Berita Terbaru :
Penularan Masih Tinggi, Pembelajaran Tatap Muka Tidak Seharusnya Dilakukan
Ritual Sembahyang Penghormatan Dewa Diwarnai Kericuhan
Joko Widodo Beri Penghargana 22 Tenaga Medis Meninggal Dan Beberapa Tokoh Nasional
Protap Hajatan di Tengah Pandemi Covid 19 Dalam New Normal
Soal Bangli Maospati, Satpol PP Koordinasi Dengan BBWS Solo
Siswa SD Positif Covid-19, Pembelajaran Luring Harus Perhatikan Protokol Kesehatan
Lima Pejabat Mendapatkan Penghargaan Jer Basuki Mawa Beya Dari Gubernur Jatim
Kepala SD Meninggal Akibat Covid 19, 3 Anggota Keluarga Positif
Dijadwalkan Hari Ini, Putusan Sengketa Pemilukada Surabaya Diundur Sabtu
Enam SMA di Ponorogo Akan Jalani Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka
Ribuan Insan Pariwisata Terdampak Covid 19 Terima Bansos
Gubernur Jatim Akan Uji Coba Sekolah Tatap Muka Mulai 18 Agustus Untuk Tingkat SMA SMK
Jelang Pilkada, PAN Ponorogo Belum Tentukan Rekom
Ratusan Pekerja Seni Demo di Depan Gedung DPRD Kabupaten Malang
Mobil Pick Up Terbakar di Kebun Tebu, Seorang Alami Luka Bakar
   

Tren Es Kopi, Es Kopian, Dokter di Surabaya Tangkap Peluang Usaha
Ekonomi Dan Bisnis  Rabu, 13-11-2019 | 04:18 wib
Reporter : Atiqoh Hasan
Surabaya pojokpitu.com, Trend kopi kekinian merebak di seluruh penjuru negeri. Tak terkecuali di Surabaya. Tren tersebut ditangkap oleh seorang dokter untuk mendirikan kafe dengan menu es kopi-es kopian.

Asiah Aswin, dokter kecantikan kulit menangkap peluang usaha kafe berkonsep kopi. Diakuinya, keunikan kopi membuat banyak pebisnis menjadikannya sebagai menu andalan. "Rasanya yang khas dengan bermacam varian, menjadikan kopi sebagai minuman istimewa," kata dr Asiah Aswin.

Sebut saja, menu minuman ala kafe bikinan dokter asli Banyuwangi tersebut, adalah black sugar milk coffee, atau es kopi susu aren. Meski jamak ditemukan, kafe tersebut memiliki keunikan yang tak dijumpai di tempat lain.

"Tak hanya itu, ada juga menu khusus seperti es kopi susu pisang, yang memberikan sensasi minum kopi, susu, dicampur krim pisang," tambah dr Aswin.

Dokter dua anak tersebut menyarankan, minum es kopi-es kopian bisa dicicip setidaknya 2 gelas perhari sudah cukup. Agar gula darah tak sampai melonjak.

Sementara itu bagi Gea salah satu pengunjung, es kopi-es kopian sangat bervariasi dan marak belakangan. Setiap kafe memiliki keunikan tersendiri, yang bisa menarik minat pengunjung untuk datang dan mencicipi. (pul)

Berita Terkait

Tren Es Kopi, Es Kopian, Dokter di Surabaya Tangkap Peluang Usaha
Berita Terpopuler
Jika Pimpinan Manfaatkan Anak Buahnya
Konsultasi Psikologi  7 jam

Berburu Sinyal Wifi, Para Siswa Ini Belajar di Pos Ronda
Pendidikan  18 jam

Ada Dua Pilihan Yang Meragukan, Saya Pilih Mana
Konsultasi Psikologi  15 jam

Masker Batik Merah Putih Kemerdekaan Banyak Diburu Warga
Life Style  12 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Awal September Subsidi Gaji Dari Pemerintah Cair 1,2 Juta
Jatim Awan

Lupa Mematikan Kompor, 1 Rumah di Bojonegoro Terbakar
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber