Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

Petani Memecah Batu di Sawah yang Masih Kering
Rabu, 13-11-2019 | 01:10 wib
Oleh : M. Ramzi
Magetan pojokpitu.com, Petani di Kabupaten Magetan, masih belum bisa bercocok tanam, karena hujan yang masih belum merata. Sebagian petani memecah batu di areal sawah yang masih kering tersebut, sambil menunggu hujan turun, untuk bercocok tanam.

Sebagian besar sawah tadah hujan di Kabupaten Magetan, masih kering kerontang. Meskipun sudah masuk musim hujan, akan tetapi intensitas hujan yang ringan atau sedang juga belum merata. Sehingga sebagian besar petani tadah hujan, belum bisa bercocok tanam.

Beberapa petani yang masih menganggur, beralih profesi memecah batu di areal sawah mereka yang masih belum bisa ditanami. Seperti yang dilakukan petani asal Ngariboyo Magetan, Marni. Ia memecah batu yang ada di sawahnya sendiri yang tidak jauh dari rumahnya.

Dengan cara serba manual, batu berukuran relatif besar dipecah menjadi ukuran kecil, yang nantinya bisa dijual untuk menambah keuangan keluarga.

"Selain bisa menjadi rupiah, memecah batu di sawah juga nantinya bisa mempermudah dirinya saat bercocok tanam nanti, utamanya saat membajak sawah," kata Marni.

Sawah miliknya merupakan sawah tadah hujan. Selama musim hujan, hanya bisa menanam padi satu hingga dua kali. Setelah itu ditanami kacang kalau airnya cukup. (yos)

Berita Terkait


Kemarau Berkelanjutan, Sumber PDAM di Pacitan Mengering

Warga Kabupaten Jember Kesulitan Air Bersih

Petani Memecah Batu di Sawah yang Masih Kering

Meski Turun Hujan Masih Ada 23 Titik Kekeringan di Jember


Ratusan Hektar Sawah Kekeringan, Petani Mengadu ke DPRD

Kekeringan Berkepanjangan, Ribuan Santri Gelar Sholat Minta Hujan

220 Hektar Lahan Padi Petani Gagal Panen Karena Kekeringan

Kekeringan, Yonarmed 12 Kirim Air Bersih

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber