Berita Terbaru :
Cendikiawan NU Dukung Kementan Kembangkan Antivirus Eucalyptus
Puluhan Peserta UTBK Rapid Test di Lokasi Ujian
Mo Salah Memang Berhati Mulia, Ini Sedekah Terbarunya setelah Liverpool Juara
Gempar,Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
46.334 Ribu Peserta UTBK Mulai Ujian Masuk PTN, Sempat Molor 15 Menit
Mendikbud Nadiem Ingin Kepsek dari Guru Penggerak, Indra Merasa Heran
Blitar Diguncang Gempa 5.3 Skala Richter
Konvesi PSI: Bacalon Wali Kota Surabaya Berdebat Seru soal Pasar Turi hingga PHK Massal
BPCB Jatim Mulai Uji Coba Eskavasi Situs Kumitir Jatirejo
Polisi Tangkap Pencuri Motor Lengkap Dengan 7 Hasil Curian
Inspektorat Terjunkan 4 Tim Kejar Kutu Dalam Program BPNT
Pasukan Garuda Indonesia Mampu Akhiri Peperangan Antar Suku di Kongo
Lima Bulan Terakhir Jumlah Penderita HIV/Aids Bojonegoro Mencapai 39 Orang
TMMD Tulungagung Terapkan Protokol Kesehatan Selama Masa Pandemi Covid-19
Inovasi Batako Berbahan Dasar Abu Sisa Pembakaran Sampah
   

GMBI Desak Perhutani Bangun Rest Area di Jalur Lintas Selatan
Malang Raya  Rabu, 13-11-2019 | 16:08 wib
Reporter : Ali Makhrus
Malang pojokpitu.com, Puluhan massa memenuhi halaman depan kantor Perum Perhutani KPH Malang, Rabu (13/11) pagi. Mereka menuntut Perum Perhutani, agar segera melakukan pembangunan rest area di jalur lintas selatan.

Massa yang menamakan dirinya Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia Malang itu, membawa truk dan sound system. Mereka menggelar aksi dengan penjagaan ketat dari aparat kepolisian.

Dalam orasinya menyampaikan sejumlah tuntutan. Diantaranya meminta untuk segera membangun rest area di wilayah jalur lintas selatan, dan menindak bangunan liar tak berizin di kawasan hutan lindung. Menurut Ketua GMBI Malang, Didik S, terdapat 100 lebih bangunan liar di kawasan hutan lindung yang harus ditertibkan.

Sementara itu, Admitustratur Perhutani Malang, Hengki Herawanto menjelaskan, terkait pembangunan rest area, Perhutani Malang sangat mendukungnya. Namun harus dengan mekanisme yang benar, yakni mekanisme kerjasama dengan pemerintah daerah setempat.

Pasalnya, pembangunan rest area bukan menjadi kewenangan perhutani. namun hanya type penggunaan kawasan hutan. Sementara, izin diterbitkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. "Hingga kini kami belum mendapatkan usulan dan izin penggunaan kawasan terkait pembangunan rest area dari Pemkab Malang," kata Hengki.

Sementara untuk bangunan liar, Perum Perhutani sudah melakukan pandataan dan membuat kesepakatan. Bahwa tanah yang ditempati merupakan kawasan milik Perhutani dan siap dipindah sewaktu-waktu. (pul)

Berita Terkait

GMBI Desak Perhutani Bangun Rest Area di Jalur Lintas Selatan

Jelang Arus Mudik Astra Tol Resmikan Dua Rest Area

Lolos Dari Macet, Mobil Pemudik Serbu Rest Area Ngawi

Pemudik Bermalam dan Sahur di Rest Area
Berita Terpopuler
Gempar,Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
Peristiwa  2 jam

Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covi...selanjutnya
Life Style  16 jam

BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Peristiwa  15 jam

Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
Kesehatan  14 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber