Berita Terbaru :
Pemerintah Tolak RUU Haluan Ideologi Pancasila
KAI Daop 8 Surabaya Kembali Operasikan KA Rute Surabaya-Jakarta
Jawa Timur Kembali Dapatkan Bantuan Obat Avigan
Nekat Curi Hape Dagangan, Karyawan Konter Plasa Marina Ditangkap
Cendikiawan NU Dukung Kementan Kembangkan Antivirus Eucalyptus
Puluhan Peserta UTBK Rapid Test di Lokasi Ujian
Mo Salah Memang Berhati Mulia, Ini Sedekah Terbarunya setelah Liverpool Juara
Gempar, Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
46.334 Ribu Peserta UTBK Mulai Ujian Masuk PTN, Sempat Molor 15 Menit
Mendikbud Nadiem Ingin Kepsek dari Guru Penggerak, Indra Merasa Heran
Blitar Diguncang Gempa 5.3 Skala Richter
Konvesi PSI: Bacalon Wali Kota Surabaya Berdebat Seru soal Pasar Turi hingga PHK Massal
BPCB Jatim Mulai Uji Coba Eskavasi Situs Kumitir Jatirejo
Polisi Tangkap Pencuri Motor Lengkap Dengan 7 Hasil Curian
Inspektorat Terjunkan 4 Tim Kejar Kutu Dalam Program BPNT
   

PWNU Jatim : Salam Lintas Agama Digunakan Untuk Kerukunan Antar Agama
Metropolis  Selasa, 12-11-2019 | 18:32 wib
Reporter : Yusmana Windarto
Surabaya pojokpitu.com, Meredam polemik himbauan larangan pemimpin muslim pengucapan salam lintas agama oleh Majelis Ulama Indonesia, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur pun menyatakan sikap. PWNU menyatakan bahwa salam lintas agama tersebut hanya bisa diucapkan jika dibutuhkan untuk menjaga kerukunan antar umat beragama. Tak hanya itu, PWNU menegaskan bahwa pernyataan sikap itu bukanlah counter dari larangan MUI terkait salam lintas agama, namun hanya sebagai peredam dari polemik yang terjadi di tengah masyarakat.

Menyikapi polemik terkait larangan pengucapan salam lintas agama oleh Majelis Ulama Indonesia, pihak Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menyatakan sikapnya. Dalam pernyataan sikap itu, pihak PWNU Jatim tidak melarang atau menyarankan pengucapan salam lintas agama dalam sebuah momen atau acara.
 
Namun, pengucapan salam lintas agama hanya bisa diucapkan untuk menjaga kerukunan antar beragama. Hal ini berlaku bagi para pejabat, tokoh agama, maupun masyarakat yang muslim.
 
Tak hanya itu, pernyataan sikap PWNU ini bukanlah sebagai counter atau melawan larangan pengucapan salam lintas agama yang dianggap Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai bidah dan mengandung nilai syubhat. Namun, pernyataan sikap PWNU tersebut, ditujukan untuk meredam polemik larangan MUI tersebut.
 
Untuk membuat pernyataan sikap tersebut, PWNU Jatim langsung menggelar Bahtsul Masail. Hasilnya, PWNU Jatim tak mempermasalahkan dan membolehkan pemimpin muslim mengucapkan salam lintas agama, sepanjang membawa maslahat bagi umat.
 
PWNU Jawa Timur juga menyimpulkan bahwa pengucapan salam lintas agama oleh pejabat muslim dalam pidato resmi adalah sebuah budaya, bukan penistaan atau melecehkan. PWNU Jatim menilai budaya ini sebagai bentuk toleransi, persaudaraan kebangsaan atau ukhuwah wathoniyyah.
 
PWNU Jatim menilai bahwa pengucapan salam agama lain adalah hasil dari proses akulturasi budaya. "Hal ini juga bisa dimaknai sebagai simbol toleransi antarumat beragama di Indonesia. Sepanjang salam yang diucapkan tidak bertentangan dengan niat, maka sepanjang itu pula kalimat yang menyatakan salam kebangsaan tersebut tidak akan mengganggu akidah dan teologi seseorang," kata KH Syafruddin, Katib PWNU Jatim.
 
Meski demikian, bagi pejabat muslim dianjurkan mengucapkan salam dengan kalimat assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, atau diikuti dengan ucapan salam nasional, seperti selamat  pagi, salam sejahtera bagi kita semua, dan semisalnya. Namun demikian, dalam kondisi dan situasi tertentu, demi menjaga persatuan bangsa dan menghindari perpecahan, pejabat muslim juga diperbolehkan menambahkan salam lintas agama.(end)

Berita Terkait

PWNU Himbau Tak Saling Salahkan Tentang Ucapan Selamat Natal

PWNU Jatim : Salam Lintas Agama Digunakan Untuk Kerukunan Antar Agama

Maksimalkan Peran Pemberdayaan Masyarakat, PWNU Gelar Pelatihan untuk Para Kader

Pesan PWNU : Beda Pilihan Boleh Terjadi, Tapi . .
Berita Terpopuler
Gempar, Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
Peristiwa  4 jam

Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covi...selanjutnya
Life Style  18 jam

BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Peristiwa  17 jam

Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
Kesehatan  16 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber