Berita Terbaru :
Penumpang Tewas di Dalam Bus, Evakuasi Dengan Protokol Covid-19
Petugas BPCB Eskavasi Struktur Bangunan Kaki Candi Kerajaan Kuno
Xenia Tabrak Warung Karena Sopir Berhalusinasi
Mobil Minibus Berisi Puluhan Jerigen BBM Terbakar di SPBU Pamekasan
Tak Tahan Dirawat, Pasien Covid-19 Pilih Kabur
Liga 1 Restart, Madura United Pastikan Tetap Berkandang di Pulau Garam
Ingin Ketahui Fakta Penanganan Covid 19, Kapolda Jatim Akan Berkantor di Polsek
Meminimalisir Tatap Muka, MPLS Dengan Sistem Drive Thru
Kalau Zona Merah, Sebaiknya Salat Idul Adha Ditiadakan
Menkes Akan Berkantor di Jatim Setiap Akhir Pekan, Ini Penyebabnya
Begini Gejala Awal Hingga Rudy Ermawan Yulianto Meninggal Dunia
Beda Aerosol dan Droplet, Pahami Penularan Virus Korona Lewat Udara
Bahas Perkantoran Tak Andalkan AC untuk Cegah Covid-19 Lewat Udara
Bupati Akan Tingkatkan Pertanian Pariwisata Untuk Pulihkan Ekonomi Kabupaten Malang
Program Dispensasi dan Diskon, Wajib Pajak Kendaraan Bermotor Tahunan di Bangkalan Meningkat
   

Petani Memecah Batu di Sawah yang Masih Kering
Mataraman  Rabu, 13-11-2019 | 01:10 wib
Reporter : M. Ramzi
Magetan pojokpitu.com, Petani di Kabupaten Magetan, masih belum bisa bercocok tanam, karena hujan yang masih belum merata. Sebagian petani memecah batu di areal sawah yang masih kering tersebut, sambil menunggu hujan turun, untuk bercocok tanam.

Sebagian besar sawah tadah hujan di Kabupaten Magetan, masih kering kerontang. Meskipun sudah masuk musim hujan, akan tetapi intensitas hujan yang ringan atau sedang juga belum merata. Sehingga sebagian besar petani tadah hujan, belum bisa bercocok tanam.

Beberapa petani yang masih menganggur, beralih profesi memecah batu di areal sawah mereka yang masih belum bisa ditanami. Seperti yang dilakukan petani asal Ngariboyo Magetan, Marni. Ia memecah batu yang ada di sawahnya sendiri yang tidak jauh dari rumahnya.

Dengan cara serba manual, batu berukuran relatif besar dipecah menjadi ukuran kecil, yang nantinya bisa dijual untuk menambah keuangan keluarga.

"Selain bisa menjadi rupiah, memecah batu di sawah juga nantinya bisa mempermudah dirinya saat bercocok tanam nanti, utamanya saat membajak sawah," kata Marni.

Sawah miliknya merupakan sawah tadah hujan. Selama musim hujan, hanya bisa menanam padi satu hingga dua kali. Setelah itu ditanami kacang kalau airnya cukup. (yos)

Berita Terkait

31 Kabupaten di Jawa Tmur Berpotensi Terjadi Kekeringan

Jelang Musim Kemarau, BPBD Bojonegoro Mulai Petakan Daerah Rawan Kekeringan

Pandemi Covid-19 Sejumlah Desa Area Sumber Mata Air Imbulan Alami Kekeringan

Memasuki Musim Pancaroba, 66 Desa di Trenggalek Masih Alami Kekeringan
Berita Terpopuler
Pemkab Ancam Tutup Lagi Lokasi Wisata Yang Tidak Paruh Protokol Kesehatan
Mlaku - Mlaku  14 jam

Periksa Hewan Qurban, Petugas Temukan Hewan Terjangkit Penyakit Hipersalivasi
Peristiwa  13 jam

Teka Teki Partai PPP di Pilkada Sumenep Belum Jelas
Pilkada  12 jam



Cuplikan Berita
Mobil Rombongan Gubernur Jawa Timur Kecelakaan di Tol Mojokerto-Kertososno
Pojok Pitu

Dendam Lama, Karyawan Pabrik Kayu Bacok Teman Kerja Pakai Samurai
Pojok Pitu

Dari 51 Peserta UTBK Reaktif, 38 Orang Ternyata Negatif Covid 19
Jatim Awan

Orkemiban, Minuman Tinggi Anti Oksidan Berbahan Daun Kelor
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber