Berita Terbaru :
Manajemen Terus Melakukan Tracing Karyawan PT KTI
Dari 51 Peserta UTBK Reaktif, 38 Orang Ternyata Negatif Covid 19
Begini Cara Santri Ngaji di Ruang Isolasi
Orkemiban, Minuman Tinggi Anti Oksidan Berbahan Daun Kelor
Dalam Keadaan Mabuk, Sekelompok Pemuda Merusak Warung Kopi dan Aniaya Orang
Tiga Tersangka Pengedar Narkoba Diamankan Polisi
Menteri Kelautan Dan Perikanan Cabut Permen Nomer 56 Tentang Ekspor Benih Lobster
31 Kabupaten di Jawa Tmur Berpotensi Terjadi Kekeringan
Karena Diputus Pacar Terjadi Penculikan dan Penganiayaan
Maling Alat Alat Bengkel Dimassa
Tahun Ajaran Baru Akan Berlangsung Secara Virtual
Pemkab Akan Rapid Tes Seluruh Santri Gontor
Pasar Lumbung Pangan Target Menjangkau Ke 28 Kabupaten Kota di Jatim
Wakapolda Cek Perkembangan Covid 19 di Ponpes Gontor
Selama 14 Hari Terakhir Angka Kesembuhan Mencapai 2.150
   

Meski Turun Hujan Masih Ada 23 Titik Kekeringan di Jember
Tapal Kuda Dan Madura  Selasa, 12-11-2019 | 23:20 wib
Reporter : Felli Kosasi
Jember pojokpitu.com, Meski di beberapa titik sempat diguyur hujan, namun krisis air bersih akibat kekeringan di Jember, dinilai makan parah dan makin meluas terjadi di puluhan desa. Meski sudah mengerahkan tiga truk tangki gabungan milik BPBD, PMI, dan PDAM, permintaan suplai air bersih terus bertambah tiap hari.

Salah satu lokasi yang cukup terasa kurang air bersih adalah di lingkungan baratan timur Kelurahan Baratan Kecamatan Patrang, Jember.
Delapan puluh persen sumur milik warga tidak lagi mengeluarkan air, termasuk milik salah satu mushala yang sehari- hari debit airnya dinilai paling besar ini.

Muhammad Fauzi, warga, mengatakan, untuk mandi, warga harus menggunakan sungai  bedadung yang minim debit airnya, dan untuk keperluan memasak, mereka harus berjalan mencari satu hingga dua kilometer.

Warga hanya berharap suplai dari  truk tangki milik tiga instansi yang dikerahkan di bawah kendali Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yakni milik BPBP,PMI, PDAM Kabupaten Jember.

Kekhatiran warga tidak bisa memasak karena sulit air, hari itu sedikit terobati setiap truk distribusi air datang.
Asrah Joyo Widono, Kasi Kedaruratan BPBD Jember, mengatakan, berdasarkan data hingga hari ini sudah 13 desa di 11 kecamatan yang rutin disuplai air bersih sejak dua bulan terakhir.

"BPBD mencatat sudah 85 tangki atau sebanyak 425 ribu liter telah didistribusikan ke warga di desa yang alami kekeringan,"  ujar Asrah Joko Widono.

Menurut Asrah Joyo Widono, BMKG memprakirakan hujan baru turun apda akhir November, dan suplai air bersih akan dikurangi.

Berita Terkait

31 Kabupaten di Jawa Tmur Berpotensi Terjadi Kekeringan

Jelang Musim Kemarau, BPBD Bojonegoro Mulai Petakan Daerah Rawan Kekeringan

Pandemi Covid-19 Sejumlah Desa Area Sumber Mata Air Imbulan Alami Kekeringan

Memasuki Musim Pancaroba, 66 Desa di Trenggalek Masih Alami Kekeringan
Berita Terpopuler
Pemancing Tersangkut Karang, Lalu Digulung Ombak
Malang Raya  11 jam

Ini Patut Menjadi Perhatian, Biker Tewas Dilindas Truk
Peristiwa  11 jam

Pemkab Bondowoso Akan Bangun Rumah Janda Tua Makan Daun Talas
Rehat  12 jam

Strategi Tabung Haji Dan Umroh Ringankan Beban Jamaah Saat Pandemi COVID-19
Ekonomi Dan Bisnis  9 jam



Cuplikan Berita
Viral Hasil Tes Rapid Peserta UTBK Berubah
Pojok Pitu

Dokter dan Satpam Postif Covid 19, Puskesmas Wates Mojokerto Ditutup Sementara
Pojok Pitu

Delapan Terkena Corona, Membuat Ribuan Karyawan PT KTI Diliburkan
Jatim Awan

Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber