Kades, sesuai dengan peraturan bupati," kata Gundi.

Dari hasil klarifikasi itu, akhirnya pihak Pengadilan Negeri Nganjuk, kembali mengeluarkan surat keputusan nomor  w 14/1787 tahun 2019 yang menyatakan mencabut surat kepetusan sebelumnya. Serta menyatakan Imam Mughni dinyatakan memenuhi syarat sebagai calon kades.

Terkait kejadian ini, Ketua Pengadilan Negeri Nganjuk, Sugiyo Mulyoto, enggan dikonfirmasi.

Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan warga menggeruduk kantor Desa Pace Wetan, guna memprotes panitia Pilkades. karena menganulir Imam Mughni sebagai calon kades, sesuai dengan keputusan surat dari Pengadilan Negeri Nganjuk sebelumnya. (pul)

Berita Terkait

Memakai Atribut Kasunanan Surakarta, Warga Blitar Disomasi

Komisaris PT Berkat Jaya Land Somasi Mantan Direktur

Warga Somasi Pengadilan Terkait Salah Keputusan

Jadinya Seru, Imam Nahrawi Bakal Ladeni Somasi Roy Suryo
Berita Terpopuler
FKPPI Demo Tuntut DPR RI Membatalkan RUU HIP
Peristiwa  4 jam

Tuntut Kejelasan Kasus Korupsi Warga Demo Kejaksaan
Peristiwa  8 jam

Inkrah Sejak Januari Hingga Juni, Kejari Kabupaten Malang Musnahkan Barang Bukti...selanjutnya
Malang Raya  5 jam

Grebeg Mobil Bergoyang di Dekat Masjid Agung Tuban
Peristiwa  5 jam



Cuplikan Berita
Anak Jerapah Lahir di Tengah Pandemi
Pojok Pitu

Anak SD Dinikahkan Siri Dengan Pria Beristri Tiga
Pojok Pitu

Ingin Ketahui Fakta Penanganan Covid 19, Kapolda Jatim Akan Berkantor di Polsek
Jatim Awan

Begini Gejala Awal Hingga Rudy Ermawan Yulianto Meninggal Dunia
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber