Berita Terbaru :
Relawan MBLC, Bersama-Sama Perangi Corona
Ketua Perpani Jatim Deny Trisyanto Semprot Sendiri Lapangan Panahan
20 Ribu Liter Desinfektan Disemorotkan Ke 2 Kecamatan Hingga ke Desa Terpelosok
20 Ribu Liter Desinfektan Disemorotkan Ke 2 Kecamatan Hingga ke Desa Terpelosok
Pengadilan Negeri Malang Gelar Sidang Melalui Online
Bantuan Sembako Warga Terdampak Covid-19 Terus Mengalir
Kurangi Resiko Tertular Covid-19 RS UMM Ciptakan APD
Pemkot Bersama Polri Terus Lakukan Penyemprotan Desinfentan di Jalan Raya
Ruas Jalan Protokol Sumenep Disemprot Menggunakan Damkar
Tebing Longsor, Pipa PDAM Putus, 1500 Pelanggan Terganggu
   

Meski Turun Hujan Masih Ada 23 Titik Kekeringan di Jember
Tapal Kuda Dan Madura  Selasa, 12-11-2019 | 23:20 wib
Reporter : Felli Kosasi
Jember pojokpitu.com, Meski di beberapa titik sempat diguyur hujan, namun krisis air bersih akibat kekeringan di Jember, dinilai makan parah dan makin meluas terjadi di puluhan desa. Meski sudah mengerahkan tiga truk tangki gabungan milik BPBD, PMI, dan PDAM, permintaan suplai air bersih terus bertambah tiap hari.

Salah satu lokasi yang cukup terasa kurang air bersih adalah di lingkungan baratan timur Kelurahan Baratan Kecamatan Patrang, Jember.
Delapan puluh persen sumur milik warga tidak lagi mengeluarkan air, termasuk milik salah satu mushala yang sehari- hari debit airnya dinilai paling besar ini.

Muhammad Fauzi, warga, mengatakan, untuk mandi, warga harus menggunakan sungai  bedadung yang minim debit airnya, dan untuk keperluan memasak, mereka harus berjalan mencari satu hingga dua kilometer.

Warga hanya berharap suplai dari  truk tangki milik tiga instansi yang dikerahkan di bawah kendali Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yakni milik BPBP,PMI, PDAM Kabupaten Jember.

Kekhatiran warga tidak bisa memasak karena sulit air, hari itu sedikit terobati setiap truk distribusi air datang.
Asrah Joyo Widono, Kasi Kedaruratan BPBD Jember, mengatakan, berdasarkan data hingga hari ini sudah 13 desa di 11 kecamatan yang rutin disuplai air bersih sejak dua bulan terakhir.

"BPBD mencatat sudah 85 tangki atau sebanyak 425 ribu liter telah didistribusikan ke warga di desa yang alami kekeringan,"  ujar Asrah Joko Widono.

Menurut Asrah Joyo Widono, BMKG memprakirakan hujan baru turun apda akhir November, dan suplai air bersih akan dikurangi.

Berita Terkait

Memasuki Musim Pancaroba, 66 Desa di Trenggalek Masih Alami Kekeringan

Kemarau Berkelanjutan, Sumber PDAM di Pacitan Mengering

Warga Kabupaten Jember Kesulitan Air Bersih

Petani Memecah Batu di Sawah yang Masih Kering
Berita Terpopuler
Ruas Jalan Protokol Sumenep Disemprot Menggunakan Damkar
Peristiwa  4 jam

Kurangi Resiko Tertular Covid-19 RS UMM Ciptakan APD
Pendidikan  3 jam

Bantuan Sembako Warga Terdampak Covid-19 Terus Mengalir
Peristiwa  3 jam

Pengadilan Negeri Malang Gelar Sidang Melalui Online
Hukum  2 jam



Cuplikan Berita
Viral, Wakil Bupati Sidoarjo Ikut Memakamkan Pasien Positif Corona
Pojok Pitu

Seorang Dokter Sidoarjo Tertular Virus Covid 19, Satu Perawat PDP
Pojok Pitu

Gubernur Jatim Takziah ke Kediaman Ibunda Presiden Jokowi
Jatim Awan

Santri di Jombang Gelar Sholat Ghoib Ibunda Presiden
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber