Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Metropolis 

Eksekusi sempat berlangsung ricuh, saat tiga juru sita pengadilan yang hendak mengosongkan Graha Astranawa dihadang sejumlah orang. Foto Fakhrurrozi
Eksekusi Graha Astranawa Berlangsung Ricuh
Rabu, 13-11-2019 | 11:27 wib
Oleh : Fakhrurrozi
Surabaya pojokpitu.com, Sengketa kepemilikan Gedung Graha Astranawa antara PKB Jatim dengan Mantan Ketua PKB Jatim, Choirul Anam, akhirnya berakhir. Hal itu setelah Pengadilan Negeri Surabaya berhasil mengeksekusi Graha Astranawa yang terletak di Jalan Gayungsari Timur Surabaya.

Kericuhan terjadi saat tiga petugas juru sita Pengadilan Negeri berusaha masuk ke Graha Astranawa Jalan Gayungsari Timur VIII. Beruntung, kericuhan tak berlangsung lama, setelah polisi langsung mengamankan 3 orang yang berupaya menghadang petugas pengadilan. Setelah berhasil masuk, petugas langsung mengosongkan graha yang berdiri di lahan seluas 3.818 meter persegi itu.

Eksekusi dilaksanakan berdasarkan penetapan Ketua Pengadilan Negeri Surabaya, atas putusan Mahkamah Agung nomor 743 k/PDT/2018 tanggal 23 April 2018. Dalam amar putusannya, hakim kasasi Mahkamah Agung menyatakan PKB selaku pemohon sebagai pemilik sah Gedung Astranawa.

Eksekusi Graha Astranawa itu disyukuri oleh DPW PKB Jatim. Anik Maslachah Wakil Ketua DPW PKB Jatim memberikan apresiasi kepada Choirul Anam, yang legowo terhadap jalannya eksekusi. Usai eksekusi itu, DPW PKB Jatim memastikan bila Graha Astranawa akan difungsikan sebagai Graha Gus Dur.

"Atas nama DPW PKB Jawa Timur, kami berucap syukur akhirnya kami bisa menempati kembali kantor DPW PKB Jawa Timur. Kami atas nama DPW PKB Jatim memberikan apresiasi yang luar biasa kepada bapak Choirul Anam atas pengertian dan kelegawaannya. Kami pastikan bahwa kantor Astranawa akan menjadi milik DPW PKB Jawa Timur bukan perseorangan atau pribadi, dan kantor itu akan berubah menjadi Graha Gus Dur," kata Anik Maslachah.

Eksekusi gedung Graha Astranawa sangat disesalkan Choirul Anam. Mantan Ketua PKB Jatim menyebut, bahwa eksekusi itu menunjukkan bila hukum tajam ke bawah, tumpul ke atas. "Dibayar berapa pengadilan, dibayar berapa polisi. Semua manusia Indonesia harus taat hukum. Tapi sekarang penegakan hukum itu, tajam ke bawah, tumpul ke atas. Karena yang atas PKB punya duit dan kekuasaan, tapi tidak punya bukti. Hukum ditegakkan oleh pengadilan dan kepolisian. Itu negara hukum, dan hak manusia saya diinjak-injak," kata pria asal Jombang itu. (pul/vd:yan)

Berita Terkait


Wakil Ketua Dewan Pers Prihatin Proses Eksekusi

PWI Jatim Lapor Kapolda Terkait Perlakuan Aparat Kepolisian Terhadap Redaksi Duta Masyarakat

Eksekusi Graha Astranawa Berlangsung Ricuh

Hakim Efran Kabulkan Gugatan Cak Anam Atas Gedung Astranawa


Hakim Pengadilan Negeri Memenangkan Gugatan PKB Atas Gedung Astranawa

PKB Optimis Menangkan Gugatan Gedung Astranawa

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber