Berita Terbaru :
Kerajinan Kulit Handmade, Apik dan Awet
Patroli Skala Besar, Petugas Gabungan Sisir Warga Tak Pakai Masker
Menganggur, Seorang Pria Nekat Curi Sepeda
DPRD Surabaya Sayangkan Kebijakan Wajib Rapid Tes Terlalu Mendadak
Berkunjung ke Rumah Ibadat Wajib Patuhi Protokol Kesehatan
Percepatan Penyidikan Pembakaran Mobil Via Vallen, Pelaku Pije Masih Ditahan
Sempat Diburu, 3 Pelaku Tik-Tok di Jembatan Suramadu Akhirnya Diamankan Polisi
Sehari 100 Perawat Terpapar Covid, Surabaya dan Sidoarjo Paling Banyak
Begini Kata Gubernur tentang Wacana Pasien Covid-19 Dipindah ke Pulau Galang
Pusat UTBK di Surabaya Sediakan Rapid Test Gratis Sebelum Ujian
Guru dan Siswa SMK Buat Mobil Listrik Untuk Pelaku UMKM
Golkar Akan Definitifkan Calon di 9 Kabupaten Kota
Rumah Sakit Surabaya Mulai Adakan Rapid Test Untuk Peserta UTBK SBMPTN
Adik Via Vallen Lapor Pencemaran Nama Baik di Medsos
Antisipasi Konflik, Bupati Lumajang Cek Jalan Tambang
   

Polda Jatim Pastikan Ada Tersangka Baru Terkait Korupsi
Metropolis  Selasa, 12-11-2019 | 17:24 wib
Reporter : Yusmana Windarto
Surabaya pojokpitu.com, Kasus ambruknya SDN Gentong, Pasuruan, akhirnya memasuki babak baru. Setelah menahan tersangka mandor dan pengawas terkait kelalaiannya dalam renovasi atap SDN Gentong, kini Polda Jatim memastikan akan ada tersangka baru terkait korupsi yang menyebabkan dua orang tewas dan belasan lainnya luka-luka.

Kasus ambruknya SD Negeri I Gentong, Kota Pasuruan akhirnya memasuki babak baru. Setelah menahan dua tersangka, DM yang berperan sebagai pengawas dan SE sebagai mandor, terkait kelalaiannya yang menyebabkan orang lain mati, kini Polda Jatim memastikan akan ada tersangka baru.
 
"Tersangka baru tersebut dipastikan lebih dari satu orang dan dikaitkan dengan kasus dugaan korupsi. Saat ini, Polda Jatim akan melakukan pemanggilan terhadap sejumlah orang yang berperan sebagai perencana atau panitia proyek renovasi atap di SDN I Gentong," ungkap Kombes Pol Frans Barung Mangera, Kabid Humas Polda Jatim.
 
Dipastikan proyek renovasi atap SDN I Gentong tersebut, tidak diawasi sebagaimana mestinya. Bahkan proyek paket dana alokasi khusus untuk pembangunan sekolah yang bernilai Rp 200 juta ini, diduga telah dikorupsi oleh pihak perencana, dengan cara pengurangan volume material untuk mendapat margin keuntungan.
 
Dipastikan, Polda Jatim akan menetapkan tersangka baru terkait kasus korupsi yang menyebabkan orang lain mati dan belasan lain mengalami luka-luka.(end)

Berita Terkait

Lapuk Dan Tahah Gerak, Bangunan SDN Ambruk

Sekolah Ambruk, Siswa Belajar di Musholla

Dua Bulan Siswa Belajar di Mushalla, Berharap Ruang Kelas Ambruk Segera Dibangun

Dua Tersangka Penyebab SDN Samaran Ambruk Ditangkap Polisi
Berita Terpopuler
Curi Bawang Merah, Pelaku Dimassa dan Motor Dibakar
Peristiwa  9 jam

Kembali Dibuka, Tempat Wisata di Blitar Terapkan Protokol Kesehatan
Mlaku - Mlaku  23 jam

Tugu Polisi Monumen Perjuangan Polri Karesidenan Besuki Akan Direnovasi
Tempo Doeloe  22 jam

Hama Ulat Mulai Serang Tanaman Jagung
Ekonomi Dan Bisnis  19 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber